Pengait kata (tags) tulisan ‘ adalah

21
Des
09

jika pasangan anda adalah anak mami

Siapa yang tidak bangga jika pasangan Anda mapan, tampan dan baik hati. Tidak hanya itu, kepribadiannya kepada Anda pun tidak tercela sampai Anda menemukan kelemahannya yaitu dia terlalu “dekat” pada ibunya.

Baiklah, dua tahun pertama Anda merasa kedekatannya pada ibu bukan masalah. Karena toh Anda juga senang pasangan Anda menomorsatukan keluarga ketimbang pekerjaan. Namun memasuki tahun ketiga, keempat dan hubungan mengarah ke jenjang pernikahan, Anda merasakan kedekatannya pada sang bunda cukup mengganggu dan berubah menjadi ketergantungan.

Untuk menentukan lokasi berkencan saja harus mendengar pendapat ibu. Jika berbicara, kalimat pertama adalah: “Menurut ibuku…” Setiap hari tidak absen menelpon ibu dari kantor dan bukan Anda. Dan mungkin yang paling mengesalkan adalah ia selalu membandingkan Anda dengan ibunya.

Jika Anda memang mengalami ini, sebelum memutuskan hubungan atau membatalkan pernikahan, simak tips dan kebenaran “Anak Mami” berikut ini!

Sudut Pandang Berbeda

Jika Anda ingin me-review kembali, laki-laki “anak mami” seperti yang sudah disebutkan di atas memiliki kecenderungan lebih sayang kepada pasangannya. Seperti dikemukakan peneliti Sarah R. Roberts dari Ferrum College di Virginia, AS, hubungan laki-laki dengan ibunya adalah pengenalan pertama dirinya pada feminitas dan kesempatannya menemukan sosok ideal perempuan. Melalui hubungan inilah laki-laki cenderung lebih mengerti mengenai perempuan dan sayang kepada mereka.

Kelebihan lain yang bisa Anda nikmati dari “anak mami” adalah mereka terbiasa pada pekerjaan rumah yang umumnya pantang dilakukan anak laki-laki lain, seperti: mencuci piring setelah makan atau mengangkat jemuran. Menurut sebuah survei, laki-laki tipe ini adalah family man yang memandang perempuan sebagai pasangan hidup yang harus dimengerti agar bisa hidup berdampingan.

Terlalu Dekat

Jika kedekatan laki-laki “anak mami” masih dalam tahap normal dan tidak mempengaruhi kedewasaannya, mungkin tidak masalah. Namun ada juga kedekatan laki-laki dengan ibunya yang kelewatan batas. Bagi laki-laki yang menganggap ibu mereka sebagai sahabat, seringkali cenderung tidak memperdulikan pemikiran pasangan, alias Anda.

Mereka juga lebih menghargai pendapat ibu dibanding pendapat Anda, walaupun hal yang dibahas adalah hubungan kalian berdua. Bagi Anda yang memiliki pasangan “anak mami” seperti ini sebaiknya hati-hati. Jangan-jangan hubungan kalian tergantung dari keputusan sang bunda.

Memahami Si “Anak Mami”

Menurut Dr. Phil McGraw, pakar hubungan yang memiliki halaman khusus di O Magazine, satu hal yang harus Anda lakukan jika memiliki pasangan seperti ini adalah mengungkapkan perasaan Anda sejujurnya. Jelaskan bahwa sikapnya yang mengisolasi Anda dari hubungan yang dijalani membuat Anda merasa tidak dihargai. Hendaknya Anda jelaskan batasan kapan dia harus membicarakan masalah dalam hubungan kalian secara pribadi dan kapan saatnya ia bisa meminta pendapat orang lain.

Namun ada juga trik yang bisa Anda lakukan agar dapat untuk berbagi “menikmati” si dia dengan ibunya. Menurut seorang psikolog dari New Mexico, Christine Nicholson, PHd, jika Anda tidak ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan “anak mami” dan maminya, maka luangkan waktu bersama ibunya sesering mungkin sehingga Anda tidak merasa hanya sebagai pelengkap melainkan lebih menjadi bagian dari keluarganya.

06
Des
09

arema pemersatu semalang raya

Arema Lambang Pemersatu Malang Raya

Selasa, 11 Agustus 2009 10:25:58 WIB

Malang (beritajatim.com) - Pada 11 Agustus, 22 tahun lalu merupakan hari lahirnya Arema Malang di era Galatama (Liga Utama) yaitu kasta persepakbolaan semi profesional.

Saat itu, keberanian Lucky Acub Zaenal untuk membidani lahirnya klub sepak bola semi pro di kota Malang seperti halnya Surabaya yang memiliki Niac Mitra, Sidoarjo sebagai home base Warna Agung serta Jakarta yang memiliki Pelita Jaya.

Pengaruh Arema saat itu sebagai pendatang baru, sangat dipertimbangkan oleh dunia persepakbolaan Indonesia. Beberapa pemain bintang yang terkena hukuman, saat itu masuk dalam tim berlogo Singa sesuai dengan bintang kelahirannya yaitu Leo seperti Jamrawi, penjaga gawang nasional, Doni Latuparisa serta pemain-pemain nasional lainnya yang sangat disegani oleh lawan-lawannya.

Arema yang sebelumnya bernama Armada yang kemudian berganti Arema 86 yang dikomandani pak Derek, merubah nama menjadi Arema FC berkat masukan tokoh masyarakat Malang, termasuk mantan Walikota Malang yang karismatik, Ebes Soegijono yang juga mantan Wakil Gubernur Irian Jaya, Acub Zaenal yang saat itu sebagai Ketua Liga Sepak Bola Utama atau Galatama.

Berkat menggunakan nama tersebut Arema mampu mengalahkan nama Persema yang saat itu di divisi utama kompetisi perserikatan. “Nama Arema memang marketable, sebab nama Arema aslinya merupakan sebutan Arek Malang yang ada di Jakarta atau luar Malang. Arema adalah kultur masyarakat Malang. Yaitu teguh dalam prinsip, berani bertanggung jawab, terbuka dan mempunyai persaudaraan yang kuat,” ujat Lucky Acub Zainal suatu ketika pada Panca Rakhmad Pamungkas, reporter beritajatim.com.

Bahkan Arema FC mampu mempersatukan masyarakat Malang yang saat itu didominasi oleh gank antar kampung seperti Inggris sebutan gank dari Sukun. Arpol (Gank daerah Polehan), arek Mergosono daerah yang terkenal dengan kawasan hitam saat itu. “Dengan Arema FC, gank-gank tersebut terkikis perlahan, mereka tidak ada friksi lagi namun mereka menjadi saling kenal dan bahu membahu untuk mendukung Arema FC. Ini adalah efek domino dari persepakbolaan yang menggunakan nama daerah,” tutur Lucky Acub Zaenal.

Dijelaskannya, gank-gank kecil daerah saat itu, setiap malam di Alun-alun Kota Malang selalu berkelahi entah itu dipicu masalah kecil atau dendam antar gank. “Kini semua terkikis oleh kekuatan Arema. Saya tidak menyangka itu bisa terjadi. Alhamdulillah ini adalah sebuah prestasi di luar bola yang tidak bisa kita duga. Bola atau olahraga adalah bahasa universal yang harus dijaga,” paparnya.

Bahkan dari Arema muncul istilah-istilah yang luar biasa bagi perdamaian yang� diciptakan dari sosok Master of Cerimony (MC) Arema yaitu Ovan Tobing yang saat itu menjadi penyiar radio Senaputra. Seperti ‘Salam Satu Jiwa’, istilah tersebut muncul secara spontan dan membawa benih-benih perdamaian di bumi Arema (Malang). “Kita tidak bisa memungkiri istilah-istilah yang dikeluarkan oleh bang Ovan Tobing membuat kita menjadi damai. Dia memang seorang orator yang besar termasuk dalam MC musik rock saat itu. Ketika Ovan Tobing menjadi MC tidak akan pernah ada perkelahian didalam maupun di luar gedung pertunjukan,” kata Lucky, anak toko sepak bola nasional Acub Zaenal.

Selain itu, Arema FC mampu menjadi ikon baru bagi kota kecil seperti Malang saat itu. “Memang Malang saat itu sudah terkenal sebagai kota pendidikan dan wisata. Namun dengan Arema FC, Malang Raya lebih dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia. Ini terjadi saat kita tour luar Jawa, Malang itu dimana? kita menerangkan dan akhirnya mereka tahu Malang itu Jawa Timur. Mereka hanya mengerti Jawa Timur adalah Surabaya,” urai Lucky mengenang

06
Des
09

sriwijaya tekuk persipura

Sriwijaya Tekuk Persipura

Rabu, 02 Desember 2009 pukul 19:48:00
Sriwijaya Tekuk PersipuraGO-PERSIB.COMSRIWIJAYA FC: Final Musim lalu terulang

MAKASAR–Sriwijaya FC berhasil membawa pulang tiga angka setelah mengalahkan tuan rumah Persipura Jayapura 2-1 di laga lanjutan Liga Super Indonesia 2009 di Stadion Mattoangin, Makasar, Rabu (2/12). Sementara Arema Malang menempel ketat pimpinan klasemen Persiba Balikpapan setelah meraih tambahan tiga angka dengan menekuk tuan rumah Pelita Jaya Purwakarta 2-0.

Bermain menghadapi tim tuan rumah Persipura, Sriwijaya datang dengan kondisi ‘terluka’. Klub berjulukan ‘Laskar Wong Kito’ itu baru saja menelan kekalahan telak 3-0 dari Persiwa Wamena yang merupakan saudara tua Persipura. Namun kehadiran gelandang Zah Rahan dan striker Rahmat Rivai, yang tampil bugar karena sebelumnya sengaja disimpan dalam laga lawan Persiwa, membuat Sriwijaya tampil percaya diri saat menghadapi Persipura.

Di bawah guyuran hujan, Sriwijaya dan Persipura tampil saling menekan. Namun Sriwijaya yang akhirnya lebih dulu mampu mencetak gol lewat skema serangan balik cepat. Poci, julukan Rahmat Rivai, berhasil memperdayai penjaga gawang Jendry Pitoy sekitar lima menit menjelang turun minum.

Lalu, ketika babak kedua baru berjalan 10 menit, giliran Zah Rahan yang mencetak gol untuk membawa Sriwijaya memimpin 2-0. Persipura memperkecil kekalahan menjadi 2-1 lewat gol Alberto Goncalves sekitar delapan menit menjelang akhir pertandingan.

Di pertandingan lainnya, Arema berhasil membawa pulang tiga angka usai menekuk tuan rumah Pelita Jaya 2-0 di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Rabu (2/12) kemarin. Singo Edan, julukan Arema Malang, membuka kemenangan lewat gol Roman Chmelo ketika pertandingan baru berjalan empat menit. Berawal dari umpan silang Muhammad Ridhuan dari sayap kanan, striker usia 29 tahun kelahiran Slovakia itu berhasil memperdayai kiper I Made Wardhana.

Arema memperbesar kemenangan menjadi 2-0 lewat gol Rahmat Affandi ketika pertandingan tersisa tujuh menit. Rahmat turun sebagai starter menggantikan Noh Alam Shah yang terkena sanksi akumulasi kartu.

Kemenangan tersebut memperpanjang rekor positif Arema musim ini. Klub asal Kota Malang itu merupakan salah satu tim yang sejauh ini belum menelan kekalahan. Arema membukukan empat kali menang dan dua kali seri dari enam laga terakhirnya.

Dengan tambahan tiga angka dari kandang Pelita Jaya Purwakarta, posisi Arema naik tiga tingkat ke posisi kedua klasemen dengan 14 poin. Arema menempel pimpinan klasemen Persiba Balikpapan yang juga mengoleksi 14 poin. Arema harus puas menempati posisi kedua karena kalah selisih gol dari Persiba.

Pelita Jaya sebaliknya semakin terpuruk dengan kekalahan menjamu Arema. Bersama Bontang FC dan Persitara Jakarta Utara, Pelita Jaya merupakan tim yang sejauh ini belum meraih kemenangan sekalipun dari tujuh laga terakhir. The Young Guns, julukan Pelita Jaya, kini menempati posisi ketujuh belas dengan dua poin. Posisinya hanya selisih satu angka dari Persitara yang menjadi juru kunci.didi p/pur

//




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.