PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
USAHA PRODUKSI GADUNG (Dioscorea hispida) INSTAN
RASA COCOPANDAN SEBAGAI BAHAN PANGAN
DAN SEBAGAI PENGOBATAN ALTERNATIF RHEUMATIK
Bidang Kegiatan:
PKMK
(Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan)
Disusun Oleh
- 1. ILHAM ATHO’ILLAH NIM 107711407021
- 2. ADITYA BANGUN NIM 107711407012
- 3. AMIN NIM 906432401161
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
MALANG
2010
HALAMAN PENGESAHAN PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA
- Judul Kegiatan : Usaha Produksi Gadung (Dioscorea hispida) Instan Rasa Cocopandan Sebagai Pengobatan Alternatif Rheumatik
- Bidang Kegiatan : ( ) PKMP (√) PKMK
( ) PKMT ( ) PKMM
- Bidang Ilmu : ( ) Kesehatan ( ) Pertanian
( ) MIPA ( ) Humaniora
(√) Sosial Ekonomi ( ) Pendidikan
( ) Teknologi dan Rekayasa
- Ketua Pelaksanaan Kegiatan
- Nama Lengkap : Ilham Atho’illah
- NIM : 107711407021
- Jurusan : PJK
- Universitas : Universitas Negeri Malang
- Email : ilham.rahma@yahoo.co.id
- Alamat : Jl. Raya Warungdo No.3 Pasuruan
- Alamat Kos : Jl. Terusan Ambarawa 29, Malang
- Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 orang
- Dosen Pendamping
- Nama Lengkap dan Gelar : Dra. Sri Purnami, M.Pd
- NIP : 195206231979032001
Alamat Rumah dan No. Telp. : Jl.Min Suwarso Batu 38
Telp (08155502045)
7. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti : Rp 9.932.000,-
8. Jangka Waktu Pelaksanaan : 3 bulan
Menyetujui : Malang, 26 Agustus 2010
Ketua Jurusan PJK Ketua Pelaksana Kegiatan
Drs. Mu’arifin, M.Pd Ilham Atho’illah
NIP. 196508011990011001 NIM. 107711407021
Mengetahui,
Pembantu Rektor III Dosen Pendamping
Drs. Kadim Masjkur, M.Pd Dra. Sri Purnami, M.Pd
NIP. 195412161981021001 NIP. 195206231979032001
A. JUDUL
Usaha Produksi Gadung (Dioscorea hispida) Instan Rasa Cocopandan Sebagai Bahan Pangan dan Sebagai Pengobatan Alternatif Rheumatik.
B. LATAR BELAKANG MASALAH
Peradaban manusia yang semakin berkembang serta diimbangi dengan pertumbuhan penduduk yang semakin tahun semakin meningkat, menuntut adanya suatu terobosan-terobosan baru yang berguna bagi kelangsungan hidup manusia di muka bumi. Salah satu usaha dalam merealisasikan terobosan tersebut adalah pemanfaatan Gadung Sebagai Bahan Pangan yang Berkualitas.
Gadung yang mempunyai nama latin Dioscorea hispida merupakan tumbuhan perambat, berumur menahun (perenial), panjang bisa mencapai 10 m. Batang berkayu, silindris, membelit, warna hijau, bagian dalam solid, permukaan halus, berduri. Daun majemuk, bertangkai, beranak daun tiga (trifoliolatus), warna hijau, panjang 20 – 25 cm, lebar 1 – 12 cm. Gadung tergolong tanaman umbi-umbian yang sudah populer walaupun kurang mendapat perhatian dari masyarakat maupun industri untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang mempunyai kualitas yang baik.
Menurut Rindit Pambayun, staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya
(Kompas, 7/12/97), gadung bisa memenuhi kebutuhan energi tubuh dan enak dimakan, asal kandungan racunnya dinetralkan.
Selain dapat diolah sebagai bahan pangan yang berkualitas, gadung juga dapat di jadikan obat alternatif untuk mengobati penyakit nyeri sendi atau rheumatik. Komposisi zat makanan yang terdapat di dalam gadung seperti alkaloid dioskorina, diosgenina, saponin, furanoid norditerpena, zat pati, dan tannin, sangat baik sebagai pengobatan alternatif untuk mengobati rheumatik. (http://id.wikipedia.org/wiki/Gadung)
Saat ini berbagai upaya dilakukan untuk mengembangkan produk pangan yang dapat diandalkan sebagai pemelihara kesehatan dan kebugaran tubuh. Bahkan bila dimungkinkan produk tersebut bisa menyembuhkan efek negatif penyakit tertentu. Pola hidup back to nature dewasa ini sangat digemari oleh masyarakat yang ingin menjalankan hidup sehat secara alami, aman dan sehat. Oleh karena itu mengkonsumsi gadung sebagai bahan makanan yang berkualitas adalah salah satu cara pola hidup back to nature yang alami, sehat serta bermanfaat bagi tubuh untuk mengobati penyakit rhuematik.
Memang bahan makanan dari gadung kurang populer di masyarakat. Namun dengan mengolah gadung dengan benar dan memberikan hasil produk yang menarik dan tidak kalah lezat dari nasi maupun makan pokok yang lain, maka lama-kelamaan gadung dapat diterima di masyarakat sebagai bahan makanan pokok di samping beras dan jagung. Disamping itu, agar masyarakat mengenal lebih jauh tentang makanan pokok dan manfaat dari gadung, diperlukan promosi atau pemasaran yang akan mensosialisasikan produk dari gadung ini ke dalam masyarakat.
Karena di dalam gadung terdapat racun, maka diperlukan cara pengolahan gadung dengan benar agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok selain beras dan jagung serta tidak berbahaya bagi tubuh kita.
Berdasarkan latar belakang masalah yang sudah dijelaskan di atas, maka penulis mengangkat judul “Usaha Produksi Gadung (Dioscorea hispida) Instan Rasa Cocopandan Sebagai Bahan Pangan dan Sebagai Pengobatan Alternatif Rheumatik” di dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa ini.
C. PERUMUSAN MASALAH
Produk bahan pangan dari gadung ini akan sangat digemari konsumen yang ingin hidup sehat dan yang menginginkan variasi makanan pokok selain beras dan jagung. Karena disamping dapat mengobati penyakit rheumatik, bahan pangan dari gadung ini tidak kalah kandungan karbohidratnya jika dibandingkan dengan beras maupun jagung. Namun permasalahan utama yang dihadapi adalah produk ini kurang dikenal oleh masyarakat luas dan bagaimana cara pengolahan gadung yang benar sehingga aman dikonsumsi.
Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah adalah bagaimana cara pengolahan gadung yang benar sehingga menghasilkan produk pangan yang berkualitas yang sehat dan aman dikonsumsi?
D. TUJUAN
Tujuan dari program ini adalah untuk mengetahui cara pengolahan gadung yang benar sehingga menghasilkan produk pangan yang berkualitas yang sehat dan aman dikonsumsi.
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Produk bahan makanan dari gadung rasa cocopandan menjadi bahan makanan yang digemari masyarakat sebagai bahan makanan pokok pengganti beras maupun jagung yang bermanfaat untuk mengobati penyakit rheumatik.
F. KEGUNAAN
Adapun kegunaan Program Kreativitas Mahasiswa yang berjudul “usaha produksi gadung instant rasa cocopandan sebagai bahan pangan dan sebagai pengobatan alternatif rheumatik” sebagai berikut :
- Bagi Mahasiswa
- Menambah pengetahuan mahasiswa tentang manfaat dari gadung
- Mampu mengembangkan usaha produksi bahan pangan gadung instant rasa cocopandan sebagai obat alternatif rheumatik yang memiliki nilai ekonomis dan manfaat yang tinggi.
- Sebagai upaya pengaplikasian ilmu yang telah diperoleh sehingga mampu diaplikasikan dalam masyarakat.
- Bagi Masyarakat
- Memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa gadung dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang berkualitas dan dapat mengobati penyakit rheumatik.
- Untuk membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
- Dapat menikmati hasil olahan gadung yang sehat dan bermanfaat.
G. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
Bahan makanan gadung (Dioscorea hispida) instant rasa cocopandan sangat berpotensi di Indonesia sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras dan jagung dimana Indonesia kaya akan hasil pertanian termasuk didalamnya adalah gadung (Dioscorea hispida). Untuk pembuatan bahan makanan gadung rasa kelapa, bahan baku yang digunakan adalah gadung yang berasal dari Desa Ngebel Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo yang banyak menghasilkan gadung yang mempunyai kualitas yang baik.
Bahan makanan gadung rasa cocopandan selain memiliki nilai ekonomis juga bermanfaat sebagai obat alternatif rheumatik. Mengonsumsi bahan makanan dari gadung berarti kita mendapat energi yang cukup untuk aktivitas sehari-hari juga mencegah dan mengobati rheumatik.
Selama ini masyarakat Indonesia pada umumnya menjadikan beras dan jagung sebagai makanan pokok sehari-hari. Dengan adanya produk bahan makanan dari gadung rasa kelapa yang bermanfaat sebagai pengobatan alternatif penyakit rheumatik, diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi bahan makanan dari gadung yang mempunyai karbohidrat yang tidak kalah banyak dari beras maupun jagung.
Pembuatan bahan makanan gadung rasa cocopandan terdiri dari beberapa tahap diantaranya :
a) Tahap Produksi
b) Tahap Pengemasan
c) Tahap Pemasaran dan Distribusi
a) Tahap Produksi
Menurut Rindit Pambayun, staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya
(Kompas, 7/12/97), gadung bisa memenuhi kebutuhan energi tubuh dan enak dimakan, asal kandungan racunnya dinetralkan.
Asam sianida atau asam biru baru timbul saat jaringan umbi gadung dirusak, misalnya dikupas atau diiris. Bila jaringan rusak, dua senyawa prekursor (kandidatracun), yaitu linamarin dan lotaustralin, yang terkandung di dalamnya akan kontak dengan enzim linamarase dan oksigen udara hingga menjadi glukosa dan sianohidrin. Sianohidrin, pada suhu kamar dan kondisi basa (pH di atas 6,8), akan terpecah membentuk racun sianida (HCN) dan aseton.
Senyawa linamarin dan lotaustralin sangat mudah larut dalam air dan tidak tahan panas sehingga mudah dihilangkan. Karena itu, ada tiga cara proses yang dapat dilakukan. Pertama, segera setelah dikupas dan diiris (dengan ketebalan kurang lebih tiga mm) langsung dicuci dengan air mengalir, direndam di dalamnya selama tiga hari tiga malam. Setelah perendaman, gadung dicuci dan dijemur sampai kering. Kedua, setelah dikupas dan diiris, irisan segera diolesi abu dapur dan dijemur sampai kering, direndam dalam air selama satu malam, dan dijemur lagi sampai kering. Ketiga, umbi gadung yang telah dikupas segera direbus dalam air mendidih selama 30 menit, selanjutnya diiris tipis, dicuci, dan dijemur sampai kering.
Melalui cara perendaman, selain melarutkan senyawa linamarin dan lotaustralin, juga memacu pertumbuhan mikro-organisme yang dapat menguraikan racun gadung menjadi asam organik. Cara ketiga, bertujuan melumpuhkan enzim linamarase sehingga tidak bisa mengatalisis pembentukan HCN.
Dengan ketiga cara itu, residu HCN tinggal 1-10 mg per kg gadung. Residu dapat
dihilangkan dengan proses pemanasan cukup saat gadung dimasak. Maka, gadung pun aman sebagai bahan pangan alternatif.
Bahan-bahan yang diperlukan dalam tahapan produksi adalah :
- Gadung (Dioscorea hispida) yang berkualitas baik (segar dan tidak busuk)
- Kelapa (tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda)
- Daun pandan
- Air (digunakan untuk merendam dan mencuci gadung)
- Wadah tempat merendam gadung
- Alat tumbuk/giling
Proses produksi:
- Sediakan bahan-bahan yang diperlukan
- Gunakan cara proses yang pertama untuk menghilangkan racun yang terdapat di dalam gadung. Kupas dan iris gadung dengan ketebalan kurang lebih 3 mm kemudian langsung dicuci dengan air mengalir dan direndam dalam air selama tiga hari tiga malam. Setelah perendaman, gadung dicuci dan dijemur sampai kering.
- Gadung yang sudah kering ditumbuk atau dihaluskan untuk memperkecil ukuran. Gunanya agar mudah disajikan dan dikonsumsi.
- Parut kelapa dan sangrai bersama daun pandan hingga parutan kelapa berwarna kecoklatan dan kering. Proses sangrai ini bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam kelapa agar makanan bisa tahan lama. Tambahkan daun pandan untuk memberikan aroma dan garam secukupnya untuk memberikan rasa, kurang lebih 1 sendok makan garam untuk setiap 250 gram parutan kelapa.
- Campurkan Gadung yang sudah ditumbuk atau dihaluskan dengan parutan kelapa yang sudah di sangrai dengan pandan dengan perbandingan 10 : 1. 10 untuk Gadung yang sudah dihaluskan dan 1 untuk parutan kelapa yang sudah di sangrai.
b) Tahap Pengemasan
Agar lebih menarik konsumen dan menambah nilai jual maka proses pengemasan dibuat semenarik mungkin dan higienis agar produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasaran. Misalkan dengan memberikan label atau gambar produksi yang menarik untuk memberikan kepercayaan kepada konsumen.
c) Tahap Pemasaran dan Distribusi
Adapun tahap pemasaran produk ini adalah sebagai berikut :
- Menentukan harga jual dilihat dari berapa biaya yang diperlukan dalam proses produksi dan sudah termasuk laba.
- Menentukan sasaran sebagai tujuan tempat pemasaran produk.
- Mendistribusikan produk
Produk ini akan didistribusikan di tingkat pengecer yaitu dengan cara ditempelkan di toko-toko kecil. Kemudian seiring dengan berkembangnya usaha dan produksi pemasaran akan diperlebar dengan mendistribusikan di pedagang besar dan agen-agen penyalur yang relevan dengan hasil produksi ini misalnya minimarket atau supermarket.
- Melakukan promosi produk
Promosi dilakukan dengan memasang iklan, poster dan penyebaran pamflet di tempat-tempat umum dan tempat sasaran yang dimungkinkan banyak menarik konsumen. Selain itu, diadakan bazar makanan tradisional terutama makanan tradisional yang menyehatkan.
- Melakukan evaluasi produksi dan pengawasan pemasaran terhadap hasil produksi.
Didalam usaha gadung instant rasa cocopandan ini diproduksi 1500 bungkus dalam 3 bulan. Setiap bungkus mempunyai berat bersih 1 kg. Dalam bulan pertama memproduksi gadung instant rasa kelapa sebanyak 350 bungkus. Bulan kedua memproduksi 500 bungkus dan pada bulan ketiga memproduksi gadung instant rasa cocopandan sebanyak 650 bungkus.
Alur proses produksi dapat dijelaskan sebagai berikut
|
|
|
:
|
|||||||||||||||||
H. METODE PELAKSANAAN
Metodologi pelaksanaan program kreativitas mahasiswa ini melalui beberapa prosedur yang dijabarkan sebagai berikut :
I. RANCANGAN BIAYA
1. Bahan Produksi
| No. | Alat dan Bahan | Satuan | Harga | Jumlah |
| 1. | Gadung | 1600 Kg | Rp 2.000 | Rp 3.200.000 |
| 2. | Kelapa | 90 Kg | Rp 2.500 | Rp 225.000 |
| 3. | Pandan | 15 ikat | Rp 3.000 | Rp 45.000 |
| 4. | Garam | 6 bungkus | Rp 2.000 | Rp 12.000 |
| 5. | Minyak Tanah | 20 liter | Rp 6.000 | Rp 120.000 |
| 6. | Minyak Goreng | 30 liter | Rp 10.000 | Rp 300.000 |
| Total | Rp 3.902.000 |
2. Bahan Penunjang
| No | Bahan | Satuan | Harga | Jumlah |
| 1 | Kompor | 6 buah | Rp135.000 | Rp 810.000 |
| 2 | Wajan | 6 buah | Rp 35.000 | Rp 2 10.000 |
| 3 | Alat Penggorengan | 6 buah | Rp 20.000 | Rp 120.000 |
| 4 | Saringan | 6 buah | Rp 35.000 | Rp 210.000 |
| 5 | Alat Pengemas | 3 buah | Rp400.000 | Rp 1.200.000 |
| 6 | Iklan
- Brosur - Label Kemasan - Poster |
Rp 150.000 Rp 100.000 Rp 50.000 |
Rp 300.000 | |
| 7 | Plastik Kemasan | 60 pak | Rp 6.000 | Rp 360.000 |
| 8 | Buku tulis | 1 pak | Rp 25.000 | Rp 25.000 |
| 9 | Bolpoint | 1 pak | Rp 25.000 | Rp 25.000 |
| 10 | Listrik komputer | Rp150.000 | Rp 150.000 | |
| 11 | Biaya cetak label | Rp 100.000 | Rp 100.000 | |
| 12 | Ember | 10 buah | Rp 180.000 | Rp1.800.000 |
| Total | Rp5.310.000 |
3. Biaya Distribusi
| No | Tujuan | Jumlah Orang | Lama
(3 bulan) |
Biaya/3 bulan | Jumlah |
| 1 | Pasuruan | 1 orang | 2 minggu sekali | Rp 20.000 | Rp 120.000 |
| 2 | Situbondo | 1 orang | 1 kali dalam 1 bulan | Rp 100.000 | Rp 300.000 |
| 3 | Malang | 2 orang | 1 kali dalam satu bulan | Rp 75.000 | Rp 75.000 |
| 4 | Kota lain | 2 orang | 3 kali | Rp 75.000 | |
| Total | Rp 570.000 |
4. Lain-lain
| No | Keterangan | Jumlah Orang | Lama | Biaya | Jumlah |
| 1 | Jasa Penggilingan | 3 bulan | Rp 150.000 | ||
| Total | Rp 450.000 |
Hasil Penjualan Produk :
Harga jual setiap kemasan 1kg @ Rp. 10.000,-
Biaya Total Produksi Rp. 9.932.000,-
Produksi yang dihasilkan 1500 bungkus
Pendapatan kotor : Rp.10.000 x 1500 = Rp. 15.000.000,-
Keuntungan : Rp. 15.000.000,- ─ Rp. 9.932.000,- = Rp. 5.068.000,-
Tabel I. Analisis Biaya Produksi Gadung Instan Rasa Cocopandan
Uraian |
Waktu Produksi (bulan) |
Total |
||
| 1 | 2 | 3 | ||
| I. Bahan produksi | ||||
| 1. Gadung | Rp 980.000 | Rp1.100.000 | Rp1.120.000 | Rp 3.200.000 |
| 2. Kelapa | Rp 50.000 | Rp 75.000 | Rp 150.000 | Rp 225.000 |
| 3. Pandan | Rp 10.000 | Rp 15.000 | Rp 20.000 | Rp 45.000 |
| 4. Garam | Rp 4.000 | Rp 4.000 | Rp 4.000 | Rp 12.000 |
| 5. Minyak Tanah | Rp 40.000 | Rp 40.000 | Rp 40.000 | Rp 120.000 |
Total I |
Rp1.084.000 | Rp 1.234.000 | Rp1.334.000 | Rp 3.902.000 |
| II. Biaya Penunjang | ||||
| 1. Kompor | Rp 810.000 | Rp 810.000 | ||
| 2. Wajan | Rp 210.000 | Rp 2 10.000 | ||
| 3.Alat Penggorengan | Rp 120.000 | Rp 120.000 | ||
| 4. Saringan | Rp 210.000 | Rp 210.000 | ||
| 5. Alat Pengemas | Rp1.200.000 | Rp 1.200.000 | ||
| 6. Iklan
- Brosur - Label Kemasan - Poster |
Rp 300.000 | Rp 300.000 | ||
| 7. Plastik Kemasan | Rp 360.000 | Rp 360.000 | ||
| 8. Buku tulis | Rp 25.000 | Rp 25.000 | ||
| 9. Bolpoint | Rp 25.000 | Rp 25.000 | ||
| 10.Listrik komputer | Rp 150.000 | Rp 150.000 | ||
| 11.Biaya cetak label | Rp 100.000 | Rp 100.000 | ||
| 12. Ember | Rp1.800.000 | Rp1.800.000 | ||
| Total II | Rp5.310.000 | |||
| III. Biaya Distribusi | Rp 570.000 | |||
| Total III | Rp 570.000 | |||
IV. Biaya Lain-lain |
||||
| - Konsumsi | Rp 300.000 | |||
- Jasa penggilingan |
Rp 150.000 | |||
Total IV |
Rp 450.000 | |||
Total Keseluruhan |
Rp 9.932.000 | |||
Pemasukan |
Rp 4.800.000 | Rp. 4.950.000 | Rp 5.250.000 | Rp. 15.000.000,- |
Keuntungan |
Rp 1.650.000 | Rp 1.650.000 | Rp 1.768.000 | Rp. 5.068.000,- |
J. JADWAL KEGIATAN
| No | Kegiatan | Bulan I | Bulan II | Bulan III | |||||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 1 | 2 | 3 | 4 | 1 | 2 | 3 | 4 | ||
| 1 | Persiapan | ||||||||||||
| - Tempat produksi | √ | ||||||||||||
| - Bahan baku | √ | ||||||||||||
| 2 | Perlakuan | ||||||||||||
| - Produksi | √ | √ | √ | ||||||||||
| - Pengemasan | √ | √ | √ | ||||||||||
| - Distribusi dan pemasaran | √ | √ | √ | √ | √ | √ | |||||||
| 3 | Evaluasi dan pemantauan pemasaran | √ | |||||||||||
| 4 | Membuat laporan dan rancangan kedepan | √ | √ | ||||||||||
LAMPIRAN 1:
CURRIcUlUM VITAE
DOSEN PENDAMPING
DATA PRIBADI
Nama lengkap dan Gelar : Dra. Sri Purnami, M.Pd
Tempat/ Tgl. Lahir : Malang, 23 Juni 1952
NIP :195206231979032001
Alamat Rumah dan No. Telp. : Jl.Min Suwarso Batu 38
Telp (08155502045)
PENDIDIKAN FORMAL
- SD Lulus Tahun 1965
- SMP Lulus Tahun 1968
- SMOA Lulus Tahun 1971
- Sarjana Muda Lulus Tahun 1975
- Sarjana Lulus Tahun 1991
- Magister Lulus Tahun 2003
RIWAYAT PEKERJAAN
- Guru SPG Banyuwangi Tahun 1976 – 1986
- Guru SGO Malang Tahun 1986 – 1991
- Dosen PGSD UPP II UM Tahun 1991 – 2008
- Dosen IK UM Malang Tahun 2008 – sekarang
KARYA ILMIAH (JURNAL):
- Profil Guru Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar, tahun 2003. (Penerbit: Artikel Sekolah Dasar)
- Penggunaan Metode Pembelajaran Gerak dalam Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar, tahun 2001. (Penerbit: Wahana Sekolah Dasar)
- Perbedaan Kinerja Guru Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan dan Masa Kerja. (Penerbit: Jurnal Ilmu Pendidikan)
PENELITIAN:
- Profil Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar di Kabupaten Malang, tahun 2007.
Perbedaan Kinerja Guru Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan dan Masa Kerja.
Malang 14 Agustus 2010
Dra. Sri Purnami, M.Pd
NIP. 195206231979032001
LAMPIRAN 2:
CURRICULUM VITAE
KETUA PELAKSANA
DATA PRIBADI
a. Nama lengkap : Ilham Atho’illah
b. Tempat, tanggal lahir : Pasuruan, 3 Mei 1989
c. Jenis kelamin : Laki-laki
d. Agama : Islam
e. Kewarganegaraan : Indonesia
f. Status : Belum menikah
g. Alamat rumah : Jl. Raya Wrungdowo No.3 Pasuruan
Telp (08563063020)
h. Email : ilham.rahma@yahoo.co.id
i. Alamat kos : Jl. Terusan Ambarawa, Sumber Sari 29, Malang
PENDIDIKAN FORMAL
- SDN Pekuncen Pasuruan
- SMPN 3 Pasuruan
- SMAN 3 Pasuruan
- Jurusan PJK UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Malang, 14 Agustus 2010
Ilham Atho’illah
NIM. 107711407021
LAMPIRAN 3:
CURRICULUM VITAE
ANGGOTA PELAKSANA
DATA PRIBADI
- Nama lengkap : Aditya Bangun
- Tempat, tanggal lahir : Situbondo, 22 September 1988
- Jenis kelamin : Laki-laki
- Agama : Islam
- Kewarganegaraan : Indonesia
- Status : Belum menikah
- Alamat rumah : Jl. Wirakrama Curah Jeru RT 04 RW 02
Telp (085755355441)
h. Email :t1o_bangun@yahoo.co.id
i. Alamat kos : Jl. Terusan Surabaya 56B, Malang
PENDIDIKAN FORMAL
- SDN 1 Curah Jeru
- SMPN 1 Situbondo
- SMAN 2 Situbondo
- JURUSAN PJK 2007 UNVERSITAS NEGERI MALANG
Malang, 14 Agustus 2010
Aditya Bangun
NIM. 107711407012
LAMPIRAN 4 :
CURRICULUM VITAE
ANGGOTA PELAKSANA
DATA PRIBADI
- Nama lengkap : Amin
- Tempat, tanggal lahir : Blitar, 28 Nopember 1987
- Jenis kelamin : Laki-laki
- Agama : Islam
- Kewarganegaraan : Indonesia
- Status : Belum menikah
- Alamat rumah : Jl. Kerantil 83 Blitar
Telp (085646383110)
- Email : mienz_bbc@yahoo.com
- Alamat kos : Jl. Raya Candi 2A 540, Malang
PENDIDIKAN FORMAL
- SDN 2 BLITAR
- SMPN 1 BLITAR
- SMAN 3 BLITAR
- JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN 2006 UNVERSITAS NEGERI MALANG
Malang, 14 Agustus 2010
Amin
NIM. 906432401161
Komentar Terakhir