28
Sep
10

Persiapan Mental Siswa SMA menyongsong Ujian Nasional

Persiapan Mental Siswa SMA menyongsong Ujian Nasional

March 20, 2010 by admin
Filed under Uncategorized

Jam Pelajaran Ditambah, Siswa Gelar Doa Bersama

Menjelang pelaksanaan ujian nasional (Unas), kesibukan siswa meningkat drastis. Utamanya para siswa kelas III yang akan mengikuti tes penentuan lulus-tidaknya dari sekolah. Tak cukup hanya menambah jam pelajaran. Para siswa juga mulai

istiqomah

menyampaikan “permohonan” ingin lulus Unas.

MALAM

itu, ratusan siswa duduk bersimpuh di halaman di Kota Situbondo. Dibelah kain panjang, mereka saling menjaga kekhusukan. Pelajar putri yang berseragam mukena putih berbaris di sisi utara. Sementara itu, para siswa laki-laki berkumpul di bagian selatan. Bacaan-bacaan doa para siswa itu terus membahana ke sekeliling sekolah. Sesekali suara isak tangis terdengar di tengah-tengah

dzikir

yang mengalir itu.

Bukan hanya siswa. Sejumlah guru dan perwakilan komite sekolah juga ikut dalam kegiatan tersebut. Mereka berbaur dalam kekhusukan bersama para siswa demi satu permohonan, yakni lulus. Demikianlah salah satu potret persiapan para siswa di Situbondo dalam menghadapi Unas mendatang. Tak hanya mengandalkan tambahan jam pelajaran, sekolah juga memfasilitasi para siswa berdoa bersama.

Doa bersama atau yang lebih dikenal dengan istilah

istighotsah

itu bukan hanya dilakukan di sekolah pinggiran. Sejumlah sekolah favorit di tengah-tengah Kota Santri juga melaksanakan doa bersama untuk menyambut Unas. Salah satunya, SMAN 1 Situbondo. Hampir tiap malam, sekolah yang beralamat di pinggir Jalan P.B. Soedirman itu mengajak siswanya

bermunajat.

“Mulai dari kasek, guru, sampai komite sekolah, semua ikut dalam kegiatan ini. Kami bersama-sama memohonkan kelulusan para siswa,” kata guru agama SMAN setempat, Habib Muhammad Abu Bakar, kepada

RaBa

Jumat malam (19/3).

Pantauan koran ini menyebutkan, beberapa pelajar tampak terharu selama mengikuti doa bersama. Lewat bacaan-bacaan

dzikir

, tidak sedikit siswa dan guru yang berlinang air mata. Sembari sesenggukan, mereka terus menengadahkan kedua tangannya ke atas. Mereka meminta kemudahan dalam mengikuti Unas dan diberi kelulusan. “Kami juga meminta kepada wali murid agar mendorong putra-putrinya lebih rajin belajar dan berdoa,” tutur Wakasek Kesiswaan Mohamad Anwar.

Sementara itu, permohonan lebih ekstrim dilakukan siswa Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Huda, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan. Sebab, doa bersama tidak dilakukan di ruangan kelas, halaman, maupun masjid, melainkan dipusatkan di pemakaman pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda. Kebanyakan siswa MTs Nurul Huda adalah para santri di ponpes tersebut.

Istighotsah

di makam

sesepuh

Ponpes Nurul Huda itu rutin dilaksanakan menjelang Unas. Tak cukup itu, doa bersama juga akan terus dilakukan hingga pengumuman kelulusan hasil Unas mendatang. Oleh karena itu, selain berdoa bersama, pihak sekolah juga memberlakukan tambahan jam pelajaran sejak beberapa waktu lalu. “Kami bukan minta kepada orang yang sudah meninggal. Kami mendoakan para

sesepuh

hanya mengharapkan

barokah

agar mereka ikut mendoakan siswa-siswi kami,” kata pembina yayasan setempat, Baihaqi Rahmat, Jumat malam lalu.

Sementara itu di Banyuwangi, seluruh siswa SMAN 1 Glagah mengikuti istighotsah bersama kemarin (20/3). Istighotsah yang diikuti oleh semua siswa kelas XII dan sebagian siswa kelas XI ini dimulai sejak pukul 7.30. Acara yang berlangsung selama satu jam tersebut juga diikuti oleh beberapa guru yang sedang tidak mengajar.

Try Andreas, seorang siswa kelas XI mengaku ikut acara istighotsah untuk ikut mendoakan siswa kelas XII yang akan mengikuti Unas Senin besok. Sebenarnya, dia ada jam pelajaran di kelas pagi itu.”Saya hanya berharap agar mereka lulus semua. Nantinya saya juga akan seperti mereka,” ujarnya.

Citra Noviandari, siswa kelas XII mengatakan, dirinya memiliki sedikit kecemasan dalam menghadapi Unas. Tapi dia optimistis akan lulus, karena selama ini dia sudah berusaha semaksimal mungkin dengan mengikuti program bimbingan. “Ya berdoa saja supaya semua lancar,” tuturnya.

Kepala SMAN 1 Glagah, Imam Suudi mengatakan, istighotsah itu digelar sebagai sebuah tawakal kepada Allah agar lancar saat ujian. Selama ini siswa sudah konsisten mengikuti program bimbingan persiapan Unas. Meski begitu, dia tidak memungkiri adanya perasaan khawatir. “Itu hal yang wajar. Setiap orang tua pasti merasakan hal yang sama,” ujarnya.

About these ads

0 Responses to “Persiapan Mental Siswa SMA menyongsong Ujian Nasional”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 43,927 hits

Komentar Terakhir

banxit23 on arema,…. cinta tiada…
September 2010
M S S R K J S
« Mar   Okt »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

image


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: