hey,, tmen2…….
mlm thun bru neh q sndri neh, plgi bsog tuh hampa rasax.
klian enk yah pd pny psngan,,,,,!!!!!!!!
bgi2 dunk,,,hehe emnk mkanan ya dbgi
mksd q cri2n gt loh…………………..
klo gk kbtan ce……………
Kabupaten Malang
adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya saat ini berada di kota Malang. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2008, Kota Kepanjen ditetapkan sebagai ibu kota Kabupaten Malang yang baru. Kota Kepanjen saat ini sedang berbenah diri agar nantinya layak sebagai ibu kota kabupaten. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, Kota Batu, dan Kabupaten Pasuruan di utara, Kabupaten Lumajang di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri di barat. Sebagian besar wilayahnya merupakan pegunungan yang berhawa sejuk, Malang dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama di Jawa Timur.
* 1 Pembagian administratif
* 2 Keadaan geografis
* 3 Transportasi
o 3.1 Bus
o 3.2 Kereta api
o 3.3 Pesawat
* 4 Pariwisata
o 4.1 Wisata gunung
o 4.2 Wisata air
o 4.3 Wisata air terjun
o 4.4 Wisata sejarah
o 4.5 Wisata pantai
o 4.6 Wisata agro
* 5 Pranala luar
Kabupaten Malang terdiri atas 33 kecamatan, yang dibagi lagi menjadi sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Kepanjen. Pusat pemerintahan sebelumnya berada di Kota Malang. Kota Batu dahulu bagian dari Kabupaten Malang, sejak tahun 2001 memisahkan diri setelah ditetapkan menjadi kota. Ibukota kecamatan yang cukup besar di Kabupaten Malang antara lain Lawang, Singosari, Dampit, dan Kepanjen.
Kabupaten Malang adalah kabupaten terluas kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Banyuwangi. Sebagian besar wilayahnya berupa pegunungan. Bagian barat dan barat laut berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Arjuno (3.339 m) dan Gunung Kawi (2.651 m). Di pegunungan ini terdapat mata air Sungai Brantas, sungai terpanjang di Jawa Timur.
Bagian timur merupakan kompleks Pegunungan Bromo-Tengger-Semeru, dengan puncaknya Gunung Bromo (2.392 m) dan Gunung Semeru (3.676 m). Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa. Kota Malang sendiri berada di cekungan antara kedua wilayah pegunungan tersebut. Bagian selatan berupa pegunungan dan dataran bergelombang. Dataran rendah di pesisir selatan cukup sempit dan sebagian besar pantainya berbukit.
Kabupaten Malang memiliki potensi pertanian dengan iklim sejuk. Daerah utara dan timur banyak digunakan untuk perkebunan apel. Daerah pegunungan di barat banyak ditanami sayuran dan menjadi salah satu penghasil sayuran utama di Jawa Timur. Daerah selatan banyak digunakan ditanami tebu dan hortikultura, seperti salak dan semangka. Selain perkebunan teh, Kabupaten Malang juga berpotensi untuk perkebunanan kopi,dan cokelat(daerah pegunungan Kecamatan Tirtoyudo).Hutan jati banyak terdapat di bagian selatan yang merupakan daerah pegunungan kapur.
[sunting] Transportasi
Transportasi angkutan antarkota dilayani dengan bus, pesawat, dan kereta api. Terminal bus antarkota adalah Terminal Arjosari (terminal pusat yang melayani semua jurusan), Gadang (jurusan Dampit, Wajak, Lumajang, Blitar, dan Tulungagung), dan Landungsari (jurusan Jombang, Tuban, dan Kediri). Angkutan dalam kabupaten menggunakan bus mini dan angkutan pedesaan. Terminal di wilayah Kabupaten Malang adalah Kepanjen, Dampit, Wajak, Lawang, dan Tumpang.
Malang terletak di jalur kereta api lintas Surabaya-Malang-Blitar-Kertosono-Surabaya. Terdapat 6 stasiun di wilayah Kabupaten Malang (Lawang, Singosari, Pakisaji, Kepanjen, Ngebruk, dan Sumberpucung). Lintasan kereta api di wilayah Kabupaten Malang termasuk unik karena melewati dua buah terowongan di daerah Bendungan Sutami, Karangkates.
[sunting] Pesawat
Bandara Abdul Rahman Saleh yang terletak di Kecamatan Pakis melayani penerbangan sipil dengan jurusan Malang – Jakarta (Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, Batavia Air) dengan total penerbangan sebanyak 5 penerbangan per hari.
[sunting] Pariwisata
Malang dikenal sebagai daerah tujuan wisata utama Jawa Timur. Berikut ini adalah beberapa tempat wisata menarik di Kabupaten Malang.
* Gunung Kawi, terletak di wilayah Kecamatan Wonosari. Terkenal sebagai tempat wisata spiritual.
* Gunung Arjuno-Welirang, sering dipakai untuk pendakian dengan rute Junggo, Cangar, Singosari, Lawang, Purwosari, atau Pandaan.
* Bromo lewat Gubuk Klakah – Kecamatan Poncokusumo.
* Waduk Selorejo, terletak di Kecamatan Ngantang (di tepi jalan raya Malang-Jombang)
* Kasembon Rafting, merupakan obyek wisata bagi pencinta olahraga arung jeram, terletak di kecamatan Kasembon (70 km barat kota Malang).
* Bendungan Sutami, terletak di Kecamatan Sumberpucung.
* Taman Ria Sengkaling, terletak di tepi jalan raya Malang-Batu, terdapat kolam renang dan taman bermain.
* Wendit Water Park, terletak di jalan raya Mangliawan Pakis. Sebuah tempat wisata yang baru saja di renovasi. Obyek wisata ini terkenal dengan sumber airnya dan kera-nya.
* Pemandian Umbulan,merupakan pemandian bernuansa pegunungan terletak di Kecamatan Dampit tepatnya di Des Ubalan 2 Km dari pusat kota.
* Pemandian Dewi Sri, terletak di Kecamatan Pujon, menyajikan wisata pemandian air pegunungan. Wisata ini berada di dekat Pasar Pujon sebagai sentra pemasaran buah dan sayur mayur (Terminal Agribisnis Mantung).
* Pemandian Ken Dedes, terletak di Kecamatan Singosari
* Air terjun Coban Rondo, terletak di Kecamatan Pujon.
* Air terjun Coban Talun, Coban Rais.
* Air terjun Coban Pelangi, terletak di Kecamatan Poncokusumo.
* Air terjun Coban Glothak, terletak di Kecamatan Wagir.
* Candi Singosari dan arca Dwarapala, terletak di Kecamatan Singosari,
* Candi Jago di Kecamatan Jabung serta
* Candi Kidal di kecamatan Tumpang semua candi di kabupaten malang sebagian besar adalah peninggalan sejarah kerajaan Singhasari.
* Donomulyo: Modangan (70km), Ngliyep 62km, Jonggring Saloko (69 km), Kondang Bandung, Kondang Iwak, Bantol, Nglurung, Ngebros
* Gedangan: Bajul Mati (58km), Wonogoro (55km), Nganteb
* Bantur: Balekambang (57km), Kondang Merak (59km), Kipas
* Sumbermanjing Wetan: Tamban (68km), Rawa Indah, Tambak Asri (60km), Sendangbiru (Segoro Anakan) (69km)
* Tirtoyudo: Sipelot, Lenggoksono, Tanger (70km)
* Ampelgading: Licin (64km)
* catatan dalam kurung kilometer dari Kota Malang
* Kebun Teh PTPN Wonosari di kecamatan Lawang, terdapat agrowisata serta cottage yang dapat disewa jika ingin berlibur.
Arema Lambang Pemersatu Malang Raya
![]() |
Selasa, 11 Agustus 2009 10:25:58 WIB
Malang (beritajatim.com) - Pada 11 Agustus, 22 tahun lalu merupakan hari lahirnya Arema Malang di era Galatama (Liga Utama) yaitu kasta persepakbolaan semi profesional.
Saat itu, keberanian Lucky Acub Zaenal untuk membidani lahirnya klub sepak bola semi pro di kota Malang seperti halnya Surabaya yang memiliki Niac Mitra, Sidoarjo sebagai home base Warna Agung serta Jakarta yang memiliki Pelita Jaya.
Pengaruh Arema saat itu sebagai pendatang baru, sangat dipertimbangkan oleh dunia persepakbolaan Indonesia. Beberapa pemain bintang yang terkena hukuman, saat itu masuk dalam tim berlogo Singa sesuai dengan bintang kelahirannya yaitu Leo seperti Jamrawi, penjaga gawang nasional, Doni Latuparisa serta pemain-pemain nasional lainnya yang sangat disegani oleh lawan-lawannya.
Arema yang sebelumnya bernama Armada yang kemudian berganti Arema 86 yang dikomandani pak Derek, merubah nama menjadi Arema FC berkat masukan tokoh masyarakat Malang, termasuk mantan Walikota Malang yang karismatik, Ebes Soegijono yang juga mantan Wakil Gubernur Irian Jaya, Acub Zaenal yang saat itu sebagai Ketua Liga Sepak Bola Utama atau Galatama.
Berkat menggunakan nama tersebut Arema mampu mengalahkan nama Persema yang saat itu di divisi utama kompetisi perserikatan. “Nama Arema memang marketable, sebab nama Arema aslinya merupakan sebutan Arek Malang yang ada di Jakarta atau luar Malang. Arema adalah kultur masyarakat Malang. Yaitu teguh dalam prinsip, berani bertanggung jawab, terbuka dan mempunyai persaudaraan yang kuat,” ujat Lucky Acub Zainal suatu ketika pada Panca Rakhmad Pamungkas, reporter beritajatim.com.
Bahkan Arema FC mampu mempersatukan masyarakat Malang yang saat itu didominasi oleh gank antar kampung seperti Inggris sebutan gank dari Sukun. Arpol (Gank daerah Polehan), arek Mergosono daerah yang terkenal dengan kawasan hitam saat itu. “Dengan Arema FC, gank-gank tersebut terkikis perlahan, mereka tidak ada friksi lagi namun mereka menjadi saling kenal dan bahu membahu untuk mendukung Arema FC. Ini adalah efek domino dari persepakbolaan yang menggunakan nama daerah,” tutur Lucky Acub Zaenal.
Dijelaskannya, gank-gank kecil daerah saat itu, setiap malam di Alun-alun Kota Malang selalu berkelahi entah itu dipicu masalah kecil atau dendam antar gank. “Kini semua terkikis oleh kekuatan Arema. Saya tidak menyangka itu bisa terjadi. Alhamdulillah ini adalah sebuah prestasi di luar bola yang tidak bisa kita duga. Bola atau olahraga adalah bahasa universal yang harus dijaga,” paparnya.
Bahkan dari Arema muncul istilah-istilah yang luar biasa bagi perdamaian yang� diciptakan dari sosok Master of Cerimony (MC) Arema yaitu Ovan Tobing yang saat itu menjadi penyiar radio Senaputra. Seperti ‘Salam Satu Jiwa’, istilah tersebut muncul secara spontan dan membawa benih-benih perdamaian di bumi Arema (Malang). “Kita tidak bisa memungkiri istilah-istilah yang dikeluarkan oleh bang Ovan Tobing membuat kita menjadi damai. Dia memang seorang orator yang besar termasuk dalam MC musik rock saat itu. Ketika Ovan Tobing menjadi MC tidak akan pernah ada perkelahian didalam maupun di luar gedung pertunjukan,” kata Lucky, anak toko sepak bola nasional Acub Zaenal.
Selain itu, Arema FC mampu menjadi ikon baru bagi kota kecil seperti Malang saat itu. “Memang Malang saat itu sudah terkenal sebagai kota pendidikan dan wisata. Namun dengan Arema FC, Malang Raya lebih dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia. Ini terjadi saat kita tour luar Jawa, Malang itu dimana? kita menerangkan dan akhirnya mereka tahu Malang itu Jawa Timur. Mereka hanya mengerti Jawa Timur adalah Surabaya,” urai Lucky mengenang
MALANG – 09/07/09. Rencana Yayasan PS Arema menghadirkan sosok pelatih sebagai kandidat pelatih Arema tambahan musim depan, bukan isapan jempol. Tidak tanggung-tanggung, yayasan mengintruksikan manajemen Singo Edan mengundang dua pelatih hadir ke Malang. Jika tidak ada halangan, dua kandidat ini diminta mempresentasikan programnya di hadapan manajemen Arema.
Hal ini dibenarkan Muhammad Taufan, Asisten Manajer Arema. Hanya saja, identitas dari kedua pelatih yang mendapat kesempatan tersebut masih disimpan rapat-rapat oleh manajemen Singo Edan. Mantan wartawan ini menambahkan, dua pelatih yang diundang itu berpredikat pelatih lokal yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih Divisi Utama musim lalu.
‘’Ya, yayasan akan mengundang dua pelatih untuk mempresentasikan programnya, besok (hari ini, Red). Dua pelatih ini tercatat sebagai pelatih Divisi Utama, musim lalu,” ujar Taufan kepada Malang Post via ponselnya, petang kemarin.
Konon, dua pelatih yang dimaksud Edi Simon Badawi dan Sartono Anwar. Pasalnya, keduanya punya jejak prestasi cukup bagus bersama timnya musim lalu. Edi berhasil membawa Persisam Samarinda menjadi juara Divisi Utama setelah menyingkirkan Persema Malang dengan skor 1-0. Sedangkan, Sartono sukses mengantarkan Persibo masuk ke babak delapan besar Copa Indonesia sebelum dikandaskan Sriwijaya FC Palembang.
Selain keduanya, Arema dikhabarkan ingin mendatangkan mantan pelatih Arema musim 2007 lalu, Miroslav ‘Miro’ Janu (Ceko). Sebelumnya, manajemen Arema sudah mengundang dua pelatih lokal asal Super Liga untuk presentasikan programnya, akhir Juni lalu. Setali tiga uang, identitas keduanya juga disimpan rapat manajemen Singo Edan. Tapi, manajemen memastikan dua pelatih ini bukan berasal dari tim play off dan degradasi.
‘’Hasil presentasi nanti akan kami sampaikan ke yayasan. Keputusan siapa pelatih terpilih nantinya, ada ditangan yayasan,” pungkas Taufan
ER ‘BELI’ AREMA BATU
16/07/09.
Rencana memboyong Arema ke Batu, bukan isapan jempol belaka. Kemarin, Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko (ER), memastikan minggu depan, pengambilalihan akan resmi terjadi. Bukan itu saja, ER juga memastikan selama mengelola Arema, tidak akan menggunakan dana APBD Kota Batu. Melainkan murni dari dana pribadi dan sponsor. Bahkan satu langkah maju juga sudah disusun. ER berani memastikan untuk jajaran manajemen, adalah gabungan personel lama dan baru. Khusus manajer, ER akan menempatkan orang baru dari kalangan profesional. Pengumuman susunan manajemen itu, akan disampaikan setelah proses take over resmi terjadi. Pembicaan intensif juga terus dilakukan. Seperti kemarin pagi, ER bertemu dengan Secretary Corporate PT Bentoel International Investama Tbk, Satrija Budi Wibawa. Sebelumnya, pembicaraan terjadi Senin (13/7) malam. ‘’Sekarang masing-masing pihak sedang mengkoordinasikan satu sama lain. Pembicaraan detail tentang konsep pengelolaan Arema dilakukan dalam beberapa hari ini. Setelah itu, resminya dilakukan minggu depan,’’ kata ER, kemarin. Lantas bagaimana dengan anggarannya? Menurut ER, masalah anggaran termasuk dalam salah satu agenda pembicaraan detail dalam pekan ini. Saat ini, Bentoel menyertakan dana untuk musim kompetisi yang akan dihadapi. Kalau anggaran untuk musim kompetisi berikutnya, akan dicarikan sponsor. ‘’Sponsornya bisa dari Batu, karena di Batu juga ada pengusaha,’’ kata dia sembari mengingatkan yang penting Arema tetap eksis. Kendati mempersiapkan konsep pengelolaan Arema, adalah paduan swasta dengan Pemkot Batu, Eddy menegaskan tidak menggunakan dana APBD. Sumber dana swasta berupa sponsor bisa diusahakan. Begitu juga, Persikoba, tim milik Pemkot Batu yang berlaga di Divisi I, tetap akan dipertahankan atau tidak ada merger. Hampir bersamaan penjelasan ER tentang pengelolaan Arema, ditempat terpisah Aremania Korwil Batu menggelar jumpa pers. Aremania Batu mendukung usaha konkret ER menyelamatkan Arema. ‘’Kami akan silaturahmi ke Pak Wali untuk menyampaikan terima kasih karena bersedia mengelola Arema,’’ kata sekretaris Korwil Aremania Batu, Syamsudin. Saat menyatakan sikapnya itu, ia didampingi Ketua Sub Korwil Aremania Sidomulyo, Yosi Surastika dan Bendahara Sub Korwil Aremania, Zulkarnaen. ‘’Kami sangat mendukung Arema ber-home base di Batu dari pada keluar Malang Raya. Kami beri dukungan moril kepada Pak Wali yang bersedia mengambilalih Arema,’’ kata Syamsudin. Selain telah mempertahankan Arema tetap berada di wilayah Malang Raya, menurut Syamsudin, Wali Kota Eddy Rumpoko telah melakukan tindakan konkret menyelamatkan aset sepak bola nasional. Di Batu, lanjut Syamsudin, Aremania memiliki 24 sub korwil yang tersebar di 24 desa. Selain itu terdapat pula Aremania di Ngantang hingga Kasembon.
Komentar Terakhir