16
Des
09

pasar dinoyo dimalang disatroni

Beraksi Pagi, Satroni Dinoyo
Perampok Masuk Rumah Pukul 07.00, Pembantu Disekap Satu Jam

MALANG – Aksi perampokan tidak lagi mengenal waktu. Bahkan, perkampungan padat penduduk pun menjadi sasaran aksi kejahatan. Aksi perampokan kemarin terjadi di rumah Thoif Muhammad, 43, warga Jl Mayjend Panjaitan XVII, Dinoyo, sekitar pukul 07.00.

Pembantu korban, Nanda Talimayati, 15, disekap selama satu jam sebelum akhirnya diketahui oleh anak majikan , Cicin Oktavia,19. Dalam aksi ini, perampok hanya menggasak dua unit laptop merek Acer dan Compaq, HP merek Nokia, dan satu cincin emas. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 20 juta.

Peristiwa ini terjadi ketika pemilik rumah sedang keluar kota sekitar pukul 07.00. Yang ada hanya Maya -sapaan akrab Nanda Talimayati. Dia sedang di ruang belakang untuk mencuci pakaian. Perampok yang diduga masuk melalui pintu depan ini langsung ke halaman belakang dan menyergap Maya. “Saat saya membungkuk hendak mengambil pakaian kotor di bak, mendadak dari belakang mata serta mulut saya ditutup oleh perampok,” kata Maya.

Maya memastikan bahwa perampoknya dua orang, karena satu orang menutup matanya serta satu orang lagi memegang mulut sambil mendekap badannya hingga tidak bisa bergerak. Saat bersamaan, ada benda tajam menyerupai ujung gunting yang menempel pada leher sebelah kiri.

Sejurus kemudian, perampok menutup kepala serta mulutnya menggunakan lakban. Berlanjut perampok mengikat kedua tangan serta kaki Maya dengan tali plastik. Begitu bisa dilumpuhkan, perampok menyeret Maya ke ruang dapur dan disandarkan pada kompor serta dijaga satu orang.

“Saya tahu ada yang menjaga karena mendengar suaranya yang terus menghardik agar saya tidak berteriak,” katanya. Sejak dibekap perampok itulah, dia tidak henti-hentinya meronta meminta perampok membebaskannya. Namun perampok membentaknya supaya diam dan tidak berontak.

Dalam kondisi mata tertutup, Maya mendengar perampok masuk ke kamar dan naik ke lantai II. “Saya dengar perampok berlari-lari ke di lantai atas, lari kedebukan,” ujar pembantu bertubuh bongsor ini. Sekitar 15 menit beraksi di dalam rumah, perampok kabur dan membiarkan Maya dalam kondisi masih diikat dan dilakban.

Upaya berteriak sekuat tenaga terus dilakukan oleh Maya. Sayangnya, mulutnya tidak bisa dibuka karena lekatan lakban cukup kuat. Beruntung, sekitar pukul 08.15, anak majikannya, Cicin dan teman kuliahnya, Adil Askita, datang ke rumah. Cicin pulang cepat karena jam kuliahnya untuk pagi itu sedang kosong. “Saya dibebaskan oleh Mbak Adil, sedang Mbak Cicin terlihat panik saat melihat saya tergeletak di dapur,” katanya.

Cicin yang kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya itu bergegas menelepon ayahnya yang saat itu sedang bekerja di Sidoarjo. Thoif pun segera bertolak ke Malang begitu dikabari rumahnya disatroni perampok. Berharap memperoleh bantuan, Cicin menelepon teman kuliahnya untuk datang ke rumah.

Sekitar 10 menit setelah peristiwa ini diketahui, sekitar 20 teman kampus Cicin berdatangan. Warga yang diberitahu jika rumah Thoif kerampokan berduyun-duyun datang ke rumahnya.

Kepada Radar, Thoif mengaku tidak langsung menghubungi polisi karena ingin tahu kejadian yang sebenarnya. Jika tidak terlalu parah, dia juga tidak melaporkannya ke polisi. Namun, setibanya dari Sidoarjo sekitar pukul 14.00, dia sadar jika peristiwanya cukup dramatis dan melaporkan kejadian ini kepada salah satu temannya yang dinas di Polwil Malang.

Sekitar pukul 15.30 anggota Polresta Malang dan Polsekta Lowokwaru berdatangan ke rumah korban. Kesehariannya, menurut Thoif, di rumahnya itu hanya ditempati anaknya dan satu pembantu rumah tangga. Sedang dia bekerja di luar kota.

Sementara polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sempat menyesalkan laporan yang terlambat. Karena peristiwa terjadi pukul sekitar 07.00, namun baru dilaporkan ke Polresta Malang pukul 15.00. Sehingga polisi yang melakukan olah TKP menemukan kehilangan bukti petunjuk.

Di antaranya, keaslian lokasi kejadian yang sudah banyak berubah, mulai dari letak barang serta sidik jari yang menempel benda yang diduga dipegang pelaku. “Wah, sidik jarinya amburadul. Sudah banyak yang tidak sempurna,” keluh petugas saat keluar dari lokasi kejadian.

Kapolsekta Lowokwaru AKP Gatot Suseno mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki motif kasus perampokan ini. “Salah satunya memeriksa para saksi. Termasuk memeriksa pembantu rumah tangga yang disekap perampok,” kata Gatot.

Sementara itu, Wiyanto, ketua RW 06, Dinoyo, mengaku cukup kaget dengan aksi perampokan di wilayahnya. “Kok berani ya, perampok itu beraksi. Padahal kampung ini kan padat penduduk,” kata Wiyanto. Bukan hanya dia, beberapa tetangga juga cukup keheranan karena pada jam-jam itu jalan gang ini cukup ramai dilalui mahasiswa yang akan berangkat kuliah. Lokasi perampokan dengan Polsekta Lowokwaru hanya berjarak sekitar 300 meter di belakang polsek.

Iklan

0 Responses to “pasar dinoyo dimalang disatroni”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s


Blog Stats

  • 112,288 hits

Komentar Terbaru

banxit23 di arema,…. cinta tiada…
Desember 2009
M S S R K J S
« Nov   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Iklan

%d blogger menyukai ini: