28
Sep
10

Cara Pintar Kemudi Otomatis

Cara Pintar Kemudi Otomatis

oleh IndonesianAutomotive pada 07 Juni 2010 jam 17:10

IndonesianAutomotive – Lalu lintas padat menjadi alasan mengapa konsumen banyak yang memilih mobil dengan transmisi otomatis. Meminimalisir kelelahan dan sektor kenyamanan menjadi alasan utamanya. Mesti tak bisa dipungkiri. masih saja ada konsumen yang berpikiran negatif atau apriori terhadap transmisi yang diperkenalkan oleh Oldmobile di tahun 1940-an itu.

Transmisi otomatis sendiri mulai dimunculkan di Indonesia pada awal tahun 90-an. Kala itu, konsumen belum banyak yang tertarik. Transmisi manual masih menjadi pilihan utama kala itu. Memang, kala itu transmisi otomatis belum secanggih saat ini. Konsumen akan kesusahan bila terjadi kerusakan dijalan, karena sistem pada transmisi tersebut belum memungkinkan untuk mobil dengan transmisi ini ditarik atau diderek. Selain itu, konsumen pun akan repot apabila harus melakukan parkir pararel, karena gigi transmisi belum ada mode release seperti saat ini. Wajar jika saat itu, jenis transmisi ini bukan menjadi pilihan.

Namun seiring majunya teknologi, transmisi ini mulai diminati oleh konsumen. Teknologinya pun makin maju dan terus berkembang. Tak pelak, produsen mobil pun menjadi percaya diri untuk menjual setiap variannya lengkap dengan pilihan transmisi otomatis. Namun ada kalanya konsumen belum mengerti benar dengan fungsi atau kegunaan dari masing-masing simbol yang ada pada tuas.

Nah, untuk itu, kami akan membahasnya mengenai fungsi maupun kegunaan dari masing-masing simbol serta cara penggunaan aman serta mampu pula menghemat penggunaan bahan bakar. Berikut ulasan kami.

Simbol yang biasanya terdapat pada samping tuas adalah P – R – N – D – 2 – L – M. Apa saja fungsinya:

P (Parkir). Tuas harus selalu berada pada posisi ini bila mobil dalam keadaan diam antara 5-10 detik. Contohnya saat menunggu lampu merah atau ketika macet total. Secara mekanikal, dalam posisi ini maka gigi transmisi akan mengunci. Pada beberapa mobil, untuk memindahkan dari posisi P ke posisi lainnya, terdapat pin pengunci. Oleh karena itu, Anda diharuskan untuk menekan sebuah tombol yang ada pada tuas terlebih dahulu.

R (Reverse/Mundur). Fungsinya sama dengan transmisi manual ketika mobil hendak mundur. Pastikan mobil benar-benar berhenti sebelum memindahkan tuas ini. Jika ini diabaikan, Anda berpotensi menimbulkan kerusakan pada sistem transmisi.
Sebuah catatan. Pada beberapa mobil, ada perilaku khusus terhadap posisi ini. Ada yang tidak secara langsung tuas ini dapat dipindahkan hanya dengan menggerakkan sesuai lajurnya. Pada leher tuas, terdapat piranti lain yang harus diangkat terlebih dahulu, baru kemudian tuas dapat digerakkan. Atau ada pula tuas yang harus ditekan untuk memindahkan dalam posisi N. Jadi lebih baik kenali benar mobil Anda.

N (Netral). Layaknya transmisi manual, pada posisi ini mesin tidak akan bereaksi atau idle ketika pedal gas diinjak. Posisi ini layak digunakan saat mobil tidak bergerak seperti ketika berada di lampu merah atau menunggu antrian. Untuk keamanan, saat dalam posisi N, gunakan pula rem tangan agar mobil tidak bergerak mundur.

D (Drive) D-3. Posisi ini digunakan untuk menggerakkan mobil. Secara otomatis, transmisi akan melakukan perpindahan gigi sesuai dengan kecepatan dan jumlah percepatan yang dimiliki mobil. Biasanya dalam spesifikasi akan disebutkan A/T 4 percepatan. Artinya, mobil Anda memiliki gigi maju hingga 4.
Usahakan untuk menekan gas secara lembut dan berjalan dengan konstan. Dan jika melakukan pengereman lakukan dengan lembut serta hindari melakukan pengereman mendadak. Hal ini akan berpengaruh terhadap pemakaian bahan bakar.

D2 atau 2. Pada posisi ini, gigi transmisi hanya sampai 2. Fungsinya untuk berjalan pelan seperti pada kondisi jalan buruk atau menurun yang memerlukan gerak mobil perlahan. Akan lebih maksimal apabila posisi ini digunakan saat posisi jalan menurun. Efek pengereman akan terasa dalam situasi seperti ini. Bisa juga digunakan ketika jalan menanjak namun dalam posisi bergerak atau mulai dari 0 km/jam.

L (Low). Cocok digunakan pada kondisi jalan turunan curam. Laju mobil akan tertahan dengan posisi ini karena adanya pengereman oleh mesin. Bahaya mobil ‘nyelonong’ pun dapat dihindari.

Iklan

0 Responses to “Cara Pintar Kemudi Otomatis”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 118.602 hits

Komentar Terbaru

banxit23 di arema,…. cinta tiada…
September 2010
M S S R K J S
« Mar   Okt »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Iklan

%d blogger menyukai ini: