06
Nov
09

marinir bangun sekolah ” situbondo “

Marinir RI-AS Bangun Sekolah Di Situbondo
Selasa, 20 October 2009 03:04 WIB

Marinir Amerika yakni United States Marine Corps (USMC) dan US Navy bergabung dengan Korps Marinir TNI AL, Senin, untuk membangun gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Banyu Putih, Situbondo, Jawa Timur.

Informasi dari Dispen Korps Marinir menyebutkan kegiatan yang dimulai sejak 17 Oktober 2009 itu merupakan bagian dari rangkaian Latihan Bersama (Latma) Marinir Indonesia dan Amerika ysng bertajuk “Interoperability Field Training Exercise (IIP-FTX) Marine Exercise (Marex) 2009” yang dipimpin Komandan Latihan Kolonel Marinir Nur Alamsyah.

Guru SDN 5, Juma`ani, mengaku sekolah itu didirikan pada tahun 1983 tanpa memiliki gedung sendiri. Karena itu dia senang dengan bakti sosial yang dilakukan Marinir Indonesia dan Amerika di sekolahnya.

“Tahun 1983, proses belajar mengajar dilakukan di teras rumah Ketua RT 01/02 dukuh Bugeman, Disan, dengan jumlah murid 20 anak, kemudian sekolah kami mendapat tambahan siswa dari Dukuh Pondok Langgar hingga meningkat menjadi 73 siswa,” katanya, didampingi Wakil Kepala Sekolah SDN 05 Banyu Putih, Burawi.

Pada tahun 1985, Dinas Pendidikan Ranting Banyu Putih mendirikan gedung SDN 05 Banyu Putih dengan tiga ruang kelas dan satu ruang guru yang berlantaikan semen.

Tahun 2000 dilakukan renovasi lantai diganti dengan ubin dari beton yang dipakai hingga sekarang. Kini, gedung berukuran 8 x 30 meter yang dibangun di atas areal tanah seluas 1.500 m2 itu menjalani renovasi pada bagian dinding, atap, plafon, kusen dan daun pintu jendela, kunci dan pengaitnya.

Pekerjaan renovasi yang dikomandani Mayor Mar Edi Riyaldi serta Komandan Peleton Lettu Mar Rudik Kuskundarto itu dilakukan secara gotong royong antara Korps Marinir TNI AL dengan Marinir Amerika (USMC) dan US Navy.

Pada hari yang sama, di Puskesmas Banyu Putih juga digelar bakti sosial kesehatan gratis yang dilakukan Marinir Indonesia, USMC, dan US Navy.

Pada hari pertama dari bakti sosial yang digelar selama tiga hari itu tercatat 257 pasien yang datang dengan mayoritas menderita penyakit mata, asam urat, dan asma, meski ada beberapa pasien hernia, kulit, diare, gigi, dan sebagainya.

“Kami sempat mengalami kesulitan berkomunikasi dengan pasien yang hanya mampu berbahasa daerah, sebab panitia hanya menyiapkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, sehingga kami memanfaatkan seorang teman sebagai penerjemah bahasa Madura,” kata interpreter Letda Mar Bagus Kresno.

Bahkan, ada adegan yang unik, ketika seorang pasien penyakit mata bernama Miskaya (61) dari Desa Curah Temu kecamatan Banyu Putih akan diperiksa dokter mata.

“Saat diperintahkan untuk membaca huruf mulai dari huruf kecil hingga huruf besar selalu menjawab tidak bisa, lalu setelah ditanya kepada teman saya itu, ternyata seorang nenek yang telah memiliki lima cucu itu memang buta huruf,” katanya, tersenyum.

Iklan

0 Responses to “marinir bangun sekolah ” situbondo “”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s


Blog Stats

  • 112,288 hits

Komentar Terbaru

banxit23 di arema,…. cinta tiada…
November 2009
M S S R K J S
« Okt   Des »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
Iklan

%d blogger menyukai ini: