Arsip dari penulis :



28
Sep
10

Pemerintah Akan Standarisasi Gaji Direksi BUMN

Pemerintah Akan Standarisasi Gaji Direksi BUMN

Senin, 27 September 2010 14:11:24

wordpress
Pemerintah Akan Standarisasi Gaji Direksi BUMN

Pemerintah akan melakukan standarisasi gaji dan remunerasi direksi perusahaan milik pemerintah. Hal ini terkait sentilan Presiden Susilo Yudhoyono yang mengatakan gaji presiden saat ini lebih rendah dibandingkan gaji sejumlah direksi BUMN.

Oleh karena itu melalui Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pemerintah telah membentuk tim standarisasi dan remunerasi direksi perusahaan milik pemerintah. Bahkan, bukan tidak mungkin remunerasi direksi bisa turun dari yang diterima saat ini.

“Ada tim di Kementerian BUMN yang akan menyelaraskan agar remunerasi ini wajar,” kata Mustafa Abubakar usai penutupan IBBEX 2010 di Jakarta Convetion Center, Senayan, Jakarta, Minggu (26/9)

Tanggapan Menteri BUMN ini untuk menindaklanjuti pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutan pembukaan Indonesia Business – BUMN Expo & Conference (IBBEX) 2010.

Presiden mengatakan gaji presiden saat ini lebih rendah dibandingkan sejumlah direksi BUMN. Gaji BUMN menurut SBY harus dibuat wajar dan berkeadilan.

Menurut Mustafa, selama ini kebijakan pemberian remunerasi tinggi pada sejumlah BUMN tidak bisa dihindarkan. Hal itu terkait dengan persaingan di dunia usaha antara BUMN dan swasta. “Kalau lebih rendah, mereka tentunya akan beralih kerja,” katanya.

Mustafa menanmbahkan standarisasi yang akan dibuat pemerintah disesuaikan dengan sektor usaha dari perusahaan sejenis baik di lingkungan swasta, BUMN, dan luar negeri. Besaran remunerasi BUMN nantinya akan tergantung dari skala usaha perusahaan yang bersangkutan.

“Tentunya nanti mereka akan lebih terpacu untuk meningkatkan kinerja (untuk dapat remunerasi lebih tinggi),” katanya. (vvn/fjr/jos)

<br>
28
Sep
10

Harga Emas di Puncak Tertinggi

Harga Emas di Puncak Tertinggi

Senin, 27 September 2010 08:15:15

isg-gold.com
Harga Emas di Puncak Tertinggi

Untuk pertama kalinya harga emas melesat naik di atas 1.300 dolar Amerika Serikat. Di London, misalnya, harga logam mulia ini menyentuh angka di atas 1.300 dollar AS atau setara dengan Rp 11,6 juta per ons.

“Ini untuk pertama kalinya harga di puncak tertinggi,” tulis media massa seperti AP dan AFP, kemarin.

Kekhawatiran terhadap dampak krisis perekonomian dunia memang memicu kenaikan harga emas. Tak cuma itu, posisi lemah dollar AS terhadap euro juga membuat emas dihargai amat tinggi. Kini, dollar AS memang turun satu persen terhadap euro.

Sejenak menengok ke belakang, harga emas meningkat lima kali dalam sepuluh tahun terakhir. Pada 2000, misalnya, harga emas meningkat dari posisi 258 dollar AS atau sekitar Rp 2,3 juta per ons.

Ketimbang alat investasi lainnya, emas memang dianggap paling “aman” untuk penanaman modal. Ini yang membuat emas, kemudian, menjadi primadonna.

Pemicu kenaikan harga emas lainnya ternyata lebih teknis alasannya. Emas dihargai dengan menggunakan dollar AS. Lalu, setiap penurunan dollar AS  membuat emas lebih murah jika pembeli menggunakan mata uang lain.

Laporan terakhir Dewan Emas Dunia tentang pasar emas, selanjutnya, memperkirakan permintaan yang tetap kuat dari pembeli perhiasaan di dua pasar yang paling cepat berkembang, India dan China. Kondisi ini akan membuat harga emas tetap tinggi. (ant/kmp/ika)

28
Sep
10

Tekuk Arema, Sriwijaya FC Juarai Community Shield



Tekuk Arema, Sriwijaya FC Juarai Community Shield

Minggu, 26 September 2010 07:05:30

arenabola.com
Tekuk Arema, Sriwijaya FC Juarai Community Shield
Sriwijaya FC

Penyerang Sriwijaya FC Budi Sudarsono menjadi inspirator kemenangan timnya 3-1 atas Arema FC 3-1 di ajang Community Shield yang digelar di Stadion Kanjuhuruhan, Malang, Sabtu (25/9/2010). Budi berhasil mencetak satu gol dan sebuah assist pada laga tersebut.

Setelah menjuarai Inter Island Cup beberapa waktu lalu, Sriwijaya FC merebut gelar keduanya dengan menjuarai Community Shield. Tim Laskar Wong Kito ini berhasil mengalahkan juara Indonesia Super League (ISL) Arema FC 1-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 25 September 2010.
SFC semakin membuktikan mereka sebagai salah satu favorit juara Liga Super Indonesia (ISL) musim ini. Meski hanya bertajuk sebagai laga eksebisi pembuka ISL musim ini, baik Arema dan SFC tetap mengeluarkan kemampuan terbaiknya di laga ini. Permainan terbuka dan keras ditunjukkan kedua tim.

Kemenangan ini cukup membanggakan bagi “Laskar Wong Kito”. Pasalnya, klub asal Kota Palembang itu mampu unggul dengan skor 2-1 di babak pertama meskipun berstatus tamu. Budi Sudarsono mampu membawa timnya unggul pada menit ke-27.

Gol tersebut lahir kerjasama apik dengan Park Jung-Hwan. Tak ingin kehilangan muka di depan pendukungnya, “Singo Edan” mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 berkat gol yang diciptakan Piere Janka lewat titik putih pada menit ke-25.

Arema mendapatkan hadiah penalti setelah kiper Ferry Rotinsulu menjatuhkan Noh Alam sah pada menit ke-36.

Namun, empat menit sebelum turun minum, puluhan ribu Aremania harus terdiam setelah Kiet Kayamba Gumb berhasil mengoyak gawang Kurnia Meiga.

Gol tersebut berawal dari kejelian Budi melepaskan umpan kepada Kayamba. Tanpa pengawalan ketat, Kayamba melepaskan tendangan keras yang gagal diantisipasi Meiga.

Pada babak kedua, Sriwijaya kembali mendominasi permainan. Hasilnya, Claudiano berhasil memperbesar keunggulan Sriwijaya lewat gol yang diciptakan pada menit ke-60.

Waktu yang tersisa berusaha dimaksimalkan Arema. Namun, juara ISL pada musim lalu harus mengakui kekuatan timnya setelah skor 3-1 untuk Sriwijaya bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain

Arema: Meiga; Zulkifli, Njanka, Purwaka Yudhi (Leonard, 85′), Benny Wahyudi; Bustomi, Roni (Yongki Aribowo, 42′), Chmelo; Ridhuan (Mushafry, 75′), Dendy, Alam Shah (Juan Revi, 82′).

Sriwijaya: Ferry Rotinsulu; Supardi, Claudiano, Ahmad Juprianto, M Ridwan; Ponaryo, Firman Utina (Mahardiga, 72′), Oktavianus (Mahyadi, 74′); Park Jung-Hwan, Keith Kayamba (Bobby Satria, 89′), Budi Sudarsono. (vin/kmp/ika)

28
Sep
10

Jadwal AREMA di ISL 2010/2011 (live TV)

Jadwal AREMA di ISL 2010/2011 (live TV)

PUTARAN PERTAMA

29 – AWAY – Persisam Samarinda

Oktober 2010
2 – AWAY – Bontang FC
17 – HOME – Persibo Bojonegoro – LIVE ANTV, 19.00 WIB
20 – HOME – Persijap Jepara – LIVE, 15.30
24 – AWAY – Persela Lamongan – LIVE, 19.00
27 – AWAY – Deltras Sidoarjo
31 – HOME – Semen Padang – LIVE, 19.00
November 2010
3 – HOME – Pelita Jaya

Januari 2011
4 – HOME – Persema Malang – LIVE, 15.30
9 – AWAY – Persija Jakarta – LIVE, 19.00
12 – AWAY – PSPS Pekanbaru
16 – HOME – PSM Makassar – LIVE, 19.00
19 – HOME – Persiba Balikpapan – LIVE, 15.30
23 – AWAY – Persib Bandung – LIVE, 19.00
26 – AWAY – Sriwijaya FC

Februari 2011
6 – HOME – Persipura Jayapura, LIVE, 19.00
10 – HOME – Persiwa Wamena, LIVE, 15.30

PUTARAN KEDUA

Maret 2011
7 – AWAY – Persipura Jayapura
10 – AWAY – Persiwa Wamena
20 – AWAY – PSM Makassar
23 – AWAY – Persiba Balikpapan
27 – HOME – Sriwijaya FC
30 – HOME – Persib Bandung

April 2011
9 – HOME – PSPS Pekanbaru
12 – HOME – Persija Jakarta
15 – AWAY – Persema Malang

Mei 2011
14 – AWAY – Pelita Jaya
17 – AWAY – Semen Padang

Juni 2011
2 – HOME – Deltras Sidoarjo
5 – HOME – Persela Lamongan
9 – AWAY – Persijap Jepara
12 – AWAY – Persibo Bojonegoro
16 – HOME – Persisam Samarinda
19 – HOME – Bontang FC

Catatan:
- Jadwal pertandingan dan live bisa berubah sesuai keputusan PT Liga Indonesia
- Belum termasuk jadwal live untuk putaran kedua

28
Sep
10

LAPORAN KEGIATAN PPL

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal dalam masyarakat yang mempunyai peranan penting dalam ikut mengantarkan kearah cita-cita yang di inginkan. Dalam UU No.2 Tahun 2003, tujuan sistem pendidikan nasinal yaitu dapat mewujudkan manusia Indonesia kearah yang lebih baik, cerdas, beriman dan berakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berbudi luhur, dan memiliki pengetahuan, keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, dalam rasa tanggung jawab kebangsaan dan kemasyarakatan. Oleh karena itu, sebagai bagian dari keseluruhan system pendidikan, sekolah yang di hadapi pada tugas yang sangat pokok untuk mencerdaskan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa., dan berbudi pekerti luhur, serta memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kepribadian yang mantap dan mandiri.   Dengan berjalannya iklim belajar mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri, sikap perilaku yang inovatif dan kreatif. Dengan demikian pendidikan nasional akan mampu memberikan atau mewujudkan manusia bangunan atau membangun diri serta bersama-sama bertanggung jawab atas membangun bangsa dan tanah air yang kita cintai ini.

Dengan mengembangkan iklim belajar mengajar seperti diatas sangat di perlukan adanya keterkaitan antara komponen-komponen pendidikan yang meliputi guru, siswa, kurikulum dan sumber belajar, materi, metode, maupun sumber belajar atau evaluasi.

Dalam hal ini siswa sebagai salah satu komponen pendidikan di sekolah, perlu kiranya mendapat perhatian yang cukup besar karena di tanggung merekalah berhasil atau tidaknya pembangunan yang akan datang, seorang siswa juga mempunyai masalah yang cukup kompleks sehingga cukup berpengaruh langsung terhadap keberhasilan siswa dalam studinya.

Peranan guru bukan hanya menyampaikan materi pelajaran melainkan juga sebagai fasilitator yang dapat berarti membimbing, mengarahkan dan membantu mengembangkan pribadi anak didiknya yang akan menuju kearah yang lebih dewasa dan prestasi hasil belajar yang lebih baik dan seorang guru harus dapat memahami dan mengetahui lebih dalam belajar yang lebih baik.

Dua peranan seorang guru  yang tidak boleh di tinggalkan adalah sebagai pengajar dan pendidik. Dari kedua peranan tersebut harus saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya dan sudah dalam kegiatan pasti dapat mengalami permasalahan-permasalahan yang timbul baik yang berasal dari guru maupun dari siswa. Permasalahan timbul karena beberapa faktor dan belum tentu siswa bisa memecahkannya. Seorang guru memahami dan mengetahui lebih dalam keadaan siswa, tingkah laku siswa, latar belakang siswa  dan kesulitan  dan permasalahan yang di hadapi oleh siswa hendaknya seorang guru dapat mampu untuk mencari jalan penyelesainnya agar siswa dapat mencapai kebehasilan dalam studinya. Seorang guru dalam memberikan bantuan kepada anak didiknya harus mampu memperhatikan aspek-aspek yang ada dalam peribadi siswa tersebut, antara lain kematangan bakatnya, kemampuan, lingkungannya dan sebagainya agar siswa dapat di beri bantuan dapat menyelesaikan masalah yang di hadapi secara tepat.

Praktek pengalaman lapangan merupakan intra kurikuler yang di ikuti oleh mahasiswa PPL. Pelaksanaan peraktek pembelajaran di kelas atau di sekolah di sesuaikan dengan latar belakang disiplin ilmu serta dari bebagai komponen.

Kegiatan PPL disini di arahkan agar lulusan mempunyai atau memiliki kemampuan sebagai tenaga pendidik yang mampu menjiwai dan menjelaskan tugas mulianya sebagai serta mampu mengenal secara langsung dan memperluas wawasannya tentag struktur organisasi dan mekanisme pengelolaan sekolah. Atas dasar inilah perlu kiranya di lakukan praktek pengalaman lapangan sekolah.

Sekolah sebagai salah satu unsur pelaksana pendidikan di Indonesia selain pendidikan non formal dan informal dalam melaksanakan tugasnya selalu berkaitan dan bekerjasama baik antara guru, siswa, pengambil kebijakan kurikulum maupun komponen lain demi tercapainya tujuan yaitu mendidik peserta didik yang prestatif, kompetitif, berpendidikan, inovatif-kreatif, serta iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Suatu organisasi termasuk sekolah jika tanpa manajemen yang baik akan mengalami kesulitan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Sekolah merupakan sebuah lembaga pendidikan yang mempunyai ciri-ciri lembaga sosial. Gillin-gillin (dalam Soekanto, 1987) mengungkapkan lembaga sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Suatu lembaga sosial merupakan suatu organisasi pola pemikiran dan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakatan dan hasilnya terdiri atas adat istiadat, tata kelakuan, kebiasaan serta unsur-unsur kebudayaan yang secara langsung atau tidak tegabung dalam suatu unit yang fungsional.
  2. Hampir semua lembaga sosial mempunyai suatu tingkat kekekalan tertentu, sehingga orang menganggapnya sebagai himpunan norma yang sudah sewajarnya harus dipertahankan. Suatu sistem kepercayaan dan aneka macam tindakan baru akan menjadi bagian lembaga sosial setelah melewati waktu yang sangat lama.
  3. Suatu lembaga sosial mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
  4. Lembaga sosial mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan.
  5. Suatu lembaga sosial biasanya juga memiliki lambang tertentu yang secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsinya.
  6. Suatu lembaga sosial mempunyai suatu tradisi tertulis ataupun yang tidak tertulis yang merupakan dasar bagi pranata yang bersangkutan dalam menjalankan fungsinya. Tradisi merumuskan tujuannya, tata tertib yang berlaku dan sebagainya.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka sebuah organisasi temasuk sekolah memerlukan diadakannya manajemen sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan untuk mencapai suatu tujuan dari lembaga tersebut. Sehingga untuk mencapai itu diperlukan perangkat yang dapat saling bekerjasama dengan baik, agar tujuan dari lembaga tersebut dapat tercapai dan terlaksana.

Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Keguruan merupakan program yang khusus dilaksanakan oleh mahasiswa program studi keguruan sebagai  sarana untuk berlatih dan belajar tentang tugas dan fungsi guru, membimbing siswa, memahami administrasi, bagaimana proses pengelolaan sekolah dan tugas-tugas kependidikan yang lain. Tujuan PPL keguruan ini adalah agar mahasiswa calon guru mendapatkan pengalaman lapangan tentang dunia pendidikan agar tercipta tenaga pendidik yang professional. Sehubungan hal tersebut, maka mahasiswa yang melakukan PPL juga dituntut untuk mengetahui tentang manajemen sekolah. Dalam hal ini manajemen sekolah di SMP Negeri 9 Malang. Adapun aspek yang akan dibahas meliputi delapan objek, antara lain adalah; organisasi sekolah, kurikulum, kesiswaan, kepegawaian, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan masyarakat serta bimbingan dan penyuluhan.

1.2 Pengertian

Studi manajemen pendidikan di sekolah adalah bagian integral dari kegiatan PPL Keguruan yang berupa pengenalan organisasi, aspek persekolahan, substansi manajemen sekolah dan fungsi-fungsi atau proses pengelolaannya baik yang menyangkut segi edukatif maupun administrasi dibawah bimbingan dan koordinasi Kepala Sekolah

1.3 Tujuan

Studi manajemen di sekolah bertujuan agar mahasiswa mengenal secara langsung dan memperoleh wawasannya tentang struktur organisasi dan mekanisme pengelolaan sekolah. Secara rinci penyusunan laporan studi manajemen di sekolah bertujuan agar:

  1. Praktikan mengetahui penyelengaraan pengelolaan sekolah yang menyangkut edukatif, administrasi, dan personalia.
  2. Praktikan mampu melaksanakan dan mengamalkan ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah
  3. Praktikan mampu melaksanakan proses belajar mengajar yang dilakukan didepan kelas
  4. Praktikan memperoleh gambaran secara langsung dan menyeluruh tentang situasi dan kondisi sekolah
  5. Praktikan lebih mengenal tugas dan kegiatan kepala Sekolah, guru-guru, dan stafnya
  6. Praktikan mengetahui kemajuan pendidikan dan faktor-faktor  yang menunjang serta menghambat pendidikan
  7. Praktikan mengetahui fasilitas-fasilitas dan memahami kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah
  8. Praktikan dapat memenuhi salah satu persyaratan yang harus diselesaikan dalam rangka Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang diselengarakan IKIP Budi Utomo Malang

1.4  Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan dan pembahasan Laporan Manajemen Sekolah di SMP Negeri 9 Malang adalah sebagai berikut

  1. Metode Observasi Langsung

Yaitu metode dengan cara mengamati dan mencatat segala sesuatu yang ada hubungannya dengan manajemen pendidikan sekolah.

  1. Metode Dokumentasi

Metode ini dilakukan dengan jalan mencari data-data dari buku-buku sekolah, dokumen-dokumen, arsip-arsip, dan segala informasi yang berhubungan dengan manajemen sekolah.

  1. Metode Wawancara

Yaitu mencari informasi tentang manajemen sekolah dengan cara wawancara langsung dengan narasumber yang sesuai bidangnya

1.5 Ruang Lingkup Pembahasasn

Objek dalam penyusunan dan pembahasan studi manajemen sekolah di SMP Negeri 9 Malang sebagai berikut:

  1. Organisasi sekolah
  2. Kurikulum
  3. Kesiswaan
  4. Kepegawaian
  5. Keuangan
  6. Sarana dan prasarana
  7. Hubungan masyarakat
  8. Koordinasi bimbingan dan penyuluhan

1.6 Pelaksanaan

1.6.1 Waktu

Studi manajemen pendidikan dilaksanakan secara terintegrasi dengan latihan praktek mengajar mulai tanggal 10 Agustus 2009 sampai dengan 17 Oktober 2009.

1.6.2 Tempat

Studi manajemen sekolah dilaksanakan di sekolah tempat mahasiswa melaksanakan praktek mengajar, yaitu di SMP Negeri 9 Malang Jln. Prof. Moh. Yamin No. VI / 2 Telp. (0341) 364842Malang KP. 65118.

BAB II

PEMBAHASAN

Dalam Bab ini diuraikan laporan inti studi Manajemen Sekolah di SMP Negeri 9 Malang. Adapun bagian yang dibahas adalah sebagai berikut.

  1. Organisasi sekolah
  2. Kurikulum
  3. Kesiswaan
  4. Kepegawaian
  5. Keuangan
  6. Sarana dan prasarana
  7. Hubungan masyarakat
  8. Koordinasi bimbingan dan penyuluhan

2.1 Organisasi Sekolah

2.1.1   Sejarah Singkat Berdirinya SMP Negeri 9 Malang

Sekolah Menengah Pertama Negeri 9 Malang (SMPN 9 Malang) adalah salah satu lembaga pendidikan yang berada dalam koordinasi Dinas pendidikan Kota Malang. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Dasar Dan Kebudayaan Daerah Republik  Indonesia Nomor : 809 / b.3 / Kedj. Terhitung mulai 1 Agustus 1963 membuka SMEP Negeri II Malang yang sementara, karena belum memiliki gedung sendiri, maka menjadi satu dengan SMEP Negeri I di Jalan Arjuno Malang, dengan peraturan SMEP Negeri I masuk pagi sementara SMEP Negeri II masuk siang.

Selang 3 tahun kemudian, berdasarkan SK Panglima Daerah MiliterVIII / Brawijaya selaku Penguasa Pelaksana Dwikora Daerah Jawa Timur dengan Nomor Keputusan: 67 / 11 / 1996, tanggal 16 November 1966, dan PEPELRADA (Perwakilan Departemen Pendidikan Dasar Dan Kebudayaan Djawa Timur) tertanggal 6 Desember 1966, memutuskan dan menetapkan kepada Sdr. Slamet Tcipto Moeljono selaku Kepala Sekolah SMEP Negeri II Malang untuk menerima Gedung dan Inventaris bekas Sekolah  LING KEW di jalan Belakang Pasar Malang (sekarang Jl. Prof. Moh. Yamin VI/26 Malang) ke dalam pengelolaan dan tanggung jawab SMEP Negeri II Malang.

Empat belas tahun kemudian tepatnya tanggal 1 April 1979 lewat surat Keputusan  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 030 / U / 1979, SMEP Negeri II Malang Integrasi menjadi Sekolah Menengah Pertama Negeri IX Malang (SMP Negeri 9 Malang).

2.1.2  Struktur dan Personalia Organisasi SMP Negeri 9 Malang

Organisasi di SMP Negeri 9 Malang merupakan sebuah sistem yang dipandang sebagai suatu kebulatan yang terdiri dari beberapa yang saling terkait satu dengan lainnya dan didalamnya juga terdapat sub sistem. Di dalam sebuah organisasi, terdapat pembagian tugas-tugas yang harus dijalankan oleh anggota-anggota kelompoknya. Oleh karena itu, pelaksanaan fungsi suatu organisasi yang efektif akan menghasilkan suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan yang bulat dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan bersama-sama.

2.1.3  Fungsi Dan Tugas Pengelola Sekolah

Sekolah merupakan lembaga yang berfungsi sebagai unit pelaksana teknis pendidikan formal. Secara garis besar, sekolah memiliki tugas sebagai berikut:

  1. Melaksanakan pendidikan formal selama kurun waktu tertentu.
  2. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
  3. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan.
  4. Membina OSIS.
  5. Membina urusan TU.
  6. Membina kerjasama dengan orang tua siswa.
  7. Bertanggung jawab dengan yayasan atau badan pengelola sekolah.

Selain tugas yang dimiliki sekolah seperti tersebut diatas, akan dijabarkan pula secara singkat pembagian tugas tiap-tiap jabatan dalam sruktur organisasi, antara lain:

  1. Kepala Sekolah

Kepala sekolah memiliki fungsi dan tugas sebagai Edukator, Manajer, Administrator, dan Supervisor (EMAS). Selain itu, Kepala Sekolah juga memiliki fungsi sebagai pemimpin, pembaharu, dan pendorong. Dalam melaksanakan tugasnya, kepala sekolah dapat mendelegasikan atau mewakilkan kepada wakil kepala sekolah.

  • Kepala Sekolah selaku Edukator (pendidik), Kepala Sekolah memiliki tugas untuk melaksanakan proses pembelajaran secara efektif dan efisien.
  • Kepala Sekolah selaku Manajer mempunyai tugas, diantaranya:
  1. Menyusun perencanaan
  2. Mengorganisasikan kegiatan
  3. Mengarahkan kegiatan
  4. Mengkoordinasikan kegiatan
  5. Melaksanakan pengawasan
  6. Mengevaluasi kegiatan
  7. Menentukan kebijakan
  8. Mangadakan rapat
  9. Mengambil keputusan
  10. Mengatur PBM
  11. Mengatur administrasi ketatausahaan , siswa, sarana dan prasarana, dan keuangan/RAPBS
  12. Mengatur OSIS
  13. Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan instansi terkait
  • Kepala Sekolah selaku Administrator bertugas menyelengarakan Administrasi, diantaranya:
  1. Perencanaan
  2. Pengorganisasian
  3. Pengarahan
  4. Pengkoordinasian
  5. Pengawasan
  6. Kurikulum
  7. Kesiswaan
  8. Ketatausahaan
  9. Kantor
  10. Keuangan
  11. Ketenagaan
  12. Perpustakaan
  13. Laboratorium
  14. BK
  15. UKS
  16. OSIS
  17. Serbaguna
  18. Media gudang
  19. Ruang keterampilan dan kesenian
  • Selaku Supervisor, Kepala Sekolah bertugas menyelengarakan supervise berkenaan dengan:
  1. PBM
  2. Kegiatan Bimbingan dan Konseling
  3. Kegiatan Ekstrakulikuler
  4. Kegiatan kerjasama dengan masyarakat dan instansi terkait
  5. Kegiatan sarana prasarana
  6. Kegiatan OSIS
  7. Kegiatan 6 K

2.  Wakil Kepala Sekolah

Wakil Kepala Sekolah membantu Kepala Sekolah dalan kegiatan-kegiatan sebagai berikut

  1. Penyusunan rencana, pembuatan program kegiatan, dan program pelaksanaan
  2. Pengorganisasian
  3. Ketenagaan
  4. Pengkoordinasian dan pengumpulan
  5. Penyusunan laporan

Selain itu, wakil kepala sekolah juga memiliki tugas untuk membantu kepala sekolah dalam urusan-urusan sebagai berikut

  • Kurikulum
  1. Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan
  2. Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran
  3. Mengatur penyusunan program pembelajaran (Program catur wulan, program satuan pelajaran dan persiapan mengajar, penjabaran dan penyesuaian kurikulum)
  4. Mengatur pelaksanaan kegiatan kurikuler dan dan ekstrakurikuler
  5. Mengatur pelaksanaan program penilaian kriteria kenaikan kelas, kriteria  kelulusan, dan laporan kemajuan belajar siswa serta pembagian rapor dan STTB
  6. Mengatur pelaksanaan program perbaikan pengajaran
  7. Mengatur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar
  8. Mengatur pengembangan MGMP dan koordinator mata pelajaran
  9. Mengatur mutasi siswa
  10. Melakukan supervisi administrasi dan akademis
  11. Menangani target kurikulum dan daya serap
  12. Menyusun laporan
  • Kesiswaan
  1. Menyusun program pembinaan kesiswaan seperti MOS dan kedisiplinan
  2. Mengatur program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling
  3. Mengatur dan mengkoordinasi pelaksanaan 6 K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan dan kerindangan)
  4. Mengatur dan membina program kegiatan OSIS
  5. Mengatur program pesantren kilat
  6. Menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa teladan sekolah serta kegiatan ekstrakurikuler
  7. Menyelenggarakan cerdas cermat, olahraga prestasi
  8. Menangani kegiatan siswa dalam setiap upacara baik rutin maupun incidental
  • Sarana dan Prasarana
  1. Merencanakan kebutuhan sarana prasaranauntuk menunjang proses belajar mengajar (KBM)
  2. Merencanakan program pengadaannya
  3. Menginventarisasi barang-barang milik sekolah secara kebutuhan guru yang berkaitan dengan pelaksanaan KBM
  4. Mengatur pemanfatan sarana dan prasarana
  5. Mengelola perawatan, perbaikan dan pengisian
  6. Mengatur pembukuan dalam mengelola sarana dan prasarana
  7. Menyusun laporan
  • Hubungan dengan masyarakat
  1. Mengatur dan mengembangkan hubungan yang berkaitan dengan informasi sekolah kepada masyarakat, kerjasama sekolah dengan Dewan Sekolah/Masyarakat, hubungan dengan instansi pemerintah atau swasta, serta kegiatan sekolah ke alam bebas
  2. Menyeleksi calon untuk diusulkan mendapatkan beasiswa
  3. Menangani dan mengusahakan peningkatan profesionalisme guru
  4. Menyelenggarakan bakti sosial dan karyawisata
  5. Menyelenggarakan pameran hasil pendidikan siswa
  6. Mengkoordinir Pujasera (kantin) sekolah
  7. Menyusun laporan

3.  Guru

Guru bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien. Tugas dan tanggung jawab seorang guru meliputi:

  1. Membuat perangkat program pengajaran yang berisi tentang Analisis Materi Pelajaran, Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes), Program Satuan Pelajaran, Program Rencana Pengajaran, Program Mingguan Guru, dan Lembar Kerja Siswa (LKS).
  2. Melaksanakan Kegiatan Pembelajaran
  3. Melaksanakan kegiatan penilaian belajar, ulangan harian dan UTS serta UAS
  4. Melaksanakan analisis hasil ulangan harian atau evaluasi belajar
  5. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
  6. Melaksanakan analisis butir soal
  7. Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa
  8. Menumbuh kembangkan kepribadian peserta didik
  9. Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan) kepada guru lain dalam kegiatan proses belajar mengajar
  10. Membuat alat pelajaran / peraga
  11. Menumbuhkembangkan sikap menghargai karya seni
  12. Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum
  13. Melaksanakan tugas tertentu disekolah
  14. Guru Bimbingan Konseling

Bimbingan dan Konseling membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  1. Penyusunan program dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling koordinasi wali kelas dengan bimbingan dan konseling dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa tentang kesulitan belajar memberikan layanan bimbingan kepada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar
  2. Koordinasi wali kelas dengan bimbingan dan konseling dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa tentang kesulitan belajar
  3. Memberikan layanan bimbingan kepada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar
  4. Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan lapangan kerja yang sesuai
  5. Mengadakan penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling
  6. Menyusun statistic bagi penilaian bimbingan dan konseling
  7. Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar
  8. Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut bimbingan dan konseling
  9. Menyusun laporan pelaksanaan bimbingan atau konseling
  10. Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan sekolah membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  1. Perencanaan pengadaan buku/bahan pustaka/media elektronika
  2. Pengurusan pelayanan perpustakaan
  3. Perencanaan pengembangan perpustakaan
  4. Pemeliharaan dan perbaikan buku-buku/bahan pustaka/media elektronika
  5. Inventarisasi dan pengadministrasian buku-buku/bahan pustaka/media elektronika
  6. Melakukan pelayanan bagi siswa, gur dan tenaga kependidikan lainnya, serta masyarakat
  7. Penyimpanan buku-buku perpustakaan/media elektronika
  8. Menyusun tata tertib perpustakaan
  9. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan perpustakaan secara berkala
  10. Laboratorium

Pengelola laboratorium membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut

  1. Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium
  2. Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium
  3. Mengatur penyimpanan daftar alat-alat laboratorium
  4. Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratorium
  5. Inventarisasi dan pengadministrasian peminjam alat-alat laboratorium
  6. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan

2.1.4  Kebijakan Sekolah Bidang Organisasi Sekolah

Dalam bidang pengorganisasian sekolah SMP Negeri 9 Malang, kebijakan-kebijakan yang diambil sebagai berikut:

  1. Mengirimkan guru untuk mengikuti MGMP, penataran, seminar-seminar ilmiah, pelatihan, dan diskusi ilmiah
  2. Memberikan tambahan pelajaran bagi kelas tiga melalui program bimbingan belajar
  3. Supervisi dilakukan secara formal maupun informal
  4. Melakukan kerjasama dibidang keamanan dengan masyarakat sekitar dalam kegiatan-kegiatan sekolah sebagai promosi
  5. Mengadakan pelatihan dasar untuk anggota OSIS yang baru terpilih agar memiliki keterampilan kepemimpinan
  6. Meningkatkan kedisiplinan dalam segala aspek baik guru, karyawan maupun siswa
  7. Siswa harus mematuhi tata tertib. Bagi siswa yang melanggar tata tertib tersebut dikenai hukuman dengan mengisi buku catatan pelaggaran

2.2       KURIKULUM

2.2.1    Kelengkapan Kurikulum Sekolah

Menurut Harold B. Abertyas dalam “Reorganizing The High School Curriculum” (1996), “Kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran akan tetapi juga meliputi kegiatan lain dalam dan diluar sekolah yang berada dibawah tanggung jawab sekolah.”

Definisi lain menurut J. Lloyd Trum dan Delmus F. miller dalam buku “Secondary School Im Provinsiesment” (1973), adalah kurikulum juga termasuk metode belajar dan mengajar, cara mengevaluasi murid dan seluruh program perubahan tenaga mengajar, bimbingan dan penyuluhan, supervisi dan administrasi, hal-hal structural mengenai waktu jumlah ruangan serta kemungkinan memilah mata pelajaran.

Menurut Sutopo dan Soemanto (1982:42), berdasarkan asal katanya, kurikulum berarti lari cepat, perlombaan cepat, arah atau tujuan, rangakaian pelajaran dan peredaran waktu. Sedangkan pengertian kurikulum dari segi semantic ada 3 macam:

  1. Secara tradisional, kurikulum adalah somasi bidang studi yang diberikan di dalam lembaga pendidikan.
  2. Modern kurikulum, kurikulum adalah keseluruhan usaha sekolah untuk mempengaruhi belajar anak yang berlangsung di dalam kelas maupun di luar kelas.
  3. Masa kini, kurikulum adalah lingkungan belajar yang dirancang untuk mengembangkan minat dan kemampuan agar anak dapat berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kurikulum adalah sejumlah pengalaman belajar yang diberikan (dibawah tanggungjawab sekolah) dalam usaha untuk mencapai suatu tujuan pendidikan tertentu. Dalam pembinaan dan pengembangan kurikulum didasari oleh beberapa prinsip yaitu: prinsip relevansi, prinsip evektivitas, prinsip efisien, prinsip kontinuitas dan prinsip fleksibilitas.

Seiring dengan dicanangkannya gerakan peningkatan mutu pendidikan, maka materi pendidikan nasional pada tanggal 2 Mei 2003 mengadakan perubahan kurikulum dari kurikulum 1994 menjadi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Sebagai acuan dan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan pada setiap jenjang dan jalur pendidikan, maka ditetapkan surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 045/UU/2002. KBK diberlakukan secara serentak di semua jenjang pendidikan pada tahun ajaran 2004/2005 di seluruh Indonesia. Karena KBK tidak menunjukkan keberhasilannya, maka KBK disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 22 dan No, 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan).

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2004 (KBK) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan sekolah.terkait dengan penyusunan KTSP ini, BSNP telah membuat panduan penyusunan KTSP. Panduan ini diharapkan menjadi acuan bagi satuan pendidikan dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan. Departemen Pendidikan Nasional mengharapkan paling lambat tahun 2009/2010, semua sekolah telah melaksanakan KTSP.

Hampir sama dengan KBK, KTSP dikembangkan dengan prinsip-prinsip berikut:

  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
  2. Beragam dan terpadu.
  3. Teanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
  4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
  5. Menyeluruh dan berkesinambungan.
  6. Belajar sepanjang hayat.
  7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

Karakteristik utama KBK dan KTSP di antaranya sebagai berikut.

  1. Berbasis kompetensi dasar (curriculum based competencies), bukan materi pelajaran.
  2. Bertumpu pada pembentukan kemampuan yang dibutuhkan oleh siswa (developmentally-apropriate practice), bukan penerusan materi pelajaran.
  3. Berpendekatan atau berpusat pembelajaran (learner centered curriculum), bukan pengajaran.
  4. Berpendekatan terpadu atau integratif  (integrative currilculum atau learning across curriculum), bukan diskrit.
  5. Bersifat diversifikatif , pluralistis, dan multicultural.
  6. Bermuatan empat pilar pendidikan kesejagatan, yaitu belajar memahami (learning to know), belajar berkarya (learning to do), belajar menjadi diri sendiri (learning to be oneself), dan belajar hidup bersama (learning to live together).
  7. Berwawasan dan bermuatan manajemen berbasis sekolah.

Dengan karakteristik tersebut, KBK dan KTSP telah memungkinkan hal-hal berikut:

  1. Terkuranginya materi pembelajran yang demikian banyak dan padat.
  2. Tersusunnya perangkat standar dan patokan kompetensiyang perlu dikuasai siswa, baik kompetensi tamatan, kompetensi umum, maupun kompetensi dasar mata pelajaran.
  3. Terkuranginya beban tugas guru yang selama ini sangat banyak dan beban belajar siswa yang selama ini sangat berat.
  4. Memperbesar kebebasan, kemerdekaan dan keleluasaan tenaga pendidikan dan pengelola pendidikan di daerah, dan member peluang untuk berimProvinsialisasi, berinovasi dan berekreasi.
  5. Terbentuknya kesempatan dan peluang bagi daerah (Kota dan Kabupaten), bahkan pengelola dan tenaga pendidikan, untuk melakukan berbagai adaptasi, modifikasidan kontekstualisasi kurikulum sesuai dengan kenyataan lapangan, baik kenyataan demografis, geografis, sosiologis, cultural, maupun psikologis siswa.
  6. Terakomodasinya kepentingan dan kebutuhan daerah setempat, terutama Kota dan Kabupaten baik dalam rangka melestarikan dan mengembangkan kebudayaan setempat maupun melestarikan karakteristik daerah, tanpa harus mengabaikan kepentingan bangsa dan nasional.
  7. Terbuka lebarnya kesempatan bagi sekolah untuk mengembangkan kemandirian demi peningkatan mutu sekolah, yang disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Pelaksanaan kurikulum berada dibawah wewenang sataf bagian kurikulum. Dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 9 Malang, KBK digunakan untuk kelas IX. Sedangkan untuk kelas VII dan VIII menggunakan KTSP.

2.2.2   Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Struktur kurikulum merupakan pola susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, kedalam muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran dituangkan dalam setiap kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum.

Struktur kurikulum tingkat satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah tertuang dalam standar isi, yang dikembangkan dari kelompok mata pelajaran sebagai berikut:

  • Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
  • Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
  • Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Kelompok mata pelajaran dan estetika
  • Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam PP No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan pasal 7.

Muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu, materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.

  • Ø Mata pelajaran

Mata pelajaran beserta alokasi waktu untuk masing-masing tingkat satuan pendidikan tertera dalam struktur kurikulum yang tercantum dalam standar isi. Mata pelajaran yang diajarakandi SMP Negeri 9 Malangtentu saja dengan yang diajarkan di sekolah menengah lainnya diseluruh Indonesia, yaitu Pendidikan Agama, pendidikan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan  Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, Teknik Informasi dan Komunikasi

  • Ø Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan cirri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikulum untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan potensi yang ada di SMP Negeri 9 Malang. Muatan lokal yang diajarkan adalah Bahasa Jawa dan Akutansi.

  • Ø Pengembangan Diri

Pengembangan diri bukan mata pelajaran yang harus diasuh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengespresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan Pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik.

  • Ø Pengaturan Beban Belajar
    • Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Di SMP Negeri 9 Malang, satu jam pembelajaran berlangsung selama 45 menit. Satuan Pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfatan jam pelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
    • Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah 0% sampai 50% dari kegiatan tatap mata muka pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan kebutuhan peserta didik  dalam mencapai kompetensi.
    • Alokasi waktu untuk praktek, dua jam kegiatan praktek disekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktek diluar sekolah setara dengan satu jam tatap muka
  • Ø Kenaikan kelas dan kelulusan

Kenaikan kelas dan kelulusan mengacu kepada standar penilaian yang dikembangkan oleh BSNP.

  • Ø Pendidikan Kecakapan Hidup
    • Kurikulum SMP dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, dan kecakapan akademik.
    • Pendidikan kecakapan hidup merupakan bagian dari pendidikan semua mata pelajaran.

Struktur Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP Negeri 9 Malang adalah sebagai berikut:

Komponen Kelas dan Alokasi
A Mata Pelajaran
  1. Pendidikan Agama
  2. Pendidikan Kewarganegaraan
  3. Bahasa Indonesia
  4. Bahasa Inggris
  5. Matematika
  6. Ilmu Pengetahuan Alam
  7. Ilmu Pengetahuan Sosial
  8. Seni Budaya
  9. Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan
  10. Teknik Informasi dan Komunikasi
2

2

4

5

5

4

4

2

2

2

2

2

4

5

5

4

4

2

2

2

2

2

4

5

5

4

4

2

2

2

B Muatan local
  1. Bahasa Jawa
  2. Akuntansi
2

2

2

2

2

2

C Pengembangan Diri 2 2 2
Jumlah 38 38 38

Keterangan:

  • Komponen pengembangan diri dilakukan didalam jam pelajaran masuk dalam mata pelajaran bimbingan konseling dan diluar jam pelajaran dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler
  • Penambahan 4 jam pelajaran dari ketentuan BNSP dialokasikan pada mata pelajaran bahasa inggris (1 jam), matematika (1 jam) dan Muatan Lokal Akutansi (2 jam)
  • Substansi mata pelajaran IPA dan IPS merupakan IPA Terpadu dan IPS Terpadu
  • Alokasi waktu untuk 1 jam pembelajaran adalah 45 menit
  • Minggu efektif dalam 1 tahun pelajaran adalah 34-38 minggu

2.2.3   Tugas Urusan Kurikulum

Urusan kurikulum di SMP Negeri 9 Malang  mempunyai tugas yaitu membantu kepala sekolah dalam kegiatan sebagai berikut:

  1. Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan
  2. Mengatur penyusunan program pembelajaran (program satuan pelajaran dan persiapan mengajar, penjabaran dan penyesuaian kurikulu)
  3. Menyusun pembagian tugas guru
  4. Menyusun jadwal pelajaran
  5. Menyusun jadwal evaluasi belajar
  6. Menyusun pelaksanaan UAN/Ujian Sekolah
  7. Menetapkan criteria kenaikan kelas
  8. Mengatur pelaksanaan program penilaian criteria kenaikan kelas, criteria kelulusan, dan laporan kemajuan belajar siswa serta pembagian rapor dan STTB
  9. Menyusun laporan pelaksanaan pelajaran
  10. Mengatur pelaksanaan program perbaikan pengajaran
  11. Mengatur pelaksanaan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler
  12. Mengatur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar

m.  Mengatur pengembangan MGMP dan coordinator mata pelajaran

  1. Mengatur mutasi siswa
  2. Melakukan supervisi administrasi dan akademis

Kegiatan ekstrakurikkuler merupakan kegiatan diluar jam pelajaran (intrakurikuler). Pengadaan kegiatan ekstrakurikkuler bertujuan untuk membina dan mengembangkan talenta siswa yang dapat menunjang kegiatan ekstrakurikkuler. Di SMP Negeri 9 Malang, kegiatan ini merupakan wewenang dari kurikulum, tetapi pelaksanaannya diserahkan penuh kepada staf bagian kesiswaan. Kegiatan ekstrakurikuler tersebut diantaranya: Pramuka, karate, Bola Basket, Bolavoli, Sepak Bola, Seni Tari, PMR, BDI, PIR (Penelitian Iliah Remaja), dan KIR (Karya Ilmiah Remaja), ECC (English Conversatiion Club), BIR (Katolik) dan PSK (Kristen).

2.2.4   Kalender Akademik

Satuan pendidikan dapat menyususn kalender pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, dengan memperhatikan kalender pendidikan yang tercantum dalam standar isi, Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pelajaran.

Kalender akademik merupakan pedoman untuk proses belajar mengajar selama satu tahun. Kalender akademik memuat tentang jam hari efektif  dan hari tidak efektif yang meliputi libur semester dan libur  hari besar.

2.2.5   Program Tahunan dan Program Semester

  1. Setiap guru wajib membuat program tahunan dan program semester pada kelas yang di ajar.
  2. Menyusun perangkat kegiatan belajar mengajar (KBM) mulai dari silabus, RPP dan lembar penilaian agar  guru siap melaksanakan KBM.
  3. Untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan yang dikuasai siswa perlu merencanakan dan melaksanakan kegiatan evaluasi belajar.

Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam materi pokok, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Berdasarkan silabus inilah guru dapat mengembangkannya menjadi rancangan pelaksanaan pembelajaan (RPP) yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar bagi siswanya.

RPP merupakan rancangan pembelajaran mata pelajaran per unit yang akan diterapkan guru dalam pembelajaran dikelas. Berdasarkan RPP inilah, guru diharapakan mampu menerapkan pembelajaran secara terprogram. Dengan demikian, target pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Secara teknis, RPP mencakup komponen-komponen berikut:

  1. Standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian hasil belajar
  2. Tujuan pembelajaran
  3. Materi pembelajaran
  4. Pendekatan dan metode pembelajaran
  5. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
  6. Alat dan sumber belajar
  7. Evaluasi pembelajaran

2.2.6   Target Urusan Kurikulum dalam Hal Pembagian Guru

Dalam mengatur dan mengawasi kelancaran tugas guru kurikulum bertugas sebagai berikut:

  1. Membuat daftar piket staf sekolah, tata tertib, dan kegiatan belajar mengajar
  2. Membuat jurnal mengajar guru
  3. Membuat jurnal harian
  4. Membuat daftar nilai
  5. Membuat daftar alamat staf pengajar
  6. Mendata nama guru dan bidang yang di ajar serta tugas-tugas yang lain
  7. Mengadakan SK sekolah yang berkaitan dengan adanya kenaikan pangkat
  8. Membuat daftar pelajaran
  9. Memilih guru sebagai wali kelas

10.  Memilih guru sebagai pembimbing dan konseling

11.  Memilih guru sebagai bagian dari struktur dan organisasi SMP Negeri 9 Malang

12.  Memilih guru sebagai pengatur proses belajar mengajar

Penyusunan jadwal pelajaran diperlukan agar tidak terjadi benturan dalam proses belajar mengajar. Dalam penyusunan jadwal pelajaran perlu dilakukan pendekatan dengan guru yang mendapatkan tugas mengajar tambahan. Selain itu, dalam penyusunan jadwal, juga harus memperhatikan jadwal dari MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) masing-masing guru. Ini karena pada hari tersebut adahari libur mengajar bagi guru mata pelajaran tertentu disekolah. Pengaturan jadwal untuk materi-materi yang sulit diusahakan diletakkan pada jam 1, 2, 3, dan 4. Selain itu juga perlu merencanakan tambahan jam pelajaran untuk siswa kelas IX (intensif) sebagai persiapan menghadapi ujian nasional.

2.2.7   Penyusunan Rencana Pembelajaran

Rencana pembelajaran atau desain pembelajaran merupakan perangkat pembelajaran yang perlu dipersiapkan oleh guru sebelum melakukan proses belajar mengajar agar kegiatan belajar mengajar dapat terlakasana dengan baik dan lancar. Hal-hal yang harus dipersiapkan dalam menyusun rencana pembelajaran antara lain silabus untuk kelas VII, VIII, IX desain pembelajaran, program tahunan, dan program semester, selain itu juga harus dipersiapkan alokasi waktu, kalender pendidikan, program analisis dan daya serap.

Penyusunan rencana pembelajaran harus mengacu pada Program Tahunan dan Program Semester. Penyusunan Prota dan Promes berdasarkan kalender akademik. Dalam kalender akademik memuat jumlah pecan dalam satu semester dan jumlah pekan dalam satu semester dan jumlah pekan efektif. Jumlah pecan dalam satu semester dikurangi pecan tidak efektif diperoleh jumlah pecan efektif yang dapat menentukan jumlah jam pelajaran.

2.2.8 Pelaksanaan Penilaian

  1. Pelaksanaan Penilaian

Penilaian merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam proses belajar mengajaryang dilakukan secara komprehensif dan terus-menerus. Penilaian yang dilakuakan adalah penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses diperoleh selama proses belajar mengajar berlangsung. Sedangkan penilaian hasil diperoleh dari kegiatan ulangan dan tes yang dilakukan pada akhir pembelajaran, yang biasanya berbentuk paper and pencil test. Penilaian harus mencakup penilaian proses dan penilaian hasil belajar, sehingga mencerminkan perkembangkan pencapaian kemampuan atau kompetensi siswa yang sebenarnya, yang mencakup penilaian kemampuan kognitif, psikomotor, dan afektif.

  1. Jenis Penilaian

SMP Negeri 9 Malang masih menggunakan KBK untuk kelas IX. Dengan demikian, penilaiannya masih mengacu pada 3 ranah yang harus dinilai yaitu ranah kognitif, psikomotor, dan afektif. Ketika ranah tersebut harus dapat diukur dan diketahui  nilainya untuk dijadikan sebagai laporan akhir dari kegiatan belajar siswa yang disebut rapor. Sedangkan kurikulum KTSP untuk kelas VII dan VIII, penilaiannya mengacu pada pemahaman konsep dan penerapan konsep yang hasil penilaian akhir juga berbentuk rapor. Adapun jenis penilaian di SMP Negeri 9 Malang meliputi  nilai ulangan harian, tengah semester, akhir semester dan ujian nasional (khusus untuk kelas IX)

  1. Evaluasi Hasil Kegiatan Belajar Mengajar

(Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) adalah kurikulum baru yang menganjurkan guru untuk lebih aktif dan membuat sendiri standar kompetensi kurikulum yang akan diberikan kepada siswa berdasarkan kurikulum dari DIKNAS yang sudah dilaksnakan di SMP Negeri 9 Malanguntuk kelas VII dan VIII. Sedangkan untuk kelas IX masih menggunakan kurikulum KBK tahun 2004. Perbedaan penggunaan ini tentu saja juga berdampak pada perbedaan system penilaian. Pada kurikulum 2004 atau KBK, penilaian menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kompetensi masing-masing, dan evaluasi dilaksanakan per KD (Kompetenisi Dasar).b sedangkan dalam kurikulum KTSP, penilaian dilakukan berdasarkan kemampuan siswa dalam memahami, menerapkannya. Evaluasi yang dilakukan per KD (Kompetensi Dasar) biasanya disebut ulangan harian dan juga per SK (Standar Kompetensi) atau disebut dengan ulangan blok. Dengan demikian, siswa mampu menguasai materi yang disampaikan oleh guru dan dapat menerapkannya.

Evaluasi program pengajaran menjadi salah satu bagian dari kegiatan belajar mengajaryang sangat penting, karena dari kegiatan evaluasi inilah dapat diketahui tingkat keberhasilan kegiatan belajar mengajar yang telah dilakukan oleh guru baik dikelas maupun diluar kelas. Kegiatan evaluasi ini juga berfungsi mengetahui tingkat keberhasilan program kebijakan yang sedang direncanakan maupun yang telah dilaksanakan. Selain mengevaluasi dari hasil ujian dan bentuk soal juga diadakan analisis butir soal. Dengan demikian, dapat diketahui bagian mana yang sudah maupun yang belum dikuasai oleh siswa. Melalui hasil dari analisis butir soal ini, guru dapat menerapkan program pengayaan dan program remedial. Sehingga proses belajar mengajardi SMP Negeri 9 Malang dapat berlangsung secara maksimal.

2.2.9   Kriteria Penilaian

Pada kegiatan pembelajaran, penilaian dilakukan saat siswa belajar (prosesnya) dan setelah belajar (hasilnya). Penilaian dapat dilakukan secara perorangan maupun secara kelompok (diskusi kelompok). Untuk kelas VII, VIII dan kelas IX dberlakukan pembelajaran TUNTAS; dimana seorang siswa yang memperoleh nilai lebih dari SKM dari suatu mata pelajaran dinyatakan tuntas, sedangkan untuk siswa yang memperoleh nilai kurang dari SKM wajib mengikuti program remedial. Nilai SKM ditetapkan oleh sekolah dengan memperhatikan rata-rata hasil ulangan kelas paralel tiap mata pelajaran.

Standar ketuntasan minimum (SKM) SMP Negeri 9 Malang tahun pelajaran 2008/2009 ditetapkan sebagai berikut

No Mata Pelajaran SKM

Kelas VII

SKM

Kelas VIII

SKM

Kelas IX

KETERANGAN
1 Pendidikan Agama Islam 75 70 70
2 Pendidikan Agama Kristen 75 70 70
3 Pendidikan Agama Katolik 65 70 70
4 Pendidikan kewarganegaraan 70 75 70
5 Bahasa Indonesia 67 67 70
6 Bahasa Inggris 67 67 67
7 Matematika 70 67 67,5
8 Ilmu Pengetahuan Alam 65 65 66
9 Ilmu Pengetahuan Sosial 67 68 67,75
10 Seni Budaya 70 70 70
11 Penjaskes 69 69 69
12 TIK 75 70 67,5
13 Bahasa Jawa 71 70 70
14 Akuntansi 70 70 70

2.2.10    Bentuk Penilaian

Bentuk soal yang digunakan dalam pengevaluasian hasil belajar siswa ada 2 macam, yaitu bentuk esai (subjektif) dan bentuk pilihan ganda (objektif).

2.2.11    Laporan Hasil Belajar Siswa

Nilai rapor pada prisipnya merupakan rangkuman nilai hasil tagihan (ulangan blok, tugas-tugas, nilai ulangan harian lainnya) selama semester berlangsung. Tiap akhir semester profil hasil belajar siswa disampaikan kepada siswa dan orang tua siswa. Nilai rapor juga harus dapat menjawab keingintahuan orang tua siswa seperti: (1) Bagaimana siswa belajar disekolah secara akademik, fisik, sosial, maupun emosional; (2) Sejauh mana partisipasi anaknya dalam kegiatan sekolah; (3) Kemampuan apa yang diraih siswa selama kurun waktu belajar tersebut; (4) apa yang harus dilakukan orang tua untuk membantu mengembangkan potensi anaknya lebih lanjut.

2.2.12   Kenaikan Kelas

Setelah menjalani satu tahun prose belajar mengajar, siswa yang sudah berkompeten berhak untuk naik ke kelas yang lebih tinggi. Siswa dinyatakan kompeten bila melebihi ketuntasan minimum yang telah ditetapkan sekolah. Siswa yang diwajibkan mengulang yaitu mengikuti seluruh kegiatan pada tingkat kelas yang sama pada tahun pelajaran berikutnya.

2.2.13   Supervisor Oleh Kepala Sekolah

Kepala sekolah selaku supervisor bertugas bertugas menyelenggarakan supervisi mengenai:

  • Proses belajar mengajar
  • Kegiatan bimbingan konseling
  • Kegiatan ekstrakurikuler
  • Kegiatan ketatausahaan
  • Kegiatan kerjasama dangan masyarakat dan instansi terkait
  • Sarana prasarana
  • Kegiatan OSIS
  • Kegiatan BK

2.3   KESISWAAN

Kesiswaan adalah salah satu bagian dari struktur sekolah dimana didalamnyaterdapat keseluruhan proses penyelenggaraan kerjasama tentang masalah kesiswaan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan disekolah.

Adapun tujuan dari kesiswaan yaitu mengatur kegiatan dalam bidang-bidang tertentu, agar dalam proses pembelajaran nantinya dapat berjalan dengan tertib, lancar dan teratur.

Kesiswaan dalam struktur organisasi sekolah, berada dibawah koordinasi Kepala Sekolah yang bersifat struktural akan tetapi kegiatan dalam kesiswaan bersifat operasional yang berhubungan dengan bakat minat dan tata tertib siswa. Kegiatan-kegiatan yang menjadi tanggung jawab urusan bidang kesiswaan akan dijabarkan sebagai berikut

2.3.1   Penerimaan Siswa Baru

Proses penerimaan siswa baru saat ini sudah dapat dilakukan secara on-line. Siswa yang ingin mendaftar ke SMP tidak perlu lagi melakukan pengecekan secara langsung ke sekolah yang dituju tapi cukup melihat perkembangannya melalui system tersebut. Pertama-tama, siswa yang ingin mendaftar bisa mengambil formulir pendaftaran yang disediakan gratis. Siswa dapat memilih sebanyak=banyaknya 23 SMP di kota Malang yang ingin dipilih. Setelah diisi, formulir tersebut harus dikembalikan diloket PSB dilengkapi dengan foto kopi UPN dan STTB yang selanjutnya akan diproses ke dalam komputer. Setelah menunggu, lembar on-line akan keluar dan setelah sekitar empat jari, akan dapat dilihat pengumuman di sekolah mana siswa yang bersangkutan diterima.

Bagi siswa yang diterima di SMP 9 Malang, dipersilahkan berkumpul di suatu ruangan  untuk menukar berkas on-line dengan berkas daftar ulang yang harus diisi oleh siswa. Pada hari ke-6 seluruh siswa baru akan dikumpulkan lagi untuk persiapan Masa Orientasi Siswa (MOS).

2.3.2   Peraturan Pengelompokan Siswa

Adapun pengaturan atau pengelompokan kelas di SMP Negeri 9 Malang merupakan tugas dari badan litbank sekolah. kriteria dan keputusan pengelompokan siswa berdasarkan kelas sepenuhnya tugas Litbank.

Di SMPN 9 Malang terdapat pembagian kelas, yaitu dua kelas unggulan dan dua kelas merata pada tiap tingkat. Kriteria kelas unggulan ditetapkan berdasarkan nilai masuk untuk kelas tujuh. Sedangkan untuk kelas Delapan dan kelas Sembilan kriteria tersebut ditetapkan berdasarkan nilai Ujian  Akhir Nasional (UAN).

2.3.3   Kehadiran Siswa di Sekolah

Semua siswa diharuskan sudah berada di sekolah selambat-lambatnya pukul 06.30 setiap hari Senin sampai Sabtu kecuali hari Jumat pada pukul 07.00. siswa meninggalkan sekolah pada pukul 13.00 pada hari Senin sampai Rabu, pukul 12.15 pada hari Kamis, pukul 11.00 pada hari jumat dan pukul 10.45 pada hari Sabtu kecuali siswa-siswa kelas 9 yang harus mengikuti pelajaran tambahan setelah jam pulang sekolah.

Masing-masing siswa hanya diizinkan tidak mengikuti kegiatan belajarmengajar maksimal sebanyak 15 kali dalam satu tahun.

2.3.4   Tata Tertib Siswa

Sekolah adalah lembaga pendidikan dan pengajaran secara formal, sekolah merupakan sumber disiplin dan tempat berdisiplin untuk mencapai ilmu pengetahuan yang dicita-citakan dan sekolah merupakan pusat kebudayaan.

Setiap siswa yang masuk ke sekolah haruslah mentaati peraturan sekolah, mampu menjunjung dan membela nama baik Sekolah. Semua siswa berkewajiban menghormati yang lebih tua yaitu Guru, Karyawan dan sesame Siswa.

Untuk mencapai tujuan tersebut maka setiap sekolah, kesiswaan juga berperan dalam pengaturan dan pembinaan tata tertib siswa. Tata tertib siswa atau ketentuan tersebut antara lain:

a)      Kewajiban Murid

  • Murid sopan/hormat kepada Kepala Sekolah, gur, Pegawai, dan sesama teman
  • Mengikuti upacara bendera secara tertib, kecuali sakit
  • Mengikuti kegiatan keagamaan sesuai dengan ketentuan
  • Memakai pakaian sekolah dan olahraga, sepatu, kaos kaki, ikat pinggang, topi, sesuai dengan ketentuan
  • Membawa perlengkapan belajar
  • Mengerjakan tugas/PR
  • Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan ketentuan
  • Melaksanakan tugas piket sekolah
  • Hadir disekolah selambatnya 5 menit sebelum bel masuk
  • Apabila datang terlambat wajib melapor kepada petugas Tata Tertib siswa/guru piket dan minta surat ijin
  • Apabila sakit dan tidak masuk sekolah, orang tua wajib memberikan surat keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan. (surat ijin sakit diberikan selama tiga hari berturut-turut, lebih tiga hari harus ada keterangan dokter)
  • Wajib mengikuti KBM selama berlangsungnya kegiatan kecuali ada hal-hal yang dapat dipertanggungjawabkan
  • Apabila ada sesuatu yang menyebabkan meninggalkan sekolah wajib minta kepada petugas tata tertib atau guru piket
  • Masuk/keluar lingkungan sekolah wajib melalui jalan yang ditentukan
  • Menjaga/memelihara kekeluargaan, kebersihan, kerindangan, keamanan, ketertiban dan kesehatan
  • Menjaga nama baik sekolah
  • Menempatkan kendaraan secara teratur dan menguncinya ditempat parkir sekolah
  • Ikut menjaga dan memelihara sarana-prasarana sekolah

b)      Hak Murid

  • Murid berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran
  • Mendapatkan perlakuan yang sama dalam pembelajaran disekolah
  • Murid berhak menggunakan fasilitas sekolah sesuai dengan ketentuan
  • Murid berhak menyampaikan pendapat dan keluhannya pada warga sekolah

c)      Larangan Murid

  • Melakukan tindakan yang membahayakan jiwa orang lain
  • Membawa rokok, minuman keras, narkoba atau sejenisnyadan senjata tajam/senjata api
  • Bertindak kriminal atau bertindak yang sifatnya mengarah ke criminal
  • Memalsu stempel, surat dan tanda tangan Kepala Sekolah, Guru, Pegawai dan orang tua/wali murid
  • Bersikap tidak sopan kepada Kepala Sekolah, Guru, Pegawai, dan sesama teman
  • Merusak sarana dan prasana sekolah
  • Mengambil barang/uang milik orang lain, menodong dan menarget
  • Membuat gaduh/onar disekolah / diluar sekolah
  • Membawa bacaan, gambar dan segala macam pornografi
  • Menjadi perkumpulan anak-anak nakal
  • Berkelahi dan main hakim sendiri jika menemui persoalan dengan teman
  • Berada/bermain-main ditempat parker
  • Mengganggu kegiatan belajar/mengajar (KBM) berlangsung
  • Memakai perhiasan secara berlebihan serta berdandan yang tidak sesuai dengan ketentuan sekolah bagi siswa putrid
  • Memakai perhiasan (gelang, kalung, giwang) dan gondrong bagi siswa putra
  • Mengecat/menyemir rambut selain warna hitam
  • Memanjangkan/memelihara kuku
  • Meninggalkan perlengkapan belajar ketika pulang sekolah 

d)     Sanksi

Siswa memiliki buku catatan kepribadian siswa/cakep yang berisi antara lain tata tertib siswa dan klasifikasi serta sanksi pelanggaran. Siswa yang terbukti melakukan pelanggaran Tata Tertib akan mendapatkan sanksi seperti yang tertera didalam buku cakep. Sanksi diberikan sesuai dengan jumlah dan jenis pelanggaran yang dilakukan oleh siswa

e)      Lain-lain

  1. Setiap pelanggaran ditulis dikartu kasus siswa dan dibuku cakep
    1. Selama siswa menjalani sanksi, yang bersangkutan kehilangan hak untuk mengikuti ulangan
    2. Penyelesaian masalah yang terdapat dalam buku kasus/cakep harus ditandatangani oleh orang tua/cakep yang telah ditunjuk
    3. Ijin sakit lebih dari dua hari harus dilampiri keterangan dokter
    4. Ijin tidak masuk selain karena sakit harus mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada kepala sekolah
    5. Tidak masuk selama dua hari berturut-turut orang tua diundang ke sekolah
    6. Tidak melayani ijin lewat telepon
    7. Keberadaan siswa di UKS atas ijin
    8. Undangan perihal penyelesaian pelanggaran/kasus siswa kepada orang tua/wali siswa harap mendapat perhatian dan selama undangan tidak dipenuhi tanpa keterangan, siswa belajar dirumah
    9. Pedoman ini berlaku sejak ditetapkan, bila dikemudian hari terdapat kesalahan atau kekeliruan akan ditinjau kembali serta hal-hal yang belum tercantum didalam pedoman ini akan ditentukan kemudian

2.3.5    Mutasi Siswa

Mutasi siswa dapat terjadi  karena beberapa alas an. Yang pertama disebabkan oleh permintaan orang tua dan yang kedua disebabkan oleh pelanggaran berat yang dilakukan oleh siswa yang bersangkutan. Untuk mutasi keluar, harus ada kejelasan mengenai sekolah yang akan dituju oleh siswa yang akan dimutasi. Orang tua atau wali harus dapat menunjukkan surat keterangan bahwa siswa yang bersangkutan sudah diterima di sekolah lain kepada sekolah asal. Setelah itu, sekolah asal akan mengeluarkan surat mutasi. Hal ini sangat diperlukan untuk menghindarkan siswa dari kemungkinan tidak mendapatkan sekolah setelah surat mutasi dikeluarkan oleh asal sekolah.

Sedangkan untuk mutasi masuk, terlebih dahulu pihak sekolah yang dituju akan mengeluarkan surat keterangan diterima untuk mengurus surat mutasi dari sekolah asal. Pihak sekolah yang dituju akan mempertimbangkan beberapa hal untuk menerima siswa mutasi antara lain ketersediaan bangku dan nilai siswa yang dimutasi tersebut.

2.3.6    Pengaturan Kelulusan

Siswa dinyatakan lulus jika telah mengikuti ujian akhir dan memperoleh nilai sesuai dengan criteria kelulusan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Siswa yang telah lulus dari SMP Negeri 9 Malang tidak memiliki organisasi atau ikatan alumni tertentu. Pihak sekolah memri izin kepada para alumni untuk mengadakan acara reuni di sekolah. Kegiatan reuni ini dilakukan dalam waktu yang tidak tetap, tetapi biasanya dilaksanakan setiap lima tahun sekali.

2.3.7    Kegiatan ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler adalah salah satu wadah untuk mengembangkan bakat dan minat siswa yang tidak berkaitan dengan materi pelajaran sekolah. Kegiatan ektrskurikuler ini sangat bermanfaat bagi siswa untuk mengembangkan jiwa bersosialisasi dan membangun karakter dirinya. Kegiatan ini dilakukan di luar jam pelajaran biasa dan pada waktu libur sekolah, si sekolah atau di luar sekolah, secara berkala atau hanya pada waktu-waktu tertentu.

Terdapat beberapa kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 9 Malang yang jadwal pelaksanaanya telah diatur oleh pihak sekolah. Di antara kegiatan-kegiatan ektrakurikuler tersebut, ada yang wajib diikuti oleh siswa. Siswa kelas tujuh diwajibkan mengikuti kegiatan Pramuka. Sedangkan siswa kelas delapan dan kelas Sembilan diwajibkan mengikuti setidak-tidaknya satu kegiatan ekstrakurikuler pilihan. Jadwal ekstrakurikuler terlampir.

2.4 KEPEGAWAIAN

2.4.1 Mekanisme  Pengadaan, Pengangkatan, Kenaikan Pangkat, dan Mutasi Pegawai

  1. A. Mekanisme Pengadaan Pegawai Negeri Sipil

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 11 tahun 2002 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 98 Tahun 2006 tentang pengadaan Pegawai Negeri sipil adalah sebagai berikut:

Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar adalah:

  1. Warga Negara Indonesia.
  2. Berusia serendah-rendahnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 35 tahun.
  3. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan .
  4. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atau diberhentikan dengan hormat sebagai pegawai swasta.
  5. Tidak berkedudukan sebagai calon/Pegawai Negeri.
  6. Mempunyai pendidikan, kecakapan, keahlian, dan keterampilan yang diperlukan.
  7. Berkelakuan baik.
  8. Sehat jasmani dan rohani.
  9. Bersedia ditempatkan di deluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau Negara lain yang ditentukan oleh pemerintah.
  10. Syarat lain yang ditentukan dalam persyaratan jabatan.

Pelamar yang dinyatakan lulus ujian penyaringan dan telah diberikan nomor identitas Pegawai Negeri Sipil diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil. Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil ditetepkan dengan keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian, yang dilakukan dalam angaran berjalan serta penetapannya tidak berlaku.

  1. B. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil

Pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil dapat dilakukan bagi mereka yang melebihi usia 35 tahun berdasarkan kebutuhan khusus dan dilaksanakan secara efektif. Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil, baik guru maupun tenaga pendidik lainnya yang telah lulus Latihan Pra Jabatan, agar diusulkan menjadi PNS dengan melampirkan:

  1. SK CPNS
  2. STTPL PRAJAB
  3. DP3
  4. Surat Keterangan Dokter (II/d ke bawah oleh Dokter penguji tersendiri dan III/a ke atas oleh Tim Penguji Kesehatan)

Pengangkatan tersebut diklasifikasikan dalam beberapa golongan ruang. Golongan ruang adalah golongan ruang gaji pokok sebagaimana diatur dalam ketentuan pengaturan perundang-undangan yang berlaku gaji Pegawai Negeri Sipil. Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, adalah:

  1. Golongan ruang I/a bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah Sekolah Dasar atau yang setingkat.
  2. Golongan ruang I/c bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah Sekolah Tingkat Lanjut Tingkat Pertama atau yang Setingkat.
  3. Golongan ruang II/a bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan Surat Tanda Belajar/Ijazah Sekolah Tingkat Lanjut Tingkat Atas, Diploma I atau yang setingkat.
  4. Golongan ruang II/b bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan Surat Tanda Belajar/Ijazah Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa atau Diploma II.
  5. Golongan ruang II/c bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan Ijazah Sarjana Muda, Akademi atau Diploma III.
  6. Golongan ruang III/a bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan Ijazah Sarjana (S1) atau Diploma IV.
  7. Golongan ruang III/b bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan Ijazah Dokter, Ijazah Apoteker dan Magister (S2) atau Ijazah lain yang setara.
  8. Golongan ruang III/c bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan Ijazah Doktor (S3).
  1. C. Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil

Pangkat adalah kedudukan yang menunjukkan tingkat seseorang Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Jabatannya dalam rangkaian susunan kepegawaian dan digunakan sebagai pengajian. Jabatan Struktural adalah suatu kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawa, wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi Negara. Jabatan Fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian dan/atau keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi

Kenaikan pangkat regular diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil termasuk Pegawai Negeri Sipil yang diantaranya:

  1. Melaksankan tugas belajar dan sebelumnya tidak menduduki jabatan structural atau jabatan fungsional tertentu, dan
  2. Dipekerjakan atau diperbantukan secara penuh diluar instansi induk dan tidak menduduki jabatan pimpinan yang telah ditetapkan persamaan eselonya atau jabatan fungsional tertentu.

Kenaikan pangkat regular diberikan bagi Pegawai Negeri Sipil diberikan sampai dengan:

  1. Pengatur Muda, golongan ruang II/a bagi yang memiliki Surat Tanda Tamat Belajar Sekolah Dasar.
  2. Pengatur, golongan ruang II/c bagi yang memiliki Surat Tanda Tamat Belajar Sekolah Lanjut Tingkat Pertama
  3. Pengatur Tingkat I, golongan ruang II/d bagi yang memiliki Surat Tanda Tamat Belajar Sekolah Lanjut Kejuruan Tingkat Pertama.
  4. Pinata Muda tingkat I, golongan ruang III/b bagi yang memiliki Surat Tanda Tamat Belajar Sekolah Tingkat Atas, Sekolah Lanjut Kejuruan Tingkat atas 3 (tiga) tahun, sekolah Lanjutan Kejuruan Tingkat Atas 4 (empat) tahun, Ijazah diploma I, atau Ijazah Diploma II.
  5. Penata, golongan ruang III/c bagi yang memiliki Ijazah Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa, Ijazah Diploma III, Ijazah Sarjana Muda, Ijazah Akademi, atau Ijazah Bakaloreat.
  6. Piñata Tingkat I, golongan ruang III/d bagi yang memiliki Ijazah Sarjana (S1) atau Ijazah Diploma IV.
  7. Pembina, golongan ruang IV/a bagi yang memiliki Ijazah Dokter, Ijazah Apoteker, dan Ijazah Magister (S2) atau ijazah lain yang setara.
  8. Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b bagi yang memiliki Ijazah Doktor (S3).

Kenaikan pangkat pilihan diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang:

  1. Menduduki jabatan struktur atau jabatan fungsional tertentu.
  2. Menduduki jabatan tertentu yang pengangkatannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden.
  3. Menunjukkan prestasi kerja luar biasa baiknya.
  4. Menentukan penemuan baru yang bermanfaat bagi Negara.
  5. Diangkat menjadi pejabat Negara.
  6. Memperoleh Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah.
  7. Melaksanakan tugas belajar dan sebelumnya meduduki jabatan structural atau jabatan fungsional tertentu.
  8. Telah selesai mengikuti dan lulus tugas belajar.
  9. Dipekerjakan dan diperbantukan secara penuh diluar instansi induknya yang diangkat dalam jabatan pimpinan yang telah ditetapkan persamaan eselonnya atau jabatan fungsional tertentu.

Pegawai Negeri Sipil yang meduduki jabatan structural dan pangkatnya masih sattu tingkat dibawah jenjang pangkat terendah yang ditentukan untuk jabatan itu, dapat dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi, apabila:

  1. Telah 1 tahun dalam pangkat yang dimilikinya.
  2. Sekurang-kurangnya didudukinya .
  3. Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baikdalam 2 tahun terakhir.

Pegawai Negeri Sipil yang memperoleh:

  1. Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama atau yang Setingkat dan masih berpangkat Juru Muda Tingkat I, golongan ruang I/b ke bawah dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Juru, golongan ruang I/c.
  2. Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, Diploma I atau yang Setingkat dan masih berpangkat Juru Tingkat I, golongan ruang I/d ke bawah dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Pengatur Muda, golongan ruang II/a.
  3. Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa atau Diploma II dan masih berpangkat pengatur Muda, golongan ruang II/a ke bawah, dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b.
  4. Ijazah Sarjana Muda, Ijazah Akademik, atau Ijazah Diploma III dan masih berpangkat Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b ke bawah, dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Pengatur, golongan Ruang II/c.
  5. Ijazah Sarjana (S1), atau Ijazah Diploma IV dan masih berpangkat Pengatur Tingkat I, golongan ruang II/d ke bawah, dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Muda Tingkat I, golongan Ruang III/b.
  6. Ijazah Dokter, Ijazah Apoteker, dan Ijazah Magister (S2) atau Ijazah lain yang setara, dan masih berpangkat Penata Muda, golongan ruang III/a ke bawah, dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b.
  7. Ijazah Doktor (S3) dan masih berpangkat Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b ke bawah, dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Penata, golongan Ruang III/c.

Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam di atas dapat diberikan apabila:

  1. Diangkat dalam jabatan/diberi tugas yang memerlukan pengetahuan /keahlian yang sesuai dengan ijazah yang di peroleh.
  2. Sekurang-kurangnya setelah satu tahun dalam pangkat terakhir.
  3. Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam satu tahun teakhir.
  4. Memenuhi jumlah anggota kredit yang di tentukan bagi yang menduduki jabatan fungsional tertentu.
  5. Lulus ujian penyesuian kenaikan pangkat.

Pegawai negei sipil yang melaksanakan tugas belajar apabila telah lulus dan memperoleh:

  1. Ijazh Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa atau Ijazah Dipoma II. Dan masih berperangkat Pengatur Muda golongan ruang II/a ke bawah, dinaikan pangkatnya menjadi Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b.
  2. Ijazah Serjana Muda, ijazah Akademia,atau Ijazah Diploma III dan masih berpangkat Pengatur MudaTingkat I, golongan ruang II/b ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Pengatur,golongan ruang II/c.
  3. Ijazah Sarjana (S1), atau Iijazah Diploma IV dan masih berpangkat Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/d ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Muda, golongan ruang III/a.
    1. Ijazah Docter, ijazah Apoteker dan ijazah magister (S2) atau Ijazah lain yang setara, dan masih berpangkat Penata Muda, golongan ruang III/a ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b.
    2. Ijazah Doktor (S3) dan masih ber pangkat Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi piñata, golongan ruang III/c.

Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud di ayas diberikan kepada:

  1. Sekurang-kurangnyasatu tahun dalam pangkat terakhir.
  2. Setiap unsure penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam satu terakhir.

Bagi Pegawai Negeri Sipil yang meninggal dunia atau akan diberhentikan degan hormat dengan hak pensiun karena mencapai batas usia pensiun, dapat diberikan kenaikan pangkat pengabdian setingk lebih tinggi, apabila:

  1. Memiliki rasa bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil selamanya:

1)      sekurang-kurangnya 30 tahun secara terus-menerus dan sekurang-kurangnya setelah 1 bulan dalam pangkat terakhir.

2)      Sekurang-kurangnya 20 tahun secara terus-menerus dan sekurang-kurangnya setelah 1 bulan dalam pangkat terakhir.

3)      Sekurang-kurangnya 10 tahun secara terus-menerus dan sekurang-kurangnya setelah 2 bulan dalam pangkat terakhir.

  1. Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 tahun terakhir.
  2. Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat dalam 1 tahun terakhir.

Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud si atas mulai berlaku:

  1. Tanggal Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan meninggal dunia.
  2. Tanggal 1 pada bulan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan di perhentikan dengan hormat.
  1. D. Mutasi Pegawai Negeri Sipil

Kepala badan Kepegawaian Negara menetapkan pemindahan:

  1. Pegawai Negeri Sipil antar Departemen/Lembaga
  2. Pegawai Negeri Sipil pusat dan Pegawai Negeri Sipil daerah antar propensi/Kabupaten/Kota dan Departemen/Lembaga
  3. Pegawai Negeri Sipil Daerah antar Daerah Propensi
  4. Pegawai Negeri Sipil Daerah antara Daerah Kabupaten/Kota Daerah Kabupaten/Kota Propensi lainnya.

Penetapan oleh badan kepegawaian Negara yang dimaksud di atas dilaksanakan atas permintan dan persetujuan dari instansi yang bersangkutan, dan jabatandapat mendelekasikan wewenangnya atau memberikan kuasa kepada pejabat lain dilingkungannya.

2.5 KEUANGAN

Meskipun uang bukan untuk segala-galanya, namun untuk menjalankan suatu menejemen operasional sekolah, diperlukan penggu dana yang efektif. Banyak sedikitnya dana yang diperlukan sangat tergantung  kepada banyak sedikitnya ragam dan identitas kegiatan yang diprakarsai oleh sekolah.

Oleh karena penyelenggaraan pendidikan merupakan tangung jawab bersama antara pemerintah, orang tua siswa dan masyarakat, maka dana yang dapat dihimpun oleh sekolah pada dasarnya bersumber dari tiga komponen penanggung jawab pendidikan tersebut. Rinciannya adalah sebagai berikut.

2.5.1  Sumber Keuangan Sekolah dan Cara Mendapatkannya

a.  Dana dari Pemerintah

Dana dari pemerintah disediakan melalui jalur Anggaran Rutin dalam Daftar Isian Kegiatan (DIK) yang dialokasikan kepada semua sekolah untuk setiap tahun ajaran. Dana ini lazim disebut dana rutin. Besarnya dana yang dialokasikan didalam DIK biasanya ditentukan berdasarkan jumlah siswakelasI, II dan III. Mata anggaran dan besarnyadana untuk masing-masing jenis pengeluaran sudah ditentukan pemerintah di dalam DIK. Pengeluaran dan pertanggung jawaban atas pemamfaatan dana rutin (DIK) harus benar-benar sesuai dengan mata anggaran tersebut.

b.  Dana dari Orang Tua Siswa

Dana ini disebut dana BP3 (Bantuan Penyelengaraan dan Pembinaan). Besarnya sumbangan dana BP3 yang harus dibayar oleh orang tua siswa ditentukan oleh rapat BP3. Pada umumnya dana BP3 terdiri atas:

  1. Dana  tetap bulan sebagai uang kontribusi yang harus  dibayar oleh orang tua setiap bulan selama anaknya menjadi siswa di sekolah.
  2. Dana incidental yang dibebankan kepada siswa baru yang biasanya hanya satu kali dalam tiga tahun menjadi siswa(pembayarannya dapat di angsur).
  3. Dana sukarela yang biasanya ditawarkan kepada orang tua siswa tertentu yang dermawan dan bersedia memberikan sumbangannya secara suka rela.
  4. Tanpa satu ikatan apapun.

  1. c. Dana  dari Masyarakat

Dana biasanya merupakan sumbangan suka rela yang tidak mengikat dari angota-angota masyarakat sekolah yang menaruh perhatian terhadap kegitan pendidikan di sekolah. Sumbangan suka rela yang diberikan tersebut merupakan wujud dari kepeduliannya karena merasa terpanggil untuk turut membantukemajuan pendidikan. Dana ini ada yang diterima dari perorangan, dari suatu organisasi, dari yayasan ataupun dari badan usaha baik milik pemerintah maupun milik swasta.

  1. d. Dana dari Alumni

Bantuan dari para alumni untuk membantu peningkatan mutu sekolah tidak selalu dalam bentuk uang (misalnya buk-buku, alat dan perlengkapan belajar). Namun dana yang di himpun oleh sekolah dari para alumni merupakan sumbangan sukarela yang tidak mengikat dari mereka yang merasa terpanggil untuk turut mendukung kelancaran kegiatan-kegiatan demi kemajuan dan pengembangan sekolah. Dana ini ada yang diterima langsungdari alumni, tetapi ada juga yang dihimpun melalui acara reuni atau lustrum seklah.

e.  Dana dari Peserta Kegiatan

Dana ini dipungut dari siswa sendiri atau masyarakat yang menikmati pelayanan kegiatan pendidikan tambahan atau extrakurikuler, seperti pelatihan computer, kursus bahasa inggris atau keterampilan lainnya.

  1. f. Dana dari Kegiatan Wirausaha Sekolah

ada beberapa sekolah yang mengadakan kegiatan usaha untuk mendapatkan dana. Dana ini merupakan kumpulan hasil berbagai kegiatan wirausaha sekolah yang pengelolaannya dapat dilakukan oleh staf sekolah atau para siswa misalnya koperasi, kantin sekolah, bazaar tahunan, wartel, usaha foto kopi, dll.

Untuk beberapa tahun ini sekolah-sekolah memiliki anggaran pemasukan dari dana pemerintah yang berupa dana BOS dan Blok Grant adalah sebagai berikut:

Mekanisme Alokasi Dana BOS dan BOS Buku

Dana BOS yang di salurkan berupa dan BOS dan BOS Buku, Dana BOS Buku dimaksud untuk:

-            Memberikan bantuan sekolah/madrasah/PPS untuk pengetahuan buku teks pelajaran bagi siswa.

-            Membantu masyarakat meringankan beban biaya pendidikan.

-            Meningkat Mutu pendidikan Dasar di Indonesia.

Penyaluran dana BOS buku adalah:

-            Sekolah /madrash/PPS menerima BOS Buku adalah= penerima BOS

-            No.Rek penampung BOS Buku adalah= program BOS.

-            Dana di salurkan sekaligus. Untuk tahun 2008 dana BOS Buku menjadi Rp 12.000,-/siswa (semula Rp 22.000,-/siswa). Penyebabnya adanya kebijakan pemerintah melakukan saving atas DIPA Depdiknas TA. 2008.

-            Jika dana yang diterima sekolah/madrasah/PPS>jumlah seharusnya, misal karena kesalahan data siswa, maka harus dikembalikan ke Tim Menejemen BOS provinsiinsi.

Dana BOS Buku harus digunakan untuk membeli buku Teks Pelajaran dengan ketentuan:

  1. Pemilihan dan penetapan JUDUL BUKU teks pelajaran harus mengikuti Permendiknas No. 11/2005 tentang Buku teks pelajaran.
  2. Spesifikasi buku harus ikut standar dari Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP), tentang:

-            Komponen kelayakan isi.

-            Komponen penyajian: daftar isi, tujuan setiap bab, peta konsep/ringkasan, kata kunci, pertanyaan/soal latihan di setiap bab, dan daftar pustaka.

-            Komponen kegrafikan: kulit buku, isi buku, kualitas cetakan, kekuatan fisik buku, ukuran buku (A4, A5 atau B5).

-            Penerbit wajib mencantumkan label harga.

  1. Buku yang dibeli harus mencakup 1 siswa, 1 buku.

Penyaluran Dana BOS:

  1. Penyaluran dana untuk periode Januari-Desember 2007 dilakukan secara bertahap dengan ketentuan:

-       Dana BOS disalurkan setiap Periode tiga bulan;

-       Dana BOS disalurkan pada awal bulan dari setiap periode  tiga bulan;

  1. Penyaluran dana dilaksanakan oleh Tim Tingkat Provinsiinsi melalui Bank Pemerintah/Pos, dengan tahap-tahap sebagai berikut.

a)        Tim manajemen BOS Provinsi mengajukan Surat Permohonan Pembayaran Langsung (SPP-LS) dana BOS sesuai dengan kebutuhan.

b)        Unit terkait di Dinas Pendidikan Provinsi melakukan verifikasi atas SPP-LS dimaksud kemudian menerbitkan Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS).

c)        Dinas pendidikan Provinsi selanjutnya mengirimkan SPM-LS dimaksud kepada KPPN Provinsi.

d)       KPPN Provinsi melakukan verifikasi terhadap SPM-LS untuk selanjutnya menerbitkan SP2D yang dibebankan kepada rekening Kas Negara

Dana BOS yang dicairkan dari KPPN ditampung ke rekening penampung Tim Manajemen BOS Provinsi yang selanjutnya dana disalurkan ke sekolah penerima BOS melalui Kantor Bank pemerintah/Pos yang ditunjuk sesuai dengan Perjanjian Kerjasama antara Dinas Pendidikan Provinsi dan Lembaga Penyalur (Bank/Pos).

e)        Perjanjian kerjasama yang sudah dilakukan untuk periode sebelumnya dapat digunakan/diperpanjang atau diperbaiki bilamana perlu. Tim Manajemen BOS Provinsi harus melakukan evaluasi terhadap  kinerja Bank penyalur.

f)         Tim Manajemen BOS Kab/Kota dan sekolah harus mengecek kesesuaian dan yang disalurkan oleh Bank/Pos dengan alokasi BOS yang ditetapkan oleh Tim Manajemen BOS Kab.Kota. jika terdapat perbedaan dalam jumlah dana yang diterima, maka perbedaan tersebut harus segera dilaporkan kepada Bank/Pos bersangkutan, Tim Manajemen BOS Kab/Kota dan Tim Manajemen BOS Provinsi untuk diselesaikan lebih lanjut.

Syarat Penyaluran Dana BOS

  1. Bagi sekolah yang belum memiliki rekening rutin, harus membuka nomor rekening atas nama lembaga (tidak boleh atas nama Pribadi).
  2. Sekolah mengirimkan nomor rekening tersebut kepada Tim Manajemen BOS Kab/Kota.
  3. Tim manajemen BOS Kab/Kota melakukan verifikasi dan mengkompilasi nomor rekening sekolah dan selanjutnya dikirim kepada Tim Manajemen BOS Provinsi, disertakan pula daftar sekolah yang menolak BOS.

2.5.2    Pencarian Dana Operasional Maupun Dana Pembangunan

Syarat Pencarian Dana Block Grant:

  1. Proposal Kegiatan
  2. Mendatangani MoU
  3. Mendatangani Kuitansi Penerimaan Dana
  4. Mendatangani Surat Pertanyaan Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan
  5. Mempunyai Rekening sanggar/kelompok kerja yang masih aktif pada Bank Pemerintah

2.5.3 Pengelolaan

Pengelolaan akan dianggap efektif apabila sesuai dengan Rencana Anggaran pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) untuk satu tahun pelajaran, para kepala sekolah bersama semua pemegang peran disekolah pasa umumnya menempuh langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Merancang suatu program sekolah yang ideal untuk mencapai tujuan yang diinginkan pada tahun pelajaran yang bersangkutan
  2. Melakukan inventarisasi semua kegiatan dan menghitung perkiraan kebutuhan dana penunjang
  3. Melakukan peninjauan ulang atas program awal berdasarkan kemungkinan tersedianya dana pendukung yang dapat terhimpun
  4. Menetapkan prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun pelajaran yang bersangkutan
  5. Melakukan perhitungan rinci pemanfaatan dana yang tersedia untuk masing-masing kegiatan (Depdiknas, 2000: 178-179)
  6. Menuangkan perhitungan-perhitungan rinci tersebut kedalam suatu format yang telah disepakati untuk digunakan oleh setiap sekolah
  7. Pengesahan dokumen RAPBS oleh instansi yang berwenang

Dengan tersedianya dokumen tertulis mengenai RAPBS tersebut Kepala Sekolah dapat mengkomunikasikannya secara terbuka kepada semua pihak yang memerlukan.

Sumber dana yang tersedia di dalam RAPBS di manfaatkan untuk membiayai berbagai kegiatan menajemen operasional sekolah pada tahun pelajaran yang  bersangkutan. Pada umumnya pengeluaran dana yang dihimpun oleh sekolah yang mencakup 5 kategori pembiayaan sebagai berikut.

a)      Pemeliharaan, rehabilitasi dan pengadaan sarana/prasarana pendidikan

b)      Peningkatan kegiatan dan proses belajar mengajar

c)      Peningkatan kegiatan pembinaan kesehatan

d)     Dukungan biaya kegiatan sekolah dan peningkatan personil

e)      Kegiatan rumah tangga sekolah dan BP3

Dana yang tersedia di dalam RAPBS dapat sekaligus mencakup kegiatan untuk pengembangan sekolah. Namun demikian dana untuk keperluan pengembangan sekolah dapat disediakan secara khusus, sebagai tambahan dari RAPBS yang telah disusun.

Untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang telah diprogramkan sekolah dalam satu tahun pelajaran, diperlukan tersedianya sejumlah dana tertentu pula. Berapa besarnya dana yang diperlukan oleh sekolah agar tujuan itu dapat dicapai telah dihitung secara cermat oleh setiap sekolah melalui penyusunan RAPBS. Apabila jumlah dana yang diperlukan pada satu tahun pelajaran dibagi dengan jumlah semua kelas I,II, dan III disekolah itu, maka akan ditemukan Satuan Harga Per Siswa (SHPS). Jumlah dana yang diperlukan oleh setiap sekolah pun berbeda-beda. Oleh karena itu SHPS pada masing-masing sekolah dengan sendirinya akan berbeda pula. Meskipun demikian sebenarnya harus ada suatu patokan SHPS minimal agar suatu mutu pendidikan tertentu dapat dicapai secara nasional.

Ketika berbagai dana terkumpul (rush) disekolah diperlukan kepemimpinan yang efektif, bukan selalu terus-menerus mengadakan staf terutama TU. Bagaimana keterbatasan akan dialami setiap staf.

2.5.4 Kebijakan Sekolah

Dalam hal keuangan SMP Negeri 9 Malang tidak memungut biaya pendidikan dari siswa, hal ini dikarenakan pemerintah sudah mengalokasikan dana untuk operasional maupun pembangunan kepada sekolah-sekolah termasuk SMP Negeri 9 Malang. Dana terssebut antara lain dana BOS dan dana Block Grant. Dana tersebut dapat digunakan apabila pihak sekolah yang bersangkutan mengajukan proposal terlebih dahulu. Utuk pembangunan sendiri, pihak sekolah mengadakan pertemuan wali murid guna membahas pengadaan sarana dan prasarana maupun media penunjang pembelajaran yang belum terpenuhi dari pemerintah untuk ditanggung bersama-sama. Keputusan diambil setelah ada kata sepakat dari pihak sekolah dan wali murid.

2.7   HUBUNGAN MASYARAKAT

Pengertian humas adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dan masyarakat dengan maksud meningkatkan pengertian warga tentang kebutuhan dan praktek pendidikan serta mendorong minat dan kerjasama warganya dalam usahanya memperbaiki sekolah, sehingga antara sekolah dan masyarakat sama-sama mempunyai kepentingan dan saling melengkapi.

2.7.1 Tujuan Humas

  1. Untuk menigkatkan kualitas belajar dan peertumbuhan anak.
  2. Untuk menigkatkan tujuan masyarakat dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
  3. Untuk mengembangkan antusiasme atau semangat dalam membantu kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat.
  4. Untuk mengembangkan pemahaman tentang maksud-maksud dan saran-saran dari sekolah.
  5. Untuk melalui program sekolah dalam kata-kata kebutuhan yang terpenuhi.
  6. Untuk mempersatukan orang tua murid dan guru-guru dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang terpenuhi.
  7. Untuk mengembangkan kesadaran tentang pendidikan sekolah dalam era pembangunan.
  8. Untuk membangun dan memelihara tentang pekerjaan rumah sekolah.
  9. Untuk mengarahkan bantuan dan dukungan bagi pemeliharaan dan peningkatan program sekolah

2.7.2 Unsur-unsur yang Terlibat Dalam Humas

Adapun unsur-unsur yang terlibat dalam humas adalah:

  1. Warga sekolah, terdiri dari:
    1. Siswa
    2. Guru/karyawan
    3. Masyaraka, terdiri dari:
      1. Wali murid
      2. Alumni
      3. Institusi terkait
      4. Masyarakat luas

2.7.3 Teknik-Teknik Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

Teknik-teknik hubungan sekolah dengan masyarakat yang digunakan sekolah antara lain dengan cara:

  1. Melalui komite sekolah
  2. Bimbingan belajar melalui kerjasama dengan institusi lain
  3. Melalui karya wisata
  4. Melalui sosialisasi produk
  5. Melalui bakti sosial

2.7.4 Bentuk-Bentuk Partisipasi Sekolah Terhadap Masyarakat

Partisipasi sekolah dalam masyarakat yakni dengan cara pelayanan yang baik:

  1. Bakti sosial
  2. Pemberdayaan masyarakat

2.7.5 Kepengurusan Hubungan Masyarakat

Tidak ada kepengurusan humas secara khusus di SMPN 9 Malang, karena sudah menjadi satudalam struktur organisasi.

2.8      BIMBINGAN DAN PENYULUHAN

2.8.1   Pengertian Bimbingan Penyuluhan

Pelayanan bantuan untuk peserta didik baik individu/kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi, sosial, belajar, karir; melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung atas dasar norma-normayang berlaku.

2.8.2   Tujuan dan Fungsi Bimbingan Penyuluhan

a.  Tujuan

Membantu memandirikan peserta didik dan mengembangkan potensi-potensi mereka secara optimal.

  1. Fungsi
    1. Fungsi Pemahaman
    2. Fungsi Pencegahan
    3. Fungsi pengentasan
    4. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
    5. Fungsi Advokasi

2.8.3 Prinsip-Prinsip Bimbingan dan Konseling

  1. Prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan
    1. Non diskriminasi
    2. Individu dinamis dan unik
    3. Tahap & aspek perkembangan individu
    4. Perbedaan individual
    5. Prinsip berkenaan dengan permasalahan individu;
      1. Kondisi mental individu terhadap lingkungan sosialnya
      2. Kesenjangan sosial, ekonomi, dan budaya
      3. Prinsip berkenaan dengan program layanan;
        1. Bagian integral pendidikan
        2. Fleksibel & adaptif
        3. Berkelajutan
        4. Penilaian teratur & terarah
        5. Prinsip berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan;
          1. Pengembangan individu agar mandiri
          2. Keputusan sukarela
          3. Ditanganioleh professional & kompeten
          4. Kerjasama antar pihak terkait
          5. Pemanfaatan maksimal dari hasil penilaian/pengukura

2.8.4 Atas Bimbingan Konseling

  • Asas Kerahasiaan
  • Asas Kesukarelaan
  • Asas Keterbukaan
  • Asas kegiatan
  • Asas Kekinian
  • Asas Kedinamisan
  • Asas Keterpaduan
  • Asas Kenormatifan
  • Asas Keahlian
  • Asas Kemandirian
  • Asas Alih Tangan Kasus
  • Asas Tutwuri Handayani

2.8.5 Visi Misi Bimbingan Penyuluhan (BP) SMP Negeri 9 Malang

Visi:

Terwujudnya pengembangan diri dan kemandirian secara hakekat kemanusiaannya sebagai hamba Tuhan Yang Maha Esa, sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam berhubungan dengan manusia dan alam semesta

Misi:

Menunjang  perkembangan diri dan kemandirian siswa dapat menjalani kehidupan sehari-sehari sebagai siswa secara efektif , kreatif, dan dinamis serta memiliki kecakapan hidup untuk masa depan karir dalam:

  1. Beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  2. Pemahaman perkembangan diri dan lingkungan
  3. Pengarahan diri kea rah dimensi spiritual
  4. Pengambilan keputusan berdasarkan IQ, EQ, dan SQ
  5. Pengaktualisasian diri secara optimal

2.8.6 Program Umum Bimbingan dan PenyuluhanTingkat SLTP

  1. Persiapan
    1. Studi Kelayakan
    2. Penyusunan Program
    3. Konsultasi Program
    4. Penyediaan Sarana/Prasarana
    5. Koordinasi
    6. Layanan bimbingan
      1. Layanan Orientasi

-       Orientasi Lingkungan Sekolah

-       Orientasi Tata Tertib sekolah

-       Orientasi Ruang Lingkup BP

  1. Layanan Informasi

-        Informasi cara Belajar Efektif

-        Informasi Pelayanan Undang-undang Cawu 1, 2, 3

-        Informasi pelaksanaan EBTA/EBTANAS

  1. Layanan Penempatan dan Penyaluran

-        Penempatan dalam Kelas

-        Penyaluran Bakat dan Hobi melalui Kegiatan Ekstrakurikuler

  1. Layanan Pembelajaran

-        Pembentukan Kelompok Belajar

-        Pembinaan Disiplin Belajar

  1. Layanan Bimbingan
  2. Layanan Konseling Individu
  3. Layanan Konseling Kelompok
  4. Kegiatan Pendukung
    1. Aplikasi Intrumentasi

-        Angket Siswa

-        Angket Orang Tua

-        Problem Cheklist

-        Sosimetri

-        Daftar Pengungkapan Masalah

-        Tes Psikologi

  1. Himpunan Data

-        Data Pribadi

-        Data Hasil Belajar

-        Data Presensi

  1. Konferensi Kasus
  2. Kunjungan Rumah
  3. Alih Tangan Kasus
  4. Program Pengembangan

-       Latihan Kerja/Penataran/MGBK

  1. Evaluasi

-       Evaluasi Pelaksanaan Program

-       Analisis Hasil Belajar

  1. Analisis

-       Analisis Pelaksanaan Program

-       Evaluasi Hasil Kegiatan

  1. Tindak Lanjut

-       Merencanakan Tindak Lanjut

BAB III

PENUTUP

Manajemen penglolaan sekolah merupakan salah satu unsure yang harus diperhatikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Dimana tujuan pendidikan tersebut diantaranya mencukup: bagaimana mengatur,memimpin, mengelola atau mengadministrasikan sumberdaya manusia, sumber belajar atau kurikulum dan fasilitas. Dengan adanya tujuan pendidikan tersebut diharapkan dapat memaksimalkan kinerja manajemen pendidikan sekolah.

3.1    Kesimpulan

Berdasarkan ulasan yang telah diuraikan pada BAB II, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Dalam perjalanan SMP Negeri 9 Malang sering berganti nama mengikuti perkembangan kurikulum yang ada serta kebutuhan masyarakat, ini terbukti dengan adanya pergantian yangdulnya SMEP N 2 Malng, dapat berubah menjadi sekolah menengah. Manajemen organisasi di SMP Negeri 9 Malang sudah tertata dengan rapi dengan adanya tugas-tugas yang telah terstruktur dengan lengkap dan baik .
  2. Dengan adanya perubahan kurikulum 2006 dan yang sebelumnya yaitu kurikulum 2004. Di smp negeri 9 malang pada tahun ajaran 2008/2009 ini terdapat 2 kurikulum yang digunakan, untuk kelas VII dan VIII telah menggunakan kurikulum 2006 yangberbasis KTSP, sedang untuk kelas IX tetap menggunakan kurikulum 2004 yangberbasis KBK sehingga terdapat beberapa perbedaan antara keduanya baik dalam penyajian materi pembelajarannya, system penilaiannya maupun kreteria kenaikan kelas dan kelulusannya.
  3. Kesiswaan di SMP Negeri 9 Malang diatur untuk program-program kesiswaan yang terdiri dari perencanaan dan pelaksanaan penerima siswa baru, pencatatan kehadiran siswa, pengaturan pembinanan tata tertib, pengatura mutasi siswa, pengaturan lulusan (alumni), serta pengaturan extra kurikuler siswa.
  4. Kepegawaian di SMP Negeri Malang 9 Malang terdiri dari pengangkatan pegawai, kenaikan pangkat, dan mutasi  pegawai yang dilengkapi dengan pelaksanaan pengaturan disiplin pegawai negeri, pelaksanaan penilaian DP3 pegawai negeri sipil, pengaturan kesejahteraan pegawai, dan pemberhentian atau pensiunan pegawai yang semuanya di atur oleh diknas bila untuk pegawai negeri, tapi bila pengadaan pegawai belum mencukupi, di SMP Negeri 9 Malang dapat mengambil kebijakan untuk mengelola pengadaan pegawai sendiri.
  5. Keuangan di SMP Negeri 9 Malang diperoleh dari pemerintah, orang tua murid, dan semuanya diatur dalam mekanisme pencairan dan pengelolaan keuangan sekolah yang dilengkapi dengan peraturan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja  Sekolah (RAPBS).
  6. Dalam rangka pelaksanaan KTSP di SMP  Negeri 9 Malang sudah melakukan perubahan dan perbaikan dalam hal sarana dan prasarana yang dapat menunjang proses belajar mengajar yang meliputi: memperbaki perencanaan sarana dan prasarana di sekolah yang didasarkan pada proker sarana dan prasarana yang dibuat tiap tahun, perbakan gedung dan fasilitas sekolah, perbaikan mengenai pengaturan pendaya gunaan sarana dan prasana sekolah, pengaturan pelaksanaan investarisasi dan pengaturan kebijakan sekolah di bidang sarana dan prasarana.
  7. Program Humas di SMP Negeri 9 Malangdilaksanakan untuk menjalin hubungan kerjasama antara pemerintah, masyarakat,dan pihak SMP Negeri 9 Malang yang dilaksanakn dengan menyusun perencanaan secara operasional, mudah dan dapat dilaksanakan

3.2Saran

Bertitik tolak pada kesimpulan, maka dalam hal ini diajukan beberapa saran atau rekomendasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertibangan dalam meningkatkan manajemen pendidikan sekolah di SMP Negeri 9 Malang.

Adapun beberapa rekomendasi yang perlu di perhatikan sekaligus dilaksanakan oleh para pengambil kebijakan adalah sebagai berikut:

  1. Untuk lebih meningkatkan kinerja organisasi sekolah, sebaiknya harus didukung dengan adanya sumber daya manusia yang memadai dan data-data yang akurat, sehingga dapat memaksimalkan kinerja dari organisasi sekolah.
  2. Pada pelaksanaan pembelajaran baik yang menggunakan KTSP ataupun KBK, dalam hal penggunaannya diharapkan untuk lebih dimaksimalkan lagi. Sehingga output dari kurikulum tersebut bisa menjadi outcome bagi siswa. Dari kurikulum yang ada bisa menunjang prestasi siswa untuk lebih baik lagi.
  3. Program-program kesiswaan yang ada pada SMP Negeri 9 Malang ini pada prinsipnya sudah baik, namun alangkah lebih baik lagi bila dioptimalkan program yang sudah ada dan perlu adanya inovasi-inovasi baru dalam pelaksanaan programnya. Karen pada hakekatnya kesemuanya itu untuk memajukan para siswa, sehingga diperlukan suatu mekanisme yang diharapkan bisa mewadahi apa yang diperlukan oleh siswa, gunanya untuk menunjang proses pembelajaran siswa.
  4. Pada bagian kepegawaian ini diperlukan adanya sumberdaya manusia yang memiliki kompeten tinggi dan bekualitas. Dikarenakan pada bagian kepegawaian ini, merupakan salah satu bagian penting dari keberlangsungan pegawai yang ada utamanya da SMP Negeri 9 Malang, baik itu untuk pegawai pungsional ataupun guru. Dengan harapan, adanya sumberdaya yang memadai tersebut bisa menunjang kinerja dari bagian kepegawaian tersebut.
  5. Sebaiknya segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan harus dilaksanakan secara cermat dan teliti,. Baik itu menyangkut mekanismenya, pengelolaannya maupun peraturan-peraturan yang berkaitan dengan keuangan. Adanya kecermatan dan ketelitian dan pelaksanaan, diharapkan dapat motipasi guru dan pegawai fungsional agar dapat bekerja lebih baik lagi.
  6. Sarana dan prasarana yang telah ada sebaiknya bisa lebih dijaga dan dirawat. Karena dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang ada ini dapat menunjang proses pembelajaran siswa untuk lebih baik daripada sebelumnya.
  7. Untuk hubungan masyarakat di SMP Negeri 9 Malang diperlukan dengan adanya jaringan yang luas untuk menunjang kegiatan siswa, baik itu berupa hasil kerjasama dengan instansi atau perusahaan, masyarakat setempat, dan lain-lain. Tentunya hal tersebut utama bisa mamfaat bagi siswa dan bisa menunjang siswa untuk lebih optimal dalam proses pembelajaran
28
Sep
10

USAHA PRODUKSI GADUNG (Dioscorea hispida) INSTAN RASA COCOPANDAN SEBAGAI BAHAN PANGAN DAN SEBAGAI PENGOBATAN ALTERNATIF RHEUMATIK

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

USAHA PRODUKSI GADUNG (Dioscorea hispida) INSTAN

RASA COCOPANDAN SEBAGAI BAHAN PANGAN

DAN SEBAGAI PENGOBATAN ALTERNATIF RHEUMATIK

Bidang Kegiatan:

PKMK

(Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan)

Disusun Oleh

  1. 1. ILHAM ATHO’ILLAH   NIM 107711407021
  2. 2. ADITYA BANGUN          NIM 107711407012
  3. 3. AMIN                                  NIM 906432401161

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

MALANG

2010


HALAMAN PENGESAHAN PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA

  1. Judul Kegiatan                                    : Usaha Produksi Gadung (Dioscorea hispida) Instan Rasa Cocopandan Sebagai Pengobatan Alternatif Rheumatik
  2. Bidang Kegiatan                                 :  (  ) PKMP                       (√) PKMK

(  ) PKMT                       (  ) PKMM

  1. Bidang Ilmu                                        :  (  ) Kesehatan                 (  ) Pertanian

(  ) MIPA                       (  ) Humaniora

(√) Sosial Ekonomi        (  ) Pendidikan

(  ) Teknologi dan Rekayasa

  1. Ketua Pelaksanaan Kegiatan
  2. Nama Lengkap                              : Ilham Atho’illah
  3. NIM                                              : 107711407021
  4. Jurusan                                          : PJK
  5. Universitas                                    : Universitas Negeri Malang
  6. Email                                             : ilham.rahma@yahoo.co.id
  7. Alamat                                           : Jl. Raya Warungdo No.3 Pasuruan
  8. Alamat Kos                                   : Jl. Terusan Ambarawa 29, Malang
  9. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 orang
  10. Dosen Pendamping
  11. Nama Lengkap dan Gelar             : Dra. Sri Purnami, M.Pd
  12. NIP                                               : 195206231979032001

Alamat Rumah dan No. Telp.             : Jl.Min Suwarso Batu 38

Telp (08155502045)

7.   Biaya Kegiatan Total

a.   Dikti                                              : Rp 9.932.000,-

8.   Jangka Waktu Pelaksanaan                 : 3 bulan

Menyetujui : Malang, 26 Agustus 2010

Ketua Jurusan PJK                                            Ketua Pelaksana Kegiatan

Drs. Mu’arifin, M.Pd                                    Ilham Atho’illah
NIP. 196508011990011001                           NIM. 107711407021

Mengetahui,

Pembantu Rektor III                                              Dosen Pendamping

Drs. Kadim Masjkur, M.Pd                                  Dra. Sri Purnami, M.Pd

NIP. 195412161981021001                              NIP. 195206231979032001

A. JUDUL

Usaha Produksi Gadung (Dioscorea hispida) Instan Rasa Cocopandan Sebagai  Bahan Pangan dan Sebagai Pengobatan Alternatif Rheumatik.

B. LATAR BELAKANG MASALAH

Peradaban manusia yang semakin berkembang serta diimbangi dengan pertumbuhan penduduk yang semakin tahun semakin meningkat, menuntut adanya suatu terobosan-terobosan baru yang berguna bagi kelangsungan hidup manusia di muka bumi. Salah satu usaha dalam merealisasikan terobosan tersebut adalah pemanfaatan Gadung Sebagai Bahan Pangan yang Berkualitas.

Gadung yang mempunyai nama latin Dioscorea hispida merupakan tumbuhan perambat, berumur menahun (perenial), panjang bisa mencapai 10 m.  Batang berkayu, silindris, membelit, warna hijau, bagian dalam solid, permukaan halus, berduri.  Daun majemuk, bertangkai, beranak daun tiga (trifoliolatus), warna hijau, panjang 20 – 25 cm, lebar 1 – 12 cm. Gadung tergolong tanaman umbi-umbian yang sudah populer walaupun kurang mendapat perhatian dari masyarakat maupun industri untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang mempunyai kualitas yang baik.

Menurut Rindit Pambayun, staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

(Kompas, 7/12/97), gadung bisa memenuhi kebutuhan energi tubuh dan enak dimakan, asal kandungan racunnya dinetralkan.

Selain dapat diolah sebagai bahan pangan yang berkualitas, gadung juga dapat di jadikan obat alternatif untuk mengobati penyakit nyeri sendi atau rheumatik. Komposisi zat makanan yang terdapat di dalam gadung seperti alkaloid dioskorina, diosgenina, saponin, furanoid norditerpena, zat pati, dan tannin, sangat baik sebagai pengobatan alternatif untuk mengobati rheumatik. (http://id.wikipedia.org/wiki/Gadung)

Saat ini berbagai upaya dilakukan untuk mengembangkan produk pangan yang dapat diandalkan sebagai pemelihara kesehatan dan kebugaran tubuh. Bahkan bila dimungkinkan produk tersebut bisa menyembuhkan efek negatif penyakit tertentu. Pola hidup back to nature dewasa ini sangat digemari oleh masyarakat yang ingin menjalankan hidup sehat secara alami, aman dan sehat. Oleh karena itu mengkonsumsi gadung sebagai bahan makanan yang berkualitas adalah salah satu cara pola hidup back to nature yang alami, sehat serta bermanfaat bagi tubuh untuk mengobati penyakit rhuematik.

Memang bahan makanan dari gadung kurang populer di masyarakat. Namun dengan mengolah gadung dengan benar dan memberikan hasil produk yang menarik dan tidak kalah lezat dari nasi maupun makan pokok yang lain, maka lama-kelamaan gadung dapat diterima di masyarakat sebagai bahan makanan pokok di samping beras dan jagung. Disamping itu, agar masyarakat mengenal lebih jauh tentang makanan pokok dan manfaat dari gadung, diperlukan promosi atau pemasaran yang akan mensosialisasikan produk dari gadung ini ke dalam masyarakat.

Karena di dalam gadung terdapat racun, maka diperlukan cara pengolahan gadung dengan benar agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok selain beras dan jagung serta tidak berbahaya bagi tubuh kita.

Berdasarkan latar belakang masalah yang sudah dijelaskan di atas, maka penulis mengangkat judul “Usaha Produksi Gadung (Dioscorea hispida) Instan Rasa Cocopandan Sebagai  Bahan Pangan dan Sebagai Pengobatan Alternatif Rheumatik” di dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa ini.

C. PERUMUSAN MASALAH

Produk bahan pangan dari gadung ini akan sangat digemari konsumen yang ingin hidup sehat dan yang menginginkan variasi makanan pokok selain beras dan jagung. Karena disamping dapat mengobati penyakit rheumatik, bahan pangan dari gadung ini tidak kalah kandungan karbohidratnya jika dibandingkan dengan beras maupun jagung. Namun permasalahan utama yang dihadapi adalah produk ini kurang dikenal oleh masyarakat luas dan bagaimana cara pengolahan gadung yang benar sehingga aman dikonsumsi.

Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah adalah bagaimana cara pengolahan gadung yang benar sehingga menghasilkan produk pangan yang berkualitas yang sehat dan aman dikonsumsi?

D. TUJUAN

Tujuan dari program ini adalah untuk mengetahui cara pengolahan gadung yang benar sehingga menghasilkan produk pangan yang berkualitas yang sehat dan aman dikonsumsi.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN

Produk bahan makanan dari gadung rasa cocopandan menjadi bahan makanan yang digemari masyarakat sebagai bahan makanan pokok pengganti beras maupun jagung yang bermanfaat untuk mengobati penyakit rheumatik.

F. KEGUNAAN

Adapun kegunaan Program Kreativitas Mahasiswa yang berjudul “usaha produksi gadung instant rasa cocopandan sebagai bahan pangan dan sebagai pengobatan alternatif rheumatik” sebagai berikut :

  1. Bagi Mahasiswa
    1. Menambah pengetahuan mahasiswa tentang manfaat dari gadung
    2. Mampu mengembangkan usaha produksi bahan pangan gadung instant rasa cocopandan sebagai obat alternatif rheumatik yang memiliki nilai ekonomis dan manfaat yang tinggi.
    3. Sebagai upaya pengaplikasian ilmu yang telah diperoleh sehingga mampu diaplikasikan dalam masyarakat.
  2. Bagi Masyarakat
    1. Memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa gadung dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang berkualitas dan dapat mengobati penyakit rheumatik.
    2. Untuk membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
  1. Dapat menikmati hasil olahan gadung yang sehat dan bermanfaat.

G. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN

Bahan makanan gadung (Dioscorea hispida) instant rasa cocopandan sangat berpotensi di Indonesia sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras dan jagung dimana Indonesia kaya akan hasil pertanian termasuk didalamnya adalah gadung (Dioscorea hispida). Untuk pembuatan bahan makanan gadung rasa kelapa, bahan baku yang digunakan adalah gadung yang berasal dari Desa Ngebel Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo yang banyak menghasilkan gadung yang mempunyai kualitas yang baik.

Bahan makanan gadung rasa cocopandan selain memiliki nilai ekonomis juga bermanfaat sebagai obat alternatif rheumatik. Mengonsumsi bahan makanan dari gadung berarti kita mendapat energi yang cukup untuk aktivitas sehari-hari juga mencegah dan mengobati rheumatik.

Selama ini masyarakat Indonesia pada umumnya menjadikan beras dan jagung sebagai makanan pokok sehari-hari. Dengan adanya produk bahan makanan dari gadung rasa kelapa yang bermanfaat sebagai pengobatan alternatif penyakit rheumatik, diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi bahan makanan dari gadung yang mempunyai karbohidrat yang tidak kalah banyak dari beras maupun jagung.

Pembuatan bahan makanan gadung rasa cocopandan terdiri dari beberapa tahap diantaranya :

a)        Tahap Produksi

b)        Tahap Pengemasan

c)        Tahap Pemasaran dan Distribusi

a)        Tahap Produksi

Menurut Rindit Pambayun, staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

(Kompas, 7/12/97), gadung bisa memenuhi kebutuhan energi tubuh dan enak dimakan, asal kandungan racunnya dinetralkan.

Asam sianida atau asam biru baru timbul saat jaringan umbi gadung dirusak, misalnya dikupas atau diiris. Bila jaringan rusak, dua senyawa prekursor (kandidatracun), yaitu linamarin dan lotaustralin, yang terkandung di dalamnya akan kontak dengan enzim linamarase dan oksigen udara hingga menjadi glukosa dan sianohidrin. Sianohidrin, pada suhu kamar dan kondisi basa (pH di atas 6,8), akan terpecah membentuk racun sianida (HCN) dan aseton.

Senyawa linamarin dan lotaustralin sangat mudah larut dalam air dan tidak tahan panas sehingga mudah dihilangkan. Karena itu, ada tiga cara proses yang dapat dilakukan. Pertama, segera setelah dikupas dan diiris (dengan ketebalan kurang lebih tiga mm) langsung dicuci dengan air mengalir, direndam di dalamnya selama tiga hari tiga malam. Setelah perendaman, gadung dicuci dan dijemur sampai kering. Kedua, setelah dikupas dan diiris, irisan segera diolesi abu dapur dan dijemur sampai kering, direndam dalam air selama satu malam, dan dijemur lagi sampai kering. Ketiga, umbi gadung yang telah dikupas segera direbus dalam air mendidih selama 30 menit, selanjutnya diiris tipis, dicuci, dan dijemur sampai kering.

Melalui cara perendaman, selain melarutkan senyawa linamarin dan lotaustralin, juga memacu pertumbuhan mikro-organisme yang dapat menguraikan racun gadung menjadi asam organik. Cara ketiga, bertujuan melumpuhkan enzim linamarase sehingga tidak bisa mengatalisis pembentukan HCN.

Dengan ketiga cara itu, residu HCN tinggal 1-10 mg per kg gadung. Residu dapat

dihilangkan dengan proses pemanasan cukup saat gadung dimasak. Maka, gadung pun aman sebagai bahan pangan alternatif.

Bahan-bahan yang diperlukan dalam tahapan produksi adalah :

-            Gadung (Dioscorea hispida) yang berkualitas baik (segar dan tidak busuk)

-            Kelapa (tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda)

-            Daun pandan

-            Air (digunakan untuk merendam dan mencuci gadung)

-            Wadah tempat merendam gadung

-            Alat tumbuk/giling

Proses produksi:

  1. Sediakan bahan-bahan yang diperlukan
  2. Gunakan cara proses yang pertama untuk menghilangkan racun yang terdapat di dalam gadung. Kupas dan iris gadung dengan ketebalan kurang lebih 3 mm kemudian langsung dicuci dengan air mengalir dan direndam dalam air selama tiga hari tiga malam. Setelah perendaman, gadung dicuci dan dijemur sampai kering.
  3. Gadung yang sudah kering ditumbuk atau dihaluskan untuk memperkecil ukuran. Gunanya agar mudah disajikan dan dikonsumsi.
  4. Parut kelapa dan sangrai bersama daun pandan hingga parutan kelapa berwarna kecoklatan dan kering. Proses sangrai ini bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam kelapa agar makanan bisa tahan lama. Tambahkan daun pandan untuk memberikan aroma dan garam secukupnya untuk memberikan rasa, kurang lebih 1 sendok makan garam untuk setiap 250 gram parutan kelapa.
  5. Campurkan Gadung yang sudah ditumbuk atau dihaluskan dengan parutan kelapa yang sudah di sangrai dengan pandan dengan perbandingan 10 : 1. 10 untuk Gadung yang sudah dihaluskan dan 1 untuk parutan kelapa yang sudah di sangrai.

b)        Tahap Pengemasan

Agar lebih menarik konsumen dan menambah nilai jual maka proses pengemasan dibuat semenarik mungkin dan higienis agar produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasaran. Misalkan dengan memberikan label atau gambar produksi yang menarik untuk memberikan kepercayaan kepada konsumen.

c)        Tahap Pemasaran dan Distribusi

Adapun tahap pemasaran produk ini adalah sebagai berikut :

  1. Menentukan harga jual dilihat dari berapa biaya yang diperlukan dalam proses produksi dan sudah termasuk laba.
  2. Menentukan sasaran sebagai tujuan tempat pemasaran produk.
  3. Mendistribusikan produk

Produk ini akan didistribusikan di tingkat pengecer yaitu dengan cara ditempelkan di toko-toko kecil. Kemudian seiring dengan berkembangnya usaha dan produksi pemasaran akan diperlebar dengan mendistribusikan di pedagang besar dan agen-agen penyalur yang relevan dengan hasil produksi ini misalnya minimarket atau supermarket.

  1. Melakukan promosi produk

Promosi dilakukan dengan memasang iklan, poster dan penyebaran pamflet di tempat-tempat umum dan tempat sasaran yang dimungkinkan banyak menarik konsumen. Selain itu, diadakan bazar makanan tradisional terutama makanan tradisional yang menyehatkan.

  1. Melakukan evaluasi produksi dan pengawasan pemasaran terhadap hasil produksi.

Didalam usaha gadung instant rasa cocopandan ini diproduksi 1500 bungkus dalam 3 bulan. Setiap bungkus mempunyai berat bersih 1 kg. Dalam bulan pertama memproduksi gadung instant rasa kelapa sebanyak 350 bungkus. Bulan kedua memproduksi 500 bungkus dan pada bulan ketiga memproduksi gadung instant rasa cocopandan sebanyak  650 bungkus.

Alur proses produksi dapat dijelaskan sebagai berikut

Parut dan Sangrai sampai kering
Cuci dengan air mengalir
Kupas dan iris gadung

:

Rendam dalam air mengalir selama 3 hari 3 malam

H. METODE PELAKSANAAN

Metodologi pelaksanaan program kreativitas mahasiswa ini melalui beberapa prosedur yang dijabarkan sebagai berikut :

I. RANCANGAN BIAYA

1. Bahan Produksi

No. Alat dan Bahan Satuan Harga Jumlah
1. Gadung 1600 Kg Rp    2.000 Rp    3.200.000
2. Kelapa 90 Kg Rp    2.500 Rp       225.000
3. Pandan 15 ikat Rp    3.000 Rp         45.000
4. Garam 6 bungkus Rp    2.000 Rp         12.000
5. Minyak Tanah 20 liter Rp    6.000 Rp       120.000
6. Minyak Goreng 30 liter Rp  10.000 Rp       300.000
Total Rp 3.902.000

2. Bahan Penunjang

No Bahan Satuan Harga Jumlah
1 Kompor 6 buah Rp135.000 Rp    810.000
2 Wajan 6 buah Rp  35.000 Rp    2 10.000
3 Alat Penggorengan 6 buah Rp  20.000 Rp    120.000
4 Saringan 6 buah Rp  35.000 Rp    210.000
5 Alat Pengemas 3 buah Rp400.000 Rp 1.200.000
6 Iklan

- Brosur

- Label Kemasan

- Poster

Rp 150.000

Rp 100.000

Rp   50.000

Rp    300.000
7 Plastik Kemasan 60 pak Rp     6.000 Rp 360.000
8 Buku tulis 1 pak Rp    25.000 Rp    25.000
9 Bolpoint 1 pak Rp    25.000 Rp    25.000
10 Listrik komputer Rp150.000 Rp  150.000
11 Biaya cetak label Rp 100.000 Rp  100.000
12 Ember 10 buah Rp 180.000 Rp1.800.000
Total Rp5.310.000


3. Biaya Distribusi

No Tujuan Jumlah Orang Lama

(3 bulan)

Biaya/3 bulan Jumlah
1 Pasuruan 1 orang 2 minggu sekali Rp  20.000 Rp 120.000
2 Situbondo 1 orang 1 kali dalam 1 bulan Rp  100.000 Rp 300.000
3 Malang 2 orang 1 kali dalam satu bulan Rp    75.000 Rp    75.000
4 Kota lain 2 orang 3 kali Rp     75.000
Total Rp 570.000

4. Lain-lain

No Keterangan Jumlah Orang Lama Biaya Jumlah
1 Jasa Penggilingan 3 bulan Rp 150.000
Total Rp 450.000

Hasil Penjualan Produk :

Harga jual setiap kemasan 1kg @ Rp. 10.000,-

Biaya Total Produksi Rp. 9.932.000,-

Produksi yang dihasilkan 1500 bungkus

Pendapatan kotor : Rp.10.000 x 1500 = Rp. 15.000.000,-

Keuntungan : Rp. 15.000.000,-   ─   Rp. 9.932.000,- = Rp. 5.068.000,-


Tabel I. Analisis Biaya Produksi Gadung Instan Rasa Cocopandan

Uraian

Waktu Produksi (bulan)

Total

1 2 3
I. Bahan produksi
1. Gadung Rp 980.000 Rp1.100.000 Rp1.120.000 Rp  3.200.000
2. Kelapa Rp     50.000 Rp     75.000 Rp   150.000 Rp     225.000
3. Pandan Rp     10.000 Rp     15.000 Rp     20.000 Rp       45.000
4. Garam Rp       4.000 Rp       4.000 Rp       4.000 Rp       12.000
5. Minyak Tanah Rp     40.000 Rp     40.000 Rp     40.000 Rp     120.000

Total I

Rp1.084.000 Rp 1.234.000 Rp1.334.000 Rp 3.902.000
II. Biaya Penunjang
1. Kompor Rp 810.000 Rp    810.000
2. Wajan Rp 210.000 Rp    2 10.000
3.Alat Penggorengan Rp 120.000 Rp    120.000
4. Saringan Rp 210.000 Rp    210.000
5. Alat Pengemas Rp1.200.000 Rp 1.200.000
6. Iklan

- Brosur

- Label Kemasan

- Poster

Rp 300.000 Rp    300.000
7. Plastik Kemasan Rp 360.000 Rp 360.000
8. Buku tulis Rp   25.000 Rp    25.000
9. Bolpoint Rp   25.000 Rp    25.000
10.Listrik komputer Rp 150.000 Rp  150.000
11.Biaya cetak label Rp 100.000 Rp  100.000
12. Ember Rp1.800.000 Rp1.800.000
Total II Rp5.310.000
III. Biaya Distribusi Rp 570.000
Total III Rp 570.000

IV. Biaya Lain-lain

- Konsumsi Rp 300.000

- Jasa penggilingan

Rp 150.000

Total IV

Rp 450.000

Total Keseluruhan

Rp 9.932.000

Pemasukan

Rp 4.800.000 Rp. 4.950.000 Rp 5.250.000 Rp. 15.000.000,-

Keuntungan

Rp 1.650.000 Rp 1.650.000 Rp 1.768.000 Rp. 5.068.000,-


J. JADWAL KEGIATAN

No Kegiatan Bulan I Bulan II Bulan III
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persiapan
- Tempat     produksi
- Bahan baku
2 Perlakuan
- Produksi
- Pengemasan
- Distribusi dan pemasaran
3 Evaluasi dan pemantauan pemasaran
4 Membuat laporan dan rancangan kedepan


LAMPIRAN 1:

CURRIcUlUM VITAE

DOSEN PENDAMPING

DATA PRIBADI

Nama lengkap dan Gelar                          : Dra. Sri Purnami, M.Pd

Tempat/ Tgl. Lahir                                    : Malang, 23 Juni 1952

NIP                                                           :195206231979032001

Alamat Rumah dan No. Telp.                   : Jl.Min Suwarso Batu 38

Telp (08155502045)

PENDIDIKAN FORMAL

  1. SD                   Lulus   Tahun 1965
  2. SMP                Lulus   Tahun 1968
  3. SMOA                        Lulus   Tahun 1971
  4. Sarjana Muda  Lulus   Tahun 1975
  5. Sarjana                        Lulus   Tahun 1991
  1. Magister          Lulus   Tahun 2003

RIWAYAT PEKERJAAN

  1. Guru SPG       Banyuwangi    Tahun 1976 – 1986
  2. Guru SGO       Malang            Tahun 1986 – 1991
  3. Dosen PGSD UPP II UM      Tahun 1991 – 2008
  1. Dosen IK UM Malang            Tahun 2008 – sekarang

KARYA ILMIAH (JURNAL):

  1. Profil Guru Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar, tahun 2003. (Penerbit: Artikel Sekolah Dasar)
  2. Penggunaan Metode Pembelajaran Gerak dalam Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar, tahun 2001. (Penerbit: Wahana Sekolah Dasar)
  1. Perbedaan Kinerja Guru Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan dan Masa Kerja. (Penerbit: Jurnal Ilmu Pendidikan)

PENELITIAN:

  1. Profil Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar di Kabupaten Malang, tahun 2007.

Perbedaan Kinerja Guru Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan dan Masa Kerja.

Malang 14 Agustus 2010

Dra. Sri Purnami, M.Pd

NIP. 195206231979032001

LAMPIRAN 2:

CURRICULUM VITAE

KETUA PELAKSANA

DATA PRIBADI

a. Nama lengkap                     :  Ilham Atho’illah

b. Tempat, tanggal lahir          : Pasuruan, 3 Mei 1989

c. Jenis kelamin                       : Laki-laki

d. Agama                                : Islam

e. Kewarganegaraan                : Indonesia

f. Status                                   : Belum menikah

g. Alamat rumah                     : Jl. Raya Wrungdowo No.3 Pasuruan

Telp (08563063020)

h. Email                                   : ilham.rahma@yahoo.co.id

i. Alamat kos                           : Jl. Terusan Ambarawa, Sumber Sari 29, Malang

PENDIDIKAN FORMAL

- SDN Pekuncen Pasuruan

- SMPN 3 Pasuruan

- SMAN 3 Pasuruan

- Jurusan PJK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Malang, 14 Agustus 2010

Ilham Atho’illah

NIM. 107711407021

LAMPIRAN 3:

CURRICULUM VITAE

ANGGOTA PELAKSANA

DATA PRIBADI

  1. Nama lengkap                    : Aditya Bangun
  2. Tempat, tanggal lahir          : Situbondo, 22 September 1988
  3. Jenis kelamin                      : Laki-laki
  4. Agama                                : Islam
  5. Kewarganegaraan               : Indonesia
  6. Status                                 : Belum menikah
  7. Alamat rumah                     : Jl. Wirakrama Curah Jeru RT 04 RW 02

Telp (085755355441)

h. Email                                   :t1o_bangun@yahoo.co.id

i. Alamat kos                           : Jl. Terusan Surabaya 56B, Malang

PENDIDIKAN FORMAL

- SDN 1 Curah Jeru

- SMPN 1 Situbondo

- SMAN 2 Situbondo

- JURUSAN PJK 2007 UNVERSITAS NEGERI MALANG

Malang, 14 Agustus 2010

Aditya Bangun

NIM. 107711407012


LAMPIRAN 4 :

CURRICULUM VITAE

ANGGOTA PELAKSANA

DATA PRIBADI

  1. Nama lengkap                    : Amin
  2. Tempat, tanggal lahir          : Blitar, 28 Nopember 1987
  3. Jenis kelamin                      : Laki-laki
  4. Agama                                : Islam
  5. Kewarganegaraan               : Indonesia
  6. Status                                 : Belum menikah
  7. Alamat rumah                     : Jl. Kerantil 83 Blitar

Telp (085646383110)

  1. Email                                  : mienz_bbc@yahoo.com
  2. Alamat kos                         : Jl. Raya Candi 2A 540, Malang

PENDIDIKAN FORMAL

- SDN  2 BLITAR

- SMPN 1 BLITAR

- SMAN 3 BLITAR

- JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN 2006 UNVERSITAS NEGERI MALANG

Malang, 14 Agustus 2010

Amin

NIM. 906432401161

28
Sep
10

DIREKTUR CUP 2010

DIREKTUR CUP 2010

FUTSAL TOURNAMENT OPEN

Nama                                       : Direktur Cup 2010

Venue                                      : Lap. Futsal UM (depan A2)

Agenda                                   : Sabtu-Minggu, 8-9 & 15-16 Mei 2010

Format Pertandingan              : Sistem Gugur.

PERATURAN PERTANDINGAN

  1. I. Ketentuan Tim Peserta.
    1. Setiap tim harus menyelesaikan segala keperluan administrasi hingga technical meeting dilakukan.
    2. Keperluan administrasi yang diperlukan adalah formulir pendaftaran yang  sudah diisi lengkap serta menyerahkan foto 4 X 6 dan foto copy identitas diri (KTM) atau sejenisnya yang menunjukkan identitas sebagai keluarga besar Universitas Negeri Malang (UM) yang masih terdaftar (aktif).
    3. Pemain yang telah terdaftar tidak diperkenankan untuk mendaftar lagi dalam tim yang berbeda.
    4. Jika ditemukan kecurangan seperti yang telah disebutkan di atas, maka tim tersebut tidak diperkenankan mengikuti tournament (diskualifikasi) dan uang pendaftarannya hangus.
    5. Peserta harus mematuhi segala peraturan dan ketentuan yang berlaku selama mengikuti tournament.
  1. II. Peraturan Umum.
    1. Waktu yang digunakan pada 1 pertandingan adalah 2 X 15 menit dengan waktu istirahat 5 menit.
    2. Bola yang digunakan khusus bola futsal dengan ukuran no. 4.
    3. Setiap tim diperbolehkan melakukan Time Out 1 menit disetiap babak pertandingan.
    4. Bila pertandingan berakhir dengan skor imbang maka akan dilakukan adu penalti 5 penendang dan jika masih kedudukan tetap sama maka dilakukan penendang tambahan sampai ada selisih 1 gol.
    5. Pemimpin pertandingan adalah wasit-wasit yang ditunjuk panitia pelaksana.

  1. III. Pemain & Official.
    1. Peserta adalah keluarga besar Universitas Negeri Malang (UM) yang masih terdaftar (aktif).
    2. Jumlah pemain dalam 1 tim 10 orang.
    3. Jumlah Official tim maksimum 2 orang, terdiri dari 1 manager dan 1 pelatih.
    4. Perlengkapan pemain adalah sebagai berikut :

-     Kaos seragam dengan nomor punggung (wajib dimiliki oleh setiap tim).

-     Celana pendek (celana sepakbola) seragam. Kecuali untuk penjaga gawang diperbolehkan memakai celana panjang (trenning).

-     Wajib menggunakan skin deker (pelindung tulang) bukan kardus.

-     Kaos kaki panjang (menutupi skin deker).

-     Sepatu futsal (sepatu karet bukan sepatu bola).

-     Penjaga gawang memakai pakaian / kaos yang warnanya berbeda dengan pemain lainnya.

-     Seorang pemain tidak boleh menggunakan peralatan atau memakai aksesoris apapun yang membahayakan dirinya sendiri atau pemain lain, contoh : cincin, gelang, kalung, rantai, kacamata dan lain-lainnya.

  1. IV. Pertandingan.

A.  Daftar Ulang.

  1. Peserta pertandingan harus hadir selambat-lambatnya 15 menit sebelum pertandingan dimulai.
  2. Manager setiap tim wajib mendaftar ulang 10 menit sebelum pertandingan dimulai.
  3. Menunjukkan identitas diri (KTM) atau sejenisnya yang menunjukkan identitas dari setiap pemain yang akan bertanding.
  4. Menyerahkan uang jaminan untuk pelanggaran kartu Rp. 50.000,-.

B.  Syarat pertandingan.

  1. Pemain harus menggunakan kaos tim yang seragam dan bernomor punggung.
  2. Apabila kedua tim menggunakan kaos tim yang sama warnanya maka panitia menyediakan 5 buah kaos / rompi bagi salah satu tim.
  3. Apabila terjadi keterlambatan hingga 10 menit dari waktu pertandingan, salah satu tim belum hadir atau hadir tapi tidak memenuhi persyaratan untuk bertanding, maka tim tersebut dinyatakan kalah WO (skor 3 – 0).
  4. Pertandingan dapat dilaksanakan jika kedua tim telah hadir di lapangan dan memenuhi persyaratan untuk bertanding.

C.  Keputusan Wasit.

  1. Keputusan wasit di atas lapangan tidak dapat diganggu gugat.
  2. Wasit berkuasa penuh di lapangan.
  3. Wasit berhak mengeluarkan kartu kuning dan kartu merah kepada pemain yang melakukan pelanggaran.
  4. Apabila peserta terkena kartu kuning maka diwajibkan membayar denda Rp. 10.000,. sedangkan untuk 2 kartu kuning Rp. 15.000,-. bila terkena kartu merah langsung dikenakan denda Rp. 25.000,-.
  1. V. Peraturan Tambahan.
    1. Manager tim dan Pelatih wajib menggunakan sepatu (bukan sandal).
    2. Yang duduk di banch (cadangan) :

-     Manager tim.

-     Pelatih.

-     Tim medis.

-     Pemain cadangan.

  1. Cedera pemain. Apabila ada pemain yang cedera berat, maka panitia tidak menanggung segala perawatan medis.
  2. Supporter :

-     Supporter kedua tim wajib menjunjung tinggi sportifitas.

-     Supporter kedua tim harus menjaga ketertiban dan tidak mengganggu jalannya pertandingan.

-     Apabila terjadi keributan berupa perkelahian baik antara kedua belah supporter maupun supporter dengan tim lawan, maka kedua tim akan di diskualifikasi.

( SEGALA BENTUK PELANGGARAN DARI TINDAKAN ANARKIS SUPORTER AKAN DIKENAKAN DENDA SEBESAR Rp. 2.000.000,-).

PANITIA


PERATURAN PERMAINAN

  1. Tendangan Bebas.
    1. Tendangan bebas langsung diberikan pada lawan, jika seorang pemaian melakukan pelanggaran :

-     Menendang lawan.

-     Mengganjal lawan.

-     Menyerang lawan meskipun dengan bahunya.

-     Memukul atau mencoba memukul lawan.

-     Mendorong lawan.

-     Sleding teckle dari depan maupun dari belakang.

-     Memegang bola, kecuali penjaga gawang yang berada didaerah penaltinya sendiri.

  1. Gol dapat tercipta dari tendangan bebas langsung.
  2. Tendangan penalti diberikan kepada lawan, jika seorang pemain melakukan pelanggaran yang berbahaya didalam garis penaltinya sendiri.
  3. Pelanggaran ke-6 dan seterusnya menghasilkan tendangan penalti 10 meter dari gawang (pada titik kedua) tanpa pagar pemain. (tim penendang boleh memilih tendangan, apakah dilakukan ditempat kejadian atau dititik penalti).
  4. Pada babak kedua, pelanggaran dimulai lagi dari angka nol.
  5. Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada lawan, jika seorang penjaga gawang melakukan pelanggaran sebagai berikut :

-     Menyentuh atau mengontrol / menguasai bola dengan tangannya setelah rekan timnya menendang secara sengaja.

  1. Gol tidak dapat tercipta dari tendangan bebas tidak langsung.
  2. Pelanggaran atas tendangan bebas tidak langsung, tidak dimasukkan dalam hitungan akumulasi pelanggaran.
  3. Pada saat tendangan bebas dilaksanakan pemain lawan harus berada 4 meter dari bola yang akan ditendang.
  4. Pelanggaran dan Sangsi.
    1. Sangsi yang di peringatkan kartu kuning :

-     Melakukan hal yang tidak sportif.

-     Memperlihatkan perbedaan pendapatnya dengan perkataan atau aksi yang tidak baik.

-     Tetap melanggar peraturan permainan.

-     Mengulur–ngulur waktu memulai kembali jalannya permainan.

-     Kesalahan prosedur pergantian.

-     Sengaja meninggalkan lapangan tanpa seijin wasit.

-     Akumulasi 2x kartu kuning pada satu pertandingan dikenakan kartu merah maka tidak bisa bermain 1x dalam pertandingan selanjutnya.

-     Pemain terkena kartu kuning 2x tidak bisa bermain 1x dalam pertandingan selanjutnya.

  1. Sangsi – sangsi yang dikeluarkan kartu merah :

-     Bermain dan berkelakuan sangat kasar.

-     Meludahi lawan ataupun orang lain.

-     Menghalangi peluang pasti lawan untuk mencetak gol.

-     Mengeluarkan kata-kata kasar yang sifatnya menghina atau mencaci-maki.

-     Malakukan segala bentuk intimidasi terhadap wasit.

-     Menerima kartu kuning kedua.

-     Pemain terkena kartu merah secara langsung tidak bisa bermain 2x dalam pertandingan selanjutnya.

-     Pemain yang terkena kartu merah tidak dapat kembali bermain, namun posisinya dapat digantikan oleh pemain pengganti setelah 2 menit berlangsung atau setelah terjadi gol sebelum 2 menit.

  1. Sangsi – sangsi diatas berlaku seterusnya.
  2. Sebuah gol dapat terjadi langsung setelah permulaan permainan langsung dishooting ke arah gawang lawan.
  3. Tendangan ke Dalam.
  • Jika bola keluar dari sisi lapangan, bola tidak boleh dilempar tetapi bola diletakkan diatas permukaan lantai pada garis dan ditendang kedalam lapangan dan dengan waktu paling lama 4 detik.
  • Gol tidak dapat tercipta dari tendangan ke dalam tanpa menyentuh orang kedua.
  • Pada waktu pelaksanaan, bola tepat berada di atas garis dan kaki penumpu berada di luar atau menginjak garis lapangan permainan.
  1. Pembersihan Gawang.
  • Jika bola keluar dari sisi kanan dan kiri penjaga gawang, pada saat mulai permainan bola dapat langsung dilempar.
  • Gol tidak dapat tercipta dari lemparan gawang.
  • Setelah menerima bola lemparan gawang, pemain dilarang melakukan back-pass ke kipper lagi sebelum melewati garis tengah atau sebelum bola terebut pemain lawan.
  1. Tendangan Sudut.
  • Gol dapat tercipta dari tendangan sudut.

NB : Futsal bukanlah permainan sepakbola, dalam olahraga ini tidak mengenal adanya sleading tackle ataupun body change.

PANITIA

31
Mar
10

MENGAPA MANUSIA BEROLAHRAGA?

MENGAPA MANUSIA BEROLAHRAGA?
Ingin hidup sehat,meraih prestasi, tuntutan organisasai/lembaga.
Alasan Mengapa Harus Berolahraga

American College of Sports Medicine mengumumkan, hanya 70 persen orang yang mampu mempertahankan niatnya untuk rajin berolahraga. Sisanya tidak berhasil mempertahankan niat, karena berpikir melakukan olahraga hanya untuk mengecilkan lingkar pinggang.
Alasan Sehat, yaitu
1.Meningkatkan daya ingat
Pertambahan usia menjadi salah satu faktor naiknya kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunnya kadar kolesterol baik (HDL). Cara terbaik untuk menjaga agar kadar LDL tetap rendah adalah dengan mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh. Sementara itu, untuk meningkatakan kadar HDL, lakukanlah olahraga. Fakta tersebut didukung oleh penelitian di Denmark pada tahun 2007 terhadap 835 pria yang rutin berolahraga. Kadar kolesterol baik para responden diketahui selalu tinggi.
2.Menurunkan trigliserida
Studi yang dipublikasikan tahun 2007 oleh para peneliti dari University of Minnesota menyebutkan aktivitas fisik yang dilakukan secara reguler efektif menurunkan tekanan darah.
3.Menurunkan kolesterol
Para pakar menegaskan olahraga termasuk kegiatan yang penting agar fungsi otak maksimal. Olahraga bisa meningkatkan asupan oksigen dalam darah dan merangsang produksi senyawa kimia di otak yang bermanfaat mempertajam daya ingat.
4.Kondisi pembuluh darah lebih baik
Untuk merespon kebutuhan oksigen dalam tubuh, pembuluh darah haruslah fleksibel atau mudah membesar. Merokok, endapan kolesterol, dan proses penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Berbagai studi menunjukkan olahraga bisa membantu menjaga kemampuan pembuluh darah untuk terbuka dan berkontraksi sesuai kebutuhan fisik tubuh.
5.Menguatkan tulang
Berlatih angkat beban, keseimbangan, lakukan untuk mengurangi risiko tulang keropos.atau jalan kaki merupakan jenis-jenis latihan yang bisa kita
6.Panjang umur
Sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2004 di Finlandia terhadap 15.853 pria berusia 30-59 tahun selama 20 tahun menemukan, mereka yang aktif secara fisik lebih sedikit yang terkena penyakit jantung dan meninggal dunia selama periode penelitian berlangsung

Read more: http://doktersehat.com/2009/11/24/10-alasan-sehat-untuk-terus-berolahraga/#ixzz0isdFLpo7

Alasan meraih prestasi yaitu, demi mendapatkan/mempertahankan suatu gelar atau tuntutan dari team/club seseorang berolahraga dengan keras dan berbobot agar tercapainya suatu prestasi dalam tingkatan tertentu.
MOTIVASINYA?
Motivasi dapat didefinisikan sebagai suatu kekuatan dalam diri seorang individu yang memaksa individu tersebut untuk melakukan suatu aksi. Kekuatan yang memaksa itu terjadi karena adanya suatu kebutuhan yang belum terpenuhi dan baik secara sadar maupun tidak sadar, akan mencoba untuk memenuhi kebutuhan tersebut
Motivasi berolahraga bagi anak – anak, remaja, dan para orang tua yang tidak mempersiapkan diri untuk pertandingan antara lain :
1) Untuk dapat bersenang – senang dan mendapat kegembiraan
2) Untuk melepaskan ketegangan psikis
3) Untuk mendapatkan pengalaman
4) Dapat berhubungan dengan orang lain (mencari teman)
5) Untuk kepentingan kebanggaan kelompok
6) Untuk memelihara kesehatan badan
7) Untuk keperluan kebutuhan praktis sesuai pekerjaannya.
Menurut Singer (1984) meskipun anak – anak yang satu bebeda dengan anak – anak yang lain, namun Michael Passer, seorang psikolog olahraga dikalangan pemuda atas hasil penelitiannya adalah menunjukkan adanya indikasi enam kategori utama motif – motif yang menumbuhkan minat anak – anak berpartisipasi dalam program – program olah raga yaitu :
1) Untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan.
2) Untuk berhubungan dan mencari teman.
3) Untuk mencapai sukses dan mendapat pengakuan.
4) Untuk latihan dan menjadi sehan dan bugar.
5) Untuk menyalurkan enersi.
6) Untuk mendapatkan pengalaman penuh tantangan dan yang mengembirakan.

Lebih lanjut Singer menegaskan bahwa motivasilah yang mendorong seseorang mencapai tujuan, dan selalu berusaha melakukan sesuatu dengan sebaik – baiknya. Beberapa pendekatan yang dilakukan para orang tua dan pelatih terhadap atlit, oleh singer dikelompokkan dalam bentuk – bentuk
1) Pemberian penghargaan 3) Ancaman – ancaman
2) Hukuman – hukuman 4) Pengakuan.

27
Mar
10

SOSIOLOGI OLAHRAGA

SOSIOLOGI OLAHRAGA

sosiologi olahraga adalah mata kuliah yang aku terima di semester VI ini. Hari ini juga aku pertama kalinya menerima mata kuliah itu. Dihari yang sangat panas ini akupun sempat terpulas tidur saat jam kuliah hehehe….. :bingung tapi tetap memperhatikan penjelasan dari dosen walaupun kadang penjelasannya masuk ke dalam alam mimpiku.  :hammer

Baru pertama kali menerima mata kuliah ini ternyata kami langsung diberi tugas untuk searching di internet tentang materi yang disampaikan. Untuk itu kali ini saya ingin membantu teman teman tentang mata kuliah Sosiologi Olahraga.

Okelah kalo begitu saya akan mencoba menjelaskan tentang Sosiologi Olahraga.

1. Pengertian Sosiologi

Secara umum, sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat dan proses-proses social yang terjadi di dalamnya antar hubungan manusia dengan manusia, secara individu maupun kelompok, baik dalam suasana formal maupun material, baik statis maupun dinamis.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, sosiologi diartikan sebagai ilmu masyarakat yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial,termasuk perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah sosial (norma), lembaga sosial, kelompok serta lapisan sosial. Proses social adalah pengaruh timbale balik antara berbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh timbale balik antara kemampuan ekonomi yang tinggi dengan stabilitas politik dan hukum, stabilitas politik dengan budaya, dan sebagainya.

Telaah yang lebih dalam tentang sifat hakiki sosiologi akan menampakkan beberapa karakteristiknya yaitu :

  1. Sosiologi adalah ilmu sosial berbeda jika dibandingkan dengan ilmu alam / kerohanian.
  2. Sosiologi merupakan disiplin ilmu kategori bukan normatif, artinya bersifat non etis yakni kajian dibatasi pada apa yang terjadi, sehingga tidak ada penilaian dalam proses pemerolehan dan penyusunan teori.
  3. Sosiologi merupakan disiplin ilmu pengetahuan murni, bukan ilmu pengetahuan terapan, artinya kajian sosiologi ditujukan untuk membentuk dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak.
  4. Sosiologi meupakan ilmu pengetahuan empiris dan rasional artinya didasarkan pada observasi obyektif terhadap kenyataan dengan menggunakan penalaran.
  5. Sosiologi bersifat teoritis yaitu berusaha menyusun secara abstrak dari hasil observasi. Abstrak merupakan kerangka unsur yang tersusun secara logis, bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat berbagai fenomena.
  6. Sosiologi bersifat komulatif, artinya teori yang tersusun didasarkan pada teori yang mendahuluinya.

Obyek suatu disiplin ilmu dibedakan menjadi obyek material dan obyek formal. Obyek material adalah sesuatu yang menjadi bidang/kawasan kajian ilmu, sedang obyek formal adalah sudut pandang / paradigma yang digunakan dalam mengkaji obyek material.

Sebagai ilmu sosial,obyek material sosiologi adalah masyarakat, sedang obyek formalnya adalah hubungan antar manusia, dan proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat. Konsepsi masyarakat (society) dibatasi oleh unsur – unsur :

  • Manusia yang hidup bersama.
  • Hidup bersama dalam waktu yang relatif lama.
  • Mereka sadar sebagai satu kesatuan.
  • Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama yang mampu melahirkan kebudayaan.

Secara khusus, sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat dipandang dari aspek hubungan antara individu atau kelompok. Hubungan yang terjadi karena adanya proses sosial dilakukan oleh pelaku dengan berbagai karakter, dilakukan melalui lembaga sosial dengan berbagai fungsi dan struktur sosial. Keadaan seperti ini ternyata juga terdapat dalam dunia olahraga sehingga sosiologi dilibatkan untuk mengkaji masalah olahraga.

2. Pengertian Sosiologi Olahraga

Sosiologi olahraga merupakan ilmu terapan, yaitu kajian sosiologis pada masalah keolahragaan. Proses sosial dalam olahraga menghasilkan karakteristik perilaku dalam bersaing dan kerjasama membangun suatu permainan yang dinaungi oleh nilai, norma, dan pranata yang sudah melembaga. Kelompok sosial dalam olahraga mempelajari adanya tipe-tipe perilaku anggotannya dalam mencapai tujuan bersama, kelompok sosial biasanya terwadahi dalam lembaga sosial, yaitu organisasi sosial dan pranata. Beragam pranata yang ada ternyata terkait dengan fenomena olahraga.

3. Bidang Kajian Sosiologi Olahraga

Bidang kajian sosiologi olahraga sangat luas, mengingat hal itu para ahli berupaya mencari batasan bidang kajian yang relevan misalnya:

  1. Heizemann menyatakan bagian dari teori sosiologi yang dimasukkan dalam ilmu olahraga.
  2. Plessner dalam studi sosiologi olahraga menekankan pentingnya perhatian yang harus diarahkan pada pengembangan olahraga dan kehidupan dalam industri modern dengan mengkaji teori kompensasi.
  3. G Magname menguraikan tentang kedudukan olahraga dalam kehidupan sehari-hari, masalah olahraga rekreasi, masalah juara, dan hubungan antara olahraga dengan kebudayaan.
  4. John C.Phillips mengkaji tema yang berhubungan dengan olahraga dan kebudayaan, pertumbuhan, dan rasional dalam olahraga.
  5. Abdul Kadir Ateng menawarkan pokok kajian sosiologi olahraga yang meliputi pranata sosial, seperti sekolah, dan proses sosial seperti perkembangan status sosial atau prestise dalam kelompok dan masyarakat.

Berikut ini contoh-contoh sosiologi olahraga yang dinyatakan oleh Abdul Kadir Ateng:

  • Pelepasan emosi (dengan cara yang dapat diterima masyarakat).
  • Pembentukan pribadi (mengembangkan identitas diri)
  • Kontrol sosial (penyerasian dan kemampuan prediksi)
  • Sosialisasi (membangun perilaku dan nilai-nilai bersama yang sesuai)
  • Perubahan sosial (interaksi sosial, asimilasi dan mobilitas)
  • Kesadaran (pola tingkah laku yang benar)
  • Keberhasilan (cara pencapaian dengan turut aktif atau sebagai penikmat)

Dari berbagi definisi diatas dapat disimpulkan bahwa olahraga sebagai suatu aktivitas yang melibatkan banyak pihak telah disikapi secara dinamis dari pemahaman terhadap yang dianggap sebagai aktivitas primitive untuk mempertahankan hidup berubah menjadi proses sosial yang menghasilkan karakteristik perilaku dalam bersaing dan bekerja sama membangun suatu permainan yang dinaungi oleh nilai, norma, dan pranata lembaga.

Kajian sosiologis yang berkaitan dengan kelompok sosial dapat dikenakan pada olahraga berdasarkan pada beberapa hal yakni situasi kondisi dan struktur, serta fungsi kelompok olahraga. Sarat dengan situasi dan kondisi yang kental akan persaingan dan tata aturan yang relative ketat sehingga tercipta rasa senang, santai, dan gembira.

Berangkat dari paparan diatas, bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama, persaingan dan pertikaian, sehingga membutuhkan penyelesaian sementara waktu, menyadari keterkaitan dan keterikatannya dengan individu lain. Manusia membentuk kelompok sosial untuk memecahkan masalah hidupnya dengan mengunakan pendekatan ilmu sosiologi.

Olahraga telah diapresiasikn sedemikian tinggi sebagai media untuk menunjukkan hegemoni, sehingga untuk menyelenggarakan,dan menciptakan para pelakunya, telah diupayakan berbagai pendekatan dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu, yang disebut pendekatan inter-disiplin adalah pendekatan yang didasarkan pada pengetahuan dari ilmu psikologo, sosiologi, anatomo, dan fisiologi. Sedangkan pendekatan cros-disiplin adalah pendekatan yang difokuskan pada ilmu motor learning, psikologi olahraga, dan sosiologi olahraga.

27
Mar
10

Kenali Masalah Umum Pada Kaki Anak

Kenali Masalah Umum Pada Kaki Anak

Quantcast

Tulisan kali ini saya buat karena kondisi yang sedang saya alami terhadap anak saya sesuai tulisan terhadulu disini, juga yang terjadi dengan seorang ibu kalau tidak salah bernama Ibu Komariah di Purwakarta yang sempat mengontak saya pada hari jumat sore dikarenakan bayinya yang baru berumur 19 bulan dikondisikan kakinya mengalami kelainan, dan semoga tulisan ini bisa bermanfaat buat para orang tua lainnya.

Ada banyak masalah pada kaki anak selama tahap pertumbuhan yaitu Flat foot, Real foot dan Toe-in gait adalah masalah yang pada umumnya terjadi. Pemakaian alas kaki kesehatan yang sesuai dan melakukan olahraga khusus sedini mungkin dapat mencegah masalah-masalah pada kaki.

Ada beberapa pelajaran yang harus diperhatikan sebagai bentuk perawatan kaki agar bisa sesuai dengan pertumbuhan secara normal diataranya :

Pelajaran Pertama : Olah Raga

  • Sebelum merencanakan olahraga dibutuhkan saran dari Dokter dan physiotherapist, terutama untuk penderita kelainan paru-paru dan jantung,
  • Melakukan olahraga ditempat yang aman,
  • Memakai alas kaki dan insol kesehatan untuk berolahraga yang cocok untuk mencegah cedera dan meningkatkan performa,
  • Melakukan pemanasan sebelum berolahraga untuk mencegah kejang otot, tegang dan nyeri,
  • Melakukan olahraga dengan jenis dan intensitas yang sesuai sebaiknya bergantung pada kondisi fisik seseorang dan kesehtannya secara umum,
  • Segera stop olahraga ketika emrasa tidak nyaman, Jika dibutuhkan, mintahlah saran dari dokter dan physiotherapist.

Pelajaran kedua : Alas Kaki Olahraga

  • Out-sol yang elastis dengan fungsi meredam tekanan untuk mengurangi tekanan yang berlebihan pada kaki selama olahraga,
  • Kontrol hard heel countr untuk menstabilkan dan mencegah kemiringan tulang pada tumit (realfoot valgus) dan insol arch support yang elastis untuk mencegah nyeri pada kaki setelah berolahraga,
  • Mid-cut design untuk mengurangi kemungkinan terkilirnya pergelangan kaki selama berolahraga.

Pelajaran Ketiga : Latihan Pemanasan

  • Lakukan latihan pemanasan untuk oto paha bagian depan,
  • kemudian otot paha bagian bawah,
  • otot paha bagian belakang,
  • dan otot betis.

Pelajaran Keempat : Latihan untuk penderita kelainan Kaki

Untuk anak-anak dengan kelainan kaki Flatfoot, Realfoot Valgus atau toe-in gait lakukan latihan berikut ini 3 kali sehari dan gunakan alas kaki yang sesuai daoat memperbaiki masalah-masalah pada kaki.

1. Latihan Berjinjit

Metode

Berdiri dan berpegangan pada dinding. Lakukan berdiri dengan berjinjit selama 5 detik dan ulang 10 kali.

Fungsi

Untuk memperkuat otot betis dan kaki dengan tujuan untuk meningkatkan pembentukan foot arch.

2. Latihan Untuk Menguatkan Otot Kecil

Metode

Gunakan jari-jari kaki untuk menjepit dan mengangkat benda kecil (contoh: kelereng). Tahan selama 5 detik dan ulang 20 kali.

Fungsi

Untuk menguatkan otot kecil pada kaki.

3. Latihan Melompat

Metode

Sebagai contoh : berlalri, bermain basket dan lain sebagainya.

Fungsi

Untuk menguatkan otot betis dan kaki dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan otot tungkai kaki.

4. Pemijatan

Metode

Gunakan jempol tangan untuk memijat sekeliling bagian tengah arch yang membujur dan yang melitnang selama 20 kali.

Fungsi

Untuk melepaskan tekanan pada flat foot.

5. Latihan Peregangan Untuk Otot betis

Metode

Letakkan telapak tangans ecara mendatar menekan dinding. Tempatkan 1 kaki dibelakan yang lainnya dan arahkan kedua kaki lurusu ke depan. Bungkukkan tungkai kaki depan tapi luruskan tungkai kaki belakang dan jaga agar kedua tumit tetap menyentuh tanah. Tahan selama 10 detik dan ulangi 10 kali, pindah kaki yang lainnya dan ulangi untuk hal yang sama

Fungsi

Untuk menjaga kelenturan otot betos dengan tujuan untuk mengurangi kemungkinan cedera.

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah lakukan olah raga dan kegiatan yang sesuai dengan kondisi kaki dan memang dianjurkan untuk para penderita, yaitu :

  1. Kegiatan bersepeda
  2. Berenang gaya dada,
  3. Berjalan menyamping
  4. hindari duduk berjongkok
  5. Hindari tidur tengkurap
  6. Hindari duduk dengan gaya menyerupai hurup “W” (duduk khas perempuan)
  7. Dianjurkan untuk duduk bersila (duduk khas laki-laki)

Kesimpulan :

Olahraga yang tepat diperlukan untuk pertumbuhan normal kaki. Baju dan sepatu berolahraga yang sesuai , latihan pemanasan dapat mengurangi kemungkinan cedera pada saat berolahraga. Apabila anak mudah lelah atau cedera selama berolahraga, para orang tua harus mencari saran dari ahli profesional seperti Dokter atau Physiotherapist.

Sumber : Brosur Product Dr.Kong (AceHardware)

Saya sendiri dalam perjalanan mudik kemaren tak lupa mampir ke Ace Hardware untuk mencari sepatu buatan Dr.Kong dan yang ada pada saat itu adalah sepatu seperti pada gambar a harganya pada waktu beli kurang lebih 300 ribuan cuman ada discount 50%, dan sebetulnya Sepatu khusus tersebut sepertinya terbagi dalam beberapa kriteria yang disesuaikan dengan kondisi (sekolah, main, dan lainnya serta jenis kelainan yang terjadi) , jika melihat kondisi anak saya bunga kemungkinan saya perkirakan sepatu yang tepat adalah seperti pada gambar b karena kondisi kaki bunga yaitu pada gambar c .

Gambar a

Gambar b

Gambar c

Dan ini adalah alamat dimana Ace Home Center atau Ace Hardware dimana sepatu Dr.Kong dijual :

  • Jakarta : Mal Artha Gading, Pasaraya Grande
  • Tangerang : Karawaci Supermall
  • Bandung : Plaza IBCC
  • Surabaya : Royal Plaza, Supermal Pakuwon Indah, Galaxy
  • Medan : Sun Plaza
  • Malang : Mall Olimpic Garden
  • Daan Mogot : Mall Puri Matahari
  • Cibubur : Time Square

Website ACE Hardware ada di www.acehardware.co.id

Beberapa situs yang bisa anda kunjungi yang membahas tentang kelainan kaki yaitu :

Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan mohon klarifikasi.




Blog Stats

  • 42,716 hits

Komentar Terakhir

banxit23 on arema,…. cinta tiada…
April 2014
M S S R K J S
« Okt    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

image


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.